Suasana Kedai Kopi Berpengaruh Signifikan terhadap Ekuitas Merek Menurut Studi PLS-SEM

Ilustrasi by AI

Riset terbaru yang dipublikasikan pada Juli 2026 mengungkap bahwa kondisi atmosfer atau suasana fisik kedai kopi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan ekuitas merek. Penelitian ini dilakukan oleh Yhani Mardani dari Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia, Bandung, dengan menyoroti bagaimana lingkungan fisik tidak hanya memikat pengunjung secara visual tetapi juga menjadi strategi penting untuk membangun loyalitas dan keunggulan kompetitif jangka panjang di industri kedai kopi.

Dalam dekade terakhir, industri kedai kopi global mengalami pertumbuhan pesat seiring perubahan gaya hidup konsumen yang mencari pengalaman dan ruang sosial yang nyaman. Kedai kopi kini bukan sekadar tempat membeli minuman, melainkan wadah interaksi dan kenyamanan. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, para pelaku usaha dituntut untuk berdiferensiasi melampaui kualitas produk dan harga semata dengan menciptakan lingkungan fisik yang khas.

Untuk mengkaji fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan survei kuantitatif terhadap 210 pelanggan yang pernah mengunjungi dan membeli produk di kedai kopi dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala penilaian, sementara analisis data menggunakan teknik pemodelan statistik mutakhir untuk menguji hubungan antara unsur lingkungan fisik dan nilai merek. Kondisi atmosfer dimodelkan melalui empat dimensi utama (estetika fasilitas, suasana, pencahayaan, dan tata letak meja), sedangkan ekuitas merek diukur melalui kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek.

Berdasarkan analisis data, riset ini menemukan beberapa temuan kunci:

  • Kondisi atmosfer terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap ekuitas merek dengan koefisien jalur sebesar 0,543 dan nilai signifikansi tinggi ($p < 0,001$), di mana lingkungan fisik menyumbang penjelasan sebesar 29,5% terhadap variasi ekuitas merek.
  • Estetika fasilitas (Facility Aesthetics) muncul sebagai dimensi pembentuk suasana kedai kopi yang paling dominan dengan muatan indikator 0,948, menunjukkan bahwa keindahan visual interior dan kebersihan sangat diperhatikan konsumen.
  • Dari sisi ekuitas merek, persepsi kualitas (Perceived Quality) menjadi dimensi yang paling kuat berkontribusi terhadap nilai merek dengan nilai 0,972, menegaskan bahwa suasana fisik yang baik secara langsung mendongkrak penilaian konsumen terhadap keunggulan layanan.

Temuan ini membawa implikasi strategis yang kuat bagi dunia usaha dan manajemen ritel. Yhani Mardani dari Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia menegaskan bahwa investasi pada lingkungan fisik kedai kopi tidak boleh dipandang sekadar sebagai biaya operasional, melainkan sebagai investasi strategis dalam pengembangan merek. Manajer kedai kopi disarankan untuk memprioritaskan estetika interior, penataan cahaya yang hangat, kenyamanan tata letak meja, serta aroma dan musik yang menyenangkan guna menciptakan pengalaman emosional yang berkesan bagi konsumen. Langkah ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran merek, asosiasi positif, dan loyalitas pelanggan di tengah ketatnya persaingan industri kreatif kuliner.

Profil Penulis

  • Nama Lengkap: Yhani Mardani
  • Afiliasi Universitas: Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Bidang Keahlian: Pemasaran Ritel, Perilaku Konsumen, dan Manajemen Merek

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: The Influence of Atmospheric Conditions on Brand Equity: A Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) Study of Coffee Shop Customers
  • Nama Jurnal: Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), Vol. 4, No. 7, Juli 2026
  • DOI: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i7.203

Posting Komentar

0 Komentar