Transformasi Digital Dongkrak Pendapatan UMKM di Kawasan Strategis Samota Sumbawa

Ilustrasi by AI

Transformasi digital terbukti menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pariwisata prioritas. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Mei Rindha Istiqomah dan Sri Rahayu dari Universitas Teknologi Sumbawa pada Mei hingga Juni 2026 mengungkapkan bagaimana adopsi teknologi secara bertahap mampu memperkuat daya saing ekonomi lokal di Kawasan Strategis Samota, Kabupaten Sumbawa.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital nasional, sektor UMKM sering kali menghadapi kendala klasik seperti praktik manajemen konvensional dan keterbatasan jangkauan pasar. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri di Kawasan Samota yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan perdagangan, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara digital oleh para pelaku usahanya.

Untuk membedah fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive yang melibatkan pemangku kepentingan internal dari Dinas Koperasi dan UMKM serta para pelaku usaha lokal di koridor Saleh, Moyo, dan Tambora (Samota).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi digital di kawasan tersebut terbagi ke dalam tiga kelompok tipologi pelaku usaha:

  • Kelompok pertama diisi oleh pengusaha muda dengan literasi digital tinggi yang telah mengadopsi pemasaran online secara menyeluruh, sistem pembayaran nontunai, manajemen inventaris digital, hingga pembukuan keuangan berbasis aplikasi.
  • Kelompok kedua menggunakan teknologi secara terbatas, umumnya memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk komunikasi pelanggan dan menyediakan QRIS sebagai opsi pembayaran, namun belum menerapkan pembukuan digital.
  • Kelompok ketiga didominasi oleh pengusaha paruh baya yang masih bergantung penuh pada transaksi tunai konvensional akibat keterbatasan keterampilan digital.

Kendati demikian, adopsi teknologi ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan pendapatan lokal. Keberhasilan transformasi tersebut didorong oleh pemanfaatan media sosial (seperti WhatsApp Business, Instagram, Facebook, dan TikTok), e-commerce, serta sistem pembayaran digital QRIS. Di sisi lain, implementasi di lapangan masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, rendahnya literasi digital pada sebagian pelaku usaha, serta beban ganda yang dialami oleh pengusaha perempuan.

Secara implisit, penelitian ini menekankan perlunya pendekatan terintegrasi melalui model Pentahelix, pemerataan infrastruktur jaringan telekomunikasi, serta pelatihan literasi keuangan dan digital yang inklusif. Jejak transaksi digital yang tercatat melalui sistem pembayaran nontunai juga membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan formal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Profil Penulis

  • Mei Rindha Istiqomah – Peneliti di bidang ekonomi dan pengembangan wilayah.
  • Sri Rahayu, S.E., M.M. – Dosen dan Peneliti di Universitas Teknologi Sumbawa yang aktif mengkaji pengembangan manajemen bisnis dan UMKM.

Sumber Penelitian:

  • Artikel: "The Adoption of Digital Technology and Its Impact on Msme Income Growth in The Samota Strategic Area, Sumbawa Regency"
  • Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA), Vol. 4, No. 3, Juli 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.29

Posting Komentar

0 Komentar