Siswa SMK Negeri 1 Sambi Dilatih Mengolah Bunga Telang Menjadi Teh Herbal Bernilai Ekonomi

Ilustrasi by AI

Boyolali, Agustus 2026 — Pemanfaatan bunga telang sebagai bahan minuman herbal mulai diperkenalkan kepada siswa SMK Negeri 1 Sambi, Kabupaten Boyolali, melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Ratna Sari Dewi dan Tatiana Siska Wardani dari Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Duta Bangsa Surakarta. Kegiatan tersebut memberikan edukasi sekaligus praktik langsung mengenai pengolahan bunga telang menjadi teh celup herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengolah bahan alam lokal menjadi produk herbal yang higienis, aman, bermanfaat, dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Bunga telang atau Clitoria ternatea L. merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan produk kesehatan alami. Tanaman ini mengandung flavonoid, antosianin, dan antioksidan yang dalam artikel disebut memiliki berbagai potensi manfaat kesehatan, termasuk mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, serta digunakan sebagai bahan minuman fungsional alami. Namun, pemanfaatan bunga telang di masyarakat masih terbatas dan belum banyak dikembangkan menjadi produk herbal siap konsumsi.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi lingkungan pendidikan, khususnya siswa jurusan Farmasi. Siswa SMK Negeri 1 Sambi dinilai memiliki potensi untuk menjadi agen edukasi kesehatan sekaligus ikut mengembangkan produk sederhana berbasis bahan alam. Karena itu, kegiatan pengabdian diarahkan untuk memperkenalkan manfaat bunga telang sekaligus memberikan keterampilan praktis dalam mengolahnya menjadi teh herbal.

Program ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan mengenai tanaman herbal. Siswa juga diperkenalkan pada proses pengolahan bahan, pengeringan, ekstraksi sederhana, hingga pengemasan produk. Dengan pendekatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung mengubah bahan alam yang mudah ditemukan di sekitar menjadi produk yang lebih praktis untuk digunakan.

Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Tim terlebih dahulu menyiapkan materi edukasi, bahan yang diperlukan, serta sampel untuk kegiatan praktik. Setelah kegiatan berlangsung, evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengetahui perkembangan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan bunga telang, kandungan dan manfaatnya, teknik pengolahan, pengemasan, serta peluang pemanfaatannya sebagai produk minuman herbal. Siswa tidak hanya memperoleh informasi secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana bahan alam dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa, terutama mengenai pemanfaatan bahan alam dalam bidang kesehatan dan kreativitas pengembangan produk teh celup herbal. Kegiatan tersebut juga menghasilkan produk teh celup herbal ekstrak bunga telang sebagai salah satu luaran utama program.

Dalam tabel luaran kegiatan pada halaman 372 jurnal, produk teh celup herbal ekstrak bunga telang tercatat mencapai status 100 persen sebagai produk hasil kegiatan. Selain itu, materi kegiatan juga berhasil diintegrasikan ke dalam slide PowerPoint mata kuliah atau materi Kewirausahaan Farmasi dengan status 100 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil pengabdian tidak berhenti pada praktik pembuatan produk, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini juga memberikan perspektif baru mengenai pemanfaatan tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar. Bahan alam lokal yang sebelumnya mungkin hanya dipandang sebagai tanaman biasa dapat dikembangkan melalui pengolahan sederhana menjadi produk yang lebih bernilai. Bagi siswa Farmasi, pengalaman tersebut dapat memperkuat keterampilan praktis sekaligus membuka wawasan mengenai pengembangan produk herbal.

Menurut Ratna Sari Dewi dan Tatiana Siska Wardani, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan siswa dalam mengolah bahan alam dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kreativitas sekaligus pengetahuan kesehatan. Program ini juga diarahkan untuk mendorong kesadaran terhadap potensi tanaman herbal lokal dan peluang pengembangan produk berbasis bahan alam.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan keterampilan membuat teh herbal. Program tersebut juga memiliki kaitan dengan pendidikan kewirausahaan. Siswa dapat memahami bahwa kompetensi di bidang Farmasi dapat dikembangkan tidak hanya melalui pelayanan atau pekerjaan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui pengembangan produk berbasis bahan alam. Pemahaman ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan SMK untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.

Hasil monitoring dan evaluasi dalam kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai pemanfaatan bahan yang berada di sekitar mereka mengalami peningkatan. Bunga telang menjadi contoh konkret bagaimana tanaman lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai guna. Artikel juga menekankan pentingnya pemantauan serta evaluasi agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat terus diterapkan.

Bagi masyarakat, kegiatan ini memperlihatkan peluang pemanfaatan tanaman herbal lokal secara lebih optimal. Bagi sekolah, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan Farmasi, kesehatan, keterampilan praktis, dan kewirausahaan. Sementara bagi siswa, pengalaman mengolah bunga telang menjadi teh celup dapat menjadi bekal untuk mengenali potensi bahan alam sekaligus mengembangkan ide produk sederhana di masa depan.

Program ini pada akhirnya menempatkan bunga telang bukan sekadar tanaman yang memiliki nilai estetika, tetapi juga sebagai salah satu bahan alam yang dapat dikembangkan menjadi produk herbal. Dengan pengetahuan, keterampilan pengolahan, dan pemahaman mengenai pengemasan serta peluang ekonomi, siswa SMK Negeri 1 Sambi mendapatkan pengalaman untuk melihat potensi bahan alam dari sudut pandang kesehatan sekaligus kewirausahaan.

Penulis

Ratna Sari Dewi — Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

Tatiana Siska Wardani — Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Duta Bangsa Surakarta.

Sumber Penelitian

Meningkatkan Pengetahuan dan Pemanfaatan Bunga Telang di Masyarakat Untuk Pembuatan Teh Celup Herbal Ekstrak Bunga Telang,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF), Vol. 5, No. 4, Agustus 2026, halaman 367–374.

DOI: https://doi.org/10.55927/jpmf.v5i4.20

Jurnal: https://journaljpmf.my.id/index.php/jpmf

Posting Komentar

0 Komentar