Teknologi Digital Mulai Mengubah Pendapatan Nelayan di Sumare, Mamuju


Gambar dibuat oleh AI

MAMUJU, Formosa News — Pemanfaatan teknologi digital mulai menunjukkan peran dalam meningkatkan pendapatan nelayan di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Temuan tersebut muncul dalam penelitian Cahaya Anggrainie, Femiliani Novitasari, Dewi Febriani Hamjan, dan Adi Zulkarnaen, yang masing-masing berafiliasi dengan Universitas Muhammadiyah Mamuju dan Universitas Negeri Makassar. Penelitian yang dilakukan pada Februari–Maret 2026 dan diterbitkan dalam International Journal of Finance and Business Management (IJFBM) tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital menjelaskan 36,8 persen variasi perubahan pendapatan nelayan dalam model penelitian. Sementara itu, faktor lain di luar teknologi digital berkontribusi terhadap bagian perubahan pendapatan yang tidak dijelaskan oleh model.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat atau media sosial. Bagi nelayan skala kecil, teknologi digital dapat membuka akses pasar yang lebih luas, membantu pemasaran hasil tangkapan, dan menciptakan peluang transaksi yang sebelumnya lebih terbatas.

Nelayan Sumare Berhadapan dengan Perubahan Pasar

Desa Sumare merupakan wilayah pesisir di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Pendapatan nelayan sangat dipengaruhi kondisi alam, hasil tangkapan, harga ikan, serta akses terhadap pasar.

Dalam kondisi pemasaran tradisional, nelayan dapat bergantung pada jaringan pembeli atau perantara untuk menjual hasil tangkapan. Pola tersebut membuat akses langsung ke konsumen menjadi lebih terbatas.

Penelitian ini melihat teknologi digital sebagai salah satu alternatif untuk memperluas hubungan antara nelayan dan pasar. Media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan TikTok, serta marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, dapat digunakan sebagai sarana memperkenalkan dan memasarkan produk perikanan.

Teknologi juga memungkinkan nelayan memperoleh informasi harga secara lebih cepat. Dengan informasi tersebut, nelayan memiliki tambahan pertimbangan ketika menentukan strategi penjualan dan tidak hanya bergantung pada satu saluran pemasaran.

Namun, penggunaan teknologi tidak otomatis menghasilkan peningkatan pendapatan. Kemampuan menggunakan platform digital, strategi pemasaran, serta ketersediaan jaringan internet tetap menjadi faktor penting.

Penelitian Melibatkan 30 Nelayan

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 30 nelayan aktif di Desa Sumare.

Populasi nelayan aktif di desa tersebut berjumlah 93 orang, terdiri atas 42 nelayan punggawa dan 51 nelayan sawi. Dari populasi tersebut, peneliti memilih 30 responden secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner dengan skala penilaian 1 sampai 5.

Penelitian mengukur dua hal utama, yaitu tingkat penggunaan teknologi digital dalam pemasaran hasil tangkapan dan perubahan pendapatan nelayan.

Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana untuk melihat hubungan antara penggunaan teknologi digital dan pendapatan.

Penggunaan Teknologi Digital Masih Berada pada Tingkat Sedang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital oleh nelayan Sumare masih berada pada kategori sedang, dengan skor rata-rata 15,53 dari total 25. WhatsApp dan Facebook menjadi platform yang paling banyak digunakan, sedangkan pemanfaatan TikTok dan Shopee masih relatif terbatas.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan karakteristik responden. Dari 30 nelayan yang menjadi responden, 40 persen berusia lebih dari 40 tahun, 30 persen berusia 30–40 tahun, dan 30 persen berusia di bawah 30 tahun.

Dari sisi pendidikan, 50 persen responden merupakan lulusan sekolah dasar, 30 persen lulusan sekolah menengah pertama, 10 persen lulusan sekolah menengah atas atau sederajat, dan 10 persen tidak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar.

Kondisi tersebut menjadi konteks penting dalam melihat proses adopsi teknologi digital. Penggunaan teknologi tidak hanya membutuhkan perangkat dan jaringan internet, tetapi juga kemampuan memahami serta mengelola platform digital.

Teknologi Digital Berkaitan dengan Peningkatan Pendapatan

Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 5,847 + 0,536X. Angka tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara penggunaan teknologi digital dan pendapatan nelayan dalam model yang digunakan.

Nilai korelasi sebesar 0,607 menunjukkan hubungan positif yang cukup kuat. Sementara itu, nilai R² sebesar 0,368 berarti penggunaan teknologi digital menjelaskan 36,8 persen perubahan pendapatan nelayan yang diamati dalam penelitian.

Uji statistik juga memperkuat hasil tersebut. Nilai t hitung mencapai 4,036, lebih tinggi dibandingkan nilai t tabel sebesar 2,048, dengan tingkat signifikansi 0,000, lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan di Desa Sumare.

Meski demikian, angka 36,8 persen tidak berarti seluruh peningkatan pendapatan berasal dari teknologi digital. Pendapatan nelayan juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti cuaca, musim penangkapan ikan, harga ikan, ketersediaan bahan bakar, pengalaman melaut, modal usaha, jaringan pelanggan, dan akses terhadap sumber daya alam.

Digitalisasi Membuka Peluang Pasar yang Lebih Luas

Menurut Cahaya Anggrainie, Femiliani Novitasari, Dewi Febriani Hamjan, dan Adi Zulkarnaen, penggunaan teknologi digital memberikan peluang bagi nelayan untuk memperluas pemasaran dan mengurangi ketergantungan pada satu saluran penjualan.

Para penulis menekankan bahwa manfaat digitalisasi akan lebih optimal apabila penggunaan teknologi didukung oleh literasi digital, strategi pemasaran yang sesuai, serta jaringan internet yang memadai.

Dengan kata lain, memiliki telepon pintar atau akun media sosial saja belum cukup. Nelayan perlu mengetahui cara membuat informasi produk yang menarik, berkomunikasi dengan calon pembeli, mengelola transaksi, dan memanfaatkan marketplace secara konsisten.

Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa teknologi digital memberikan kontribusi yang nyata, tetapi belum dominan terhadap pendapatan. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa proses peralihan dari pemasaran tradisional menuju pemasaran digital masih berlangsung.

Peluang Penguatan Ekonomi Nelayan

Hasil penelitian membuka peluang bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperkuat kemampuan digital masyarakat pesisir.

Penulis merekomendasikan pelatihan literasi digital secara berkelanjutan, terutama dalam penggunaan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia serta pembuatan konten pemasaran melalui TikTok. Penguatan jaringan internet di wilayah pesisir juga dinilai penting agar nelayan dapat memanfaatkan platform digital secara lebih optimal.

Bagi nelayan, penguasaan teknologi digital dapat menjadi tambahan strategi untuk menjangkau konsumen secara langsung. Bagi pemerintah daerah, temuan ini dapat menjadi pertimbangan dalam merancang program digitalisasi sektor perikanan yang tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakannya.

Penelitian tersebut pada akhirnya menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas peluang ekonomi nelayan, meskipun hasilnya tetap dipengaruhi banyak faktor lain.

Bagi masyarakat pesisir seperti nelayan di Desa Sumare, teknologi digital bukan sekadar alat komunikasi. Jika digunakan secara tepat dan didukung keterampilan serta konektivitas yang memadai, teknologi dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperluas pasar dan meningkatkan peluang pendapatan.

Profil Penulis

Cahaya Anggrainie, Femiliani Novitasari, dan Dewi Febriani Hamjan berafiliasi dengan Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muhammadiyah Mamuju. Adi Zulkarnaen berasal dari Departemen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar. Bidang kajian artikel mencakup teknologi digital, pemasaran hasil perikanan, pendapatan nelayan, dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Analysis of the Impact of Digital Technology on Fishermen’s Income in Sumare Village, Mamuju Regency
Penulis: Cahaya Anggrainie, Femiliani Novitasari, Dewi Febriani Hamjan, Adi Zulkarnaen
Afiliasi: Universitas Muhammadiyah Mamuju dan Universitas Negeri Makassar
Jurnal: International Journal of Finance and Business Management (IJFBM)
Tahun: 2026
Volume: 4, Nomor 3
Halaman: 225–238
DOI: https://doi.org/10.59890/ijfbm.v4i3.3

Posting Komentar

0 Komentar