Strategi Digital Jadi Kunci Utama Pengembangan Wisata Jati Sewu Gresik

Ilustrasi by AI

Pengembangan destinasi wisata lokal memerlukan strategi pemasaran yang terukur agar mampu bersaing di tengah dinamika industri pariwisata yang semakin kompetitif. Hal inilah yang dikaji oleh Febriyanti Dwi Wulandari, Abdul Halik, dan Endah Budiarti dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melalui penelitian yang dilakukan dari Mei hingga Juli 2026. Studi ini penting untuk memberikan panduan bagi para pengelola dalam mengoptimalkan potensi wisata alam berbasis keluarga secara berkelanjutan.

Sektor pariwisata memegang peranan strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja. Namun, di Kabupaten Gresik, pertumbuhan destinasi baru menimbulkan persaingan yang ketat. Wisata Jati Sewu, yang mengusung konsep keindahan hutan jati alami dengan fasilitas rekreasi keluarga yang lengkap, menghadapi kendala berupa promosi digital yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia di bidang pemasaran, serta minimnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Akibatnya, jumlah kunjungan wisata sering kali fluktuatif di luar musim liburan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 12 informan dari berbagai unsur, mulai dari pelaku usaha, pengelola loket, petugas parkir, hingga wisatawan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tim peneliti kemudian membedah kondisi internal dan eksternal menggunakan analisis SWOT serta menentukan prioritas program menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).

Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa poin penting terkait strategi pengembangan destinasi:

  • Wisata Jati Sewu berada pada posisi strategi agresif (growth-oriented strategy), yang berarti pengelola dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal.
  • Berdasarkan pemeringkatan AHP, prioritas utama strategi pemasaran adalah penguatan promosi digital berbasis konten visual alam (seperti suasana sejuk hutan jati) untuk memanfaatkan tren pariwisata digital.
  • Prioritas kedua adalah meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan fasilitas pendukung.
  • Prioritas ketiga mencakup pengembangan paket wisata berbasis pengalaman (experiential tourism).
  • Prioritas keempat adalah kolaborasi dengan influencer dan agen perjalanan guna memperluas jangkauan promosi.

Implementasi strategi ini dinilai mendesak untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), memperluas jangkauan pasar, serta mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan. Secara teoritis dan praktis, integrasi metode SWOT dan AHP ini memberikan kontribusi nyata bagi pengelola destinasi dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan digitalisasi sektor pariwisata.

Profil Penulis

  • Febriyanti Dwi Wulandari – Mahasiswa dan peneliti di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
  • Dr. H. Abdul Halik, M.M. – Dosen dan peneliti di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan keahlian di bidang manajemen pemasaran dan bisnis.
  • Dr. Endah Budiarti, M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan keahlian di bidang ilmu sosial dan manajemen.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Analysis of Marketing Strategy in the Development of Teak Sewu Tourist Destinations, Gresik Regency
  • Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.18

Posting Komentar

0 Komentar