Transformasi Digital dan Akuntansi Strategis Tingkatkan Kinerja Organisasi

Created by AI

FORMOSA NEWS - Transformasi digital dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kinerja organisasi ketika didukung praktik akuntansi manajemen strategis. Temuan ini diperoleh Noer Aisyah Barlian dari Universitas Islam Syarifuddin, Lumajang, Indonesia, dan Ainul Indra Jaya dari Universitas Brawijaya, Indonesia, dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2026. Penelitian terhadap 150 manajer, pemilik usaha, kepala divisi, dan staf senior menunjukkan bahwa kemampuan transformasi digital tidak hanya meningkatkan kinerja organisasi secara langsung, tetapi juga melalui penggunaan informasi akuntansi untuk mendukung keputusan strategis.

Studi berjudul “Digital Transformation Capability and Strategic Management Accounting Practices in Driving Organizational Performance” menyoroti persoalan penting yang dihadapi organisasi di tengah perkembangan teknologi. Penggunaan teknologi digital tidak otomatis menghasilkan kinerja yang lebih baik. Organisasi perlu memastikan bahwa data dan informasi yang dihasilkan teknologi dapat digunakan untuk mengendalikan biaya, memperkirakan kondisi bisnis, memahami pelanggan dan pesaing, menentukan harga, serta mengevaluasi kinerja.

Temuan ini menjadi penting karena transformasi digital kini tidak lagi sekadar berkaitan dengan penggunaan perangkat lunak atau otomatisasi. Organisasi juga dituntut mampu mengintegrasikan teknologi, sumber daya manusia, data, proses bisnis, kepemimpinan, dan strategi organisasi.

Transformasi Digital Bukan Sekadar Menggunakan Teknologi

Transformasi digital mengubah cara organisasi menjalankan kegiatan bisnis, mengelola proses operasional, berinteraksi dengan pelanggan, dan mengevaluasi kinerja.

Dalam penelitian Barlian dan Jaya, kemampuan transformasi digital dipahami sebagai kemampuan organisasi dalam mengintegrasikan teknologi digital, data, sumber daya manusia, struktur organisasi, serta proses bisnis untuk menciptakan nilai.

Artinya, organisasi yang memiliki teknologi canggih belum tentu memiliki kemampuan transformasi digital yang kuat jika teknologi tersebut tidak terhubung dengan strategi dan proses pengambilan keputusan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek kepemimpinan dan tata kelola digital memperoleh skor rata-rata tertinggi, yaitu 4,080 dari skala 5. Sementara itu, keselarasan strategi digital memperoleh skor 4,040.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat berkaitan dengan komitmen pimpinan dan kemampuan organisasi menyelaraskan teknologi dengan tujuan bisnis.

Penelitian Melibatkan 150 Responden

Barlian dan Jaya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 150 responden yang dipilih secara purposive. Responden terdiri atas pemilik usaha, manajer, kepala divisi, dan staf senior yang memahami penerapan teknologi, informasi akuntansi, serta pengambilan keputusan organisasi.

Responden berasal dari berbagai sektor, antara lain jasa, manufaktur, perdagangan dan distribusi, keuangan, serta sektor lainnya.

Manajer menjadi kelompok responden terbesar dengan proporsi 37,3 persen, disusul pemilik usaha sebesar 28 persen.

Dari sisi ukuran organisasi, perusahaan menengah menjadi kelompok terbesar dengan 38 persen, sedangkan organisasi kecil mencapai 30,7 persen dan organisasi besar 31,3 persen.

Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara kemampuan transformasi digital, akuntansi manajemen strategis, dan kinerja organisasi.

Transformasi Digital Sangat Berkaitan dengan Akuntansi Strategis

Salah satu hasil paling kuat dalam penelitian ini adalah hubungan antara kemampuan transformasi digital dan praktik akuntansi manajemen strategis.

Analisis menunjukkan koefisien hubungan sebesar 0,642, dengan nilai t sebesar 11,673 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa organisasi dengan kemampuan transformasi digital yang lebih kuat cenderung memiliki praktik akuntansi manajemen strategis yang lebih baik.

Teknologi digital memungkinkan organisasi mengakses informasi dengan lebih cepat, mengintegrasikan data, melakukan analisis, serta memperoleh informasi mengenai biaya, pelanggan, pesaing, dan perkembangan pasar.

Dalam praktiknya, kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung strategic costing, analisis pesaing, analisis profitabilitas pelanggan, benchmarking, penetapan harga strategis, forecasting, dan pengukuran kinerja strategis.

Pada variabel akuntansi manajemen strategis, forecasting memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 3,980, diikuti pengukuran kinerja strategis sebesar 3,973. Sementara itu, benchmarking memperoleh skor terendah, yaitu 3,687.

Akuntansi Manajemen Strategis Mendorong Kinerja Organisasi

Penelitian juga menemukan bahwa praktik akuntansi manajemen strategis memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi.

Koefisien hubungan mencapai 0,472, dengan nilai t sebesar 6,293 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa informasi akuntansi dapat memberikan manfaat lebih besar ketika digunakan untuk mendukung keputusan strategis.

Manajemen dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengendalikan biaya, menentukan harga, mengalokasikan sumber daya, memahami posisi pesaing, mengevaluasi pelanggan, serta membuat perencanaan bisnis.

Dari indikator kinerja organisasi, kualitas layanan dan kepuasan pelanggan memperoleh skor rata-rata tertinggi, masing-masing 4,113 dari skala 5.

Produktivitas memperoleh skor 4,013, sedangkan kemampuan beradaptasi organisasi mencapai 4,020. Profitabilitas memiliki skor 3,887, tetapi tetap berada di atas titik tengah skala pengukuran.

Transformasi Digital Juga Meningkatkan Kinerja Secara Langsung

Kemampuan transformasi digital terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja organisasi.

Koefisien pengaruhnya mencapai 0,286, dengan nilai t sebesar 3,865 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan organisasi dalam memanfaatkan teknologi digital dapat membantu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, inovasi, respons terhadap perubahan pasar, serta kemampuan beradaptasi.

Namun, penelitian ini juga memberikan catatan penting. Besarnya pengaruh langsung transformasi digital terhadap kinerja relatif lebih kecil dibandingkan pengaruh transformasi digital terhadap akuntansi manajemen strategis.

Dengan kata lain, teknologi saja tidak cukup.

Manfaat transformasi digital akan lebih optimal ketika teknologi tersebut diikuti kemampuan organisasi dalam mengolah informasi menjadi dasar pengambilan keputusan.

Lebih dari Separuh Pengaruh Terjadi Melalui Akuntansi Strategis

Temuan paling menarik dari penelitian ini adalah peran akuntansi manajemen strategis sebagai mediator.

Pengaruh tidak langsung transformasi digital terhadap kinerja organisasi melalui akuntansi manajemen strategis mencapai 0,303, dengan nilai t sebesar 5,611 dan signifikansi di bawah 0,001.

Perhitungan variance accounted for menunjukkan nilai 51,4 persen.

Artinya, lebih dari separuh pengaruh yang dimodelkan dari kemampuan transformasi digital terhadap kinerja organisasi disalurkan melalui praktik akuntansi manajemen strategis.

Peneliti menemukan bahwa hubungan langsung transformasi digital dengan kinerja tetap signifikan setelah akuntansi manajemen strategis dimasukkan ke dalam model. Karena pengaruh langsung dan tidak langsung sama-sama signifikan, hubungan tersebut dikategorikan sebagai mediasi parsial.

Secara sederhana, transformasi digital dapat meningkatkan kinerja organisasi melalui dua jalur. Pertama, secara langsung melalui otomatisasi, efisiensi, inovasi, dan peningkatan kemampuan beradaptasi. Kedua, melalui penggunaan data digital sebagai informasi strategis untuk mendukung keputusan manajemen.

Digitalisasi Harus Diikuti Kemampuan Membaca Data

Temuan Barlian dan Jaya menunjukkan bahwa organisasi tidak cukup hanya mengumpulkan data digital.

Data dalam jumlah besar baru memberikan nilai ketika organisasi mampu mengolah dan menggunakannya untuk mengambil keputusan.

Akuntansi manajemen strategis berperan sebagai penghubung antara teknologi dan keputusan bisnis. Informasi dari sistem digital dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan masa depan, menganalisis biaya, mengevaluasi pelanggan, membandingkan posisi dengan pesaing, menentukan harga, dan mengukur pencapaian organisasi.

Model penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan transformasi digital menjelaskan 41,2 persen variasi praktik akuntansi manajemen strategis.

Sementara itu, kemampuan transformasi digital bersama akuntansi manajemen strategis menjelaskan 60,3 persen variasi kinerja organisasi.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kombinasi antara kemampuan digital dan penggunaan informasi akuntansi strategis memiliki peran penting dalam menjelaskan kinerja organisasi.

Implikasi bagi Dunia Usaha

Berdasarkan temuan tersebut, organisasi disarankan untuk tidak memandang transformasi digital hanya sebagai investasi teknologi.

Investasi digital perlu dihubungkan dengan sistem informasi akuntansi, kompetensi karyawan, tata kelola data, strategi bisnis, dan proses pengambilan keputusan.

Manajemen juga perlu memperkuat peran akuntan manajemen sebagai mitra strategis, bukan hanya sebagai pihak yang menyusun laporan keuangan.

Penggunaan benchmarking, analisis profitabilitas pelanggan, analisis pesaing, forecasting, dan pengukuran kinerja strategis juga perlu diperkuat agar data digital dapat menghasilkan keputusan yang lebih relevan.

Bagi organisasi, pesan utama penelitian ini cukup jelas: transformasi digital akan memberikan manfaat lebih besar ketika teknologi, data, manusia, dan akuntansi strategis berjalan dalam satu arah.

Profil Penulis

Noer Aisyah Barlian merupakan penulis dan corresponding author penelitian dari Universitas Islam Syarifuddin, Lumajang, Indonesia. Bidang penelitian yang dibahas mencakup transformasi digital, akuntansi manajemen strategis, akuntansi manajemen, dan kinerja organisasi.

Ainul Indra Jaya merupakan penulis penelitian yang berafiliasi dengan Universitas Brawijaya, Indonesia, dengan kajian yang berkaitan dengan manajemen, akuntansi, transformasi digital, dan kinerja organisasi.

Sumber Penelitian

Judul: Digital Transformation Capability and Strategic Management Accounting Practices in Driving Organizational Performance

Penulis: Noer Aisyah Barlian dan Ainul Indra Jaya

Tahun publikasi: 2026

Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI)

DOI: 10.59890/ijmbi.v4i4.29

ISSN-E: 3025-5589

Website jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI)

Posting Komentar

0 Komentar