
PADANG, Formosa News – Penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam dunia olahraga mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, penerapannya secara spesifik untuk cabang olahraga bola basket masih sangat terbatas. Temuan ini terungkap dalam penelitian bibliometrik terbaru yang dilakukan oleh peneliti Ahmad Muhazir, Gusril, Hendri Neldi, dan Yendrizal dari Universitas Negeri Padang, Indonesia. Penelitian ini dipublikasikan pada Juli 2026 di International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS). Integrasi teknologi digital seperti visualisasi 3D, pelacakan gerakan, dan respons visual waktu nyata telah mengubah lanskap pelatihan atlet, analisis performa, hingga sistem rehabilitasi cedera. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai peta perkembangan riset AR global di bidang olahraga, sekaligus mengidentifikasi celah riset (research gap) yang dapat dimanfaatkan oleh para pengembang teknologi, pelatih, dan akademisi.
Perkembangan Riset dan Metode Evaluasi Data
Selama dekade terakhir, integrasi AR dalam ranah olahraga berkembang pesat. Berbeda dengan Virtual Reality (VR) yang mengisolasi pengguna ke dalam lingkungan buatan secara penuh, AR menambahkan objek atau informasi digital ke dalam lingkungan nyata. Fitur ini memungkinkan atlet berinteraksi dengan simulasi taktikal tanpa kehilangan kontak dengan lapangan fisiknya. Untuk memetakan perkembangan ini, tim peneliti Universitas Negeri Padang mengumpulkan dan menganalisis metadata dari 1.040 publikasi ilmiah terindeks Scopus yang terbit antara tahun 2010 hingga 2026. Data tersebut kemudian dianalisis dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Pendekatan bibliometrik ini mengevaluasi tren publikasi tahunan, distribusi bidang ilmu, kontribusi negara, hingga pemetaan kata kunci (keyword co-occurrence).
Temuan Utama Penelitian
Berdasarkan analisis bibliometrik dan pemetaan jaringan pengetahuan (knowledge structure), penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting:
-Lonjakan Publikasi Pasca-2021: Riset AR di bidang olahraga tumbuh secara eksponensial. Jika pada periode 2010–2016 publikasi tahunan berada di bawah 15 dokumen, jumlahnya melonjak tajam setelah tahun 2021 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2025 dengan 298 dokumen.
-Dominasi Ilmu Komputer: Bidang Computer Science menjadi domain ilmu paling dominan dengan kontribusi sebesar 48,17% (501 publikasi), disusul oleh Social Sciences (27,31%), Engineering (22,60%), dan Medicine (16,73%). Hal ini menunjukkan bahwa riset AR masih sangat didorong oleh inovasi perangkat keras, algoritma computer vision, dan kecerdasan buatan.
-Tiongkok dan AS Memimpin Pasar Riset: Berdasarkan afiliasi penulis, Tiongkok menjadi negara paling produktif dengan 224 publikasi, diikuti oleh Amerika Serikat dengan 194 publikasi. Indonesia mencatatkan prestasi memuaskan dengan menempati peringkat ke-6 dunia (56 publikasi), sejajar dengan India dan mengungguli negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, serta Prancis.
-Format Publikasi: Mayoritas hasil riset didiseminasikan dalam bentuk artikel jurnal terulas sejawat (peer-reviewed articles) sebesar 57,50%, diikuti oleh makalah konferensi (conference papers) sebesar 17,88%.
-Kelangkaan Riset Spesifik Bola Basket: Pemetaan kata kunci menunjukkan bahwa topik AR sangat erat kaitannya dengan kata kunci virtual reality, artificial intelligence, deep learning, dan sports performance. Namun, kata kunci basketball menempati posisi minor/spesifik yang relatif kecil. Ini membuktikan bahwa sebagian besar riset AR masih bersifat umum dan belum banyak menyentuh sistem pelatihan bola basket secara mendalam.
Implikasi dan Manfaat Bagi Industri Olahraga
Hasil analisis ini memberikan arahan strategis bagi dunia akademis, industri teknologi olahraga, dan pengambil kebijakan. Minimnya riset AR di cabang olahraga bola basket membuka peluang besar bagi para pengembang untuk merancang aplikasi pelatihan berbasis AR, seperti alat bantu penyempurnaan akurasi tembakan (shooting mechanics), latihan dribbling, simulasi keputusan taktis waktu nyata, hingga analisis biomekanika pemain. Penggabungan AR dengan sensor terpakai (wearables) dan kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan menjadi standar baru dalam olahraga profesional. Selain meningkatkan performa atlet, teknologi ini juga bermanfaat dalam bidang pendidikan jasmani dan program rehabilitasi cedera medis secara lebih terukur. Profesor Gusril selaku penulis korespondensi mewakili tim peneliti Universitas Negeri Padang menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Penguatan kerja sama internasional antara peneliti dari negara berkembang seperti Indonesia dengan pusat riset utama dunia diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi dan inovasi sistem olahraga berbasis AR.
Profil Peneliti
Ahmad Muhazir: Peneliti dari Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang, Indonesia. Fokus keahlian pada teknologi olahraga dan ilmu kepelatihan.
Prof. Dr. Gusril, M.Pd.: Profesor dan peneliti senior di Universitas Negeri Padang, Indonesia. Ahli dalam bidang pendidikan jasmani, perkembangan motorik, dan olahraga berbasis teknologi.
Dr. Hendri Neldi, M.Kes.: Peneliti dan akademisi Universitas Negeri Padang dengan keahlian di bidang kesehatan olahraga dan kinerja fisik.
Dr. Yendrizal, M.Pd.: Akademisi Universitas Negeri Padang yang berfokus pada evaluasi pembinaan olahraga dan pendidikan olahraga.
Sumber Penelitian
0 Komentar