Temuan ini penting bagi perusahaan rintisan yang menghadapi persaingan ketat, perubahan teknologi yang cepat, serta tantangan mempertahankan talenta. Dalam lingkungan startup yang penuh ketidakpastian, kreativitas karyawan menjadi salah satu modal penting untuk menghasilkan ide baru, menyelesaikan masalah, memperbaiki proses kerja, dan menjaga daya saing perusahaan.
Startup Indonesia Menghadapi Tantangan Mempertahankan Talenta
Pertumbuhan bisnis digital telah mendorong perkembangan ekosistem startup di Indonesia. Perusahaan rintisan bergerak dalam lingkungan yang berbeda dari organisasi konvensional karena harus beradaptasi dengan perubahan teknologi, kebutuhan konsumen, dan kondisi pasar yang cepat berubah.
Situasi tersebut membuat perusahaan membutuhkan karyawan yang tidak hanya mampu menjalankan tugas rutin, tetapi juga menghasilkan gagasan baru. Kreativitas karyawan dapat muncul dalam bentuk ide produk, perbaikan layanan, penyederhanaan proses kerja, maupun solusi terhadap persoalan operasional.
Namun, membangun kreativitas tidak cukup hanya dengan meminta karyawan untuk bekerja lebih inovatif. Sistem penghargaan, dukungan perusahaan, dan kondisi psikologis karyawan juga dapat menentukan apakah mereka terdorong untuk memberikan kontribusi kreatif.
Penelitian Jhonson dan Christy Ayu Sarah Panjaitan menyoroti hubungan tersebut dengan menggunakan empat faktor utama: extrinsic rewards, perceived organizational support, work engagement, dan employee creativity.
Penghargaan ekstrinsik mencakup gaji, bonus, insentif, promosi, serta bentuk penghargaan lain yang diberikan perusahaan sebagai pengakuan terhadap kontribusi karyawan. Sementara itu, perceived organizational support menggambarkan sejauh mana karyawan merasa perusahaan menghargai kontribusi dan memperhatikan kesejahteraan mereka.
Adapun work engagement menggambarkan tingkat energi, dedikasi, dan keterlibatan karyawan dalam pekerjaan. Ketiga aspek tersebut kemudian dikaitkan dengan kreativitas karyawan.
Penelitian Melibatkan 160 Karyawan Startup
Jhonson dan Christy Ayu Sarah Panjaitan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap karyawan startup di Indonesia. Fokus geografis penelitian berada di wilayah Jabodetabek karena kawasan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas perusahaan rintisan di Indonesia.
Sebanyak 164 respons awal diperoleh melalui kuesioner daring. Setelah dilakukan penyaringan berdasarkan kriteria responden, empat respons dikeluarkan karena tidak memenuhi persyaratan. Dengan demikian, sebanyak 160 responden digunakan dalam analisis akhir.
Responden merupakan karyawan startup yang bekerja penuh waktu, telah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Metode tersebut digunakan untuk melihat hubungan langsung sekaligus mekanisme tidak langsung antara penghargaan perusahaan, dukungan organisasi, keterikatan kerja, dan kreativitas.
Penghargaan Ekstrinsik Berpengaruh pada Kreativitas
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penghargaan ekstrinsik dan kreativitas karyawan.
Pengaruh langsung penghargaan ekstrinsik terhadap kreativitas tercatat sebesar β = 0,267 dengan p < 0,001. Artinya, semakin baik sistem penghargaan yang diberikan perusahaan, semakin besar kecenderungan karyawan untuk menunjukkan kreativitas dalam pekerjaan.
Penghargaan juga memiliki hubungan positif dengan persepsi dukungan organisasi, dengan nilai β = 0,374 dan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika karyawan merasa menerima kompensasi dan penghargaan yang adil, mereka lebih mungkin menilai perusahaan sebagai organisasi yang menghargai kontribusi dan memperhatikan kesejahteraan mereka.
Selanjutnya, persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif terhadap keterikatan kerja dengan nilai β = 0,480 dan p < 0,001.
Karyawan yang merasa didukung perusahaan cenderung menunjukkan energi, dedikasi, dan keterlibatan yang lebih besar dalam pekerjaan.
Keterikatan kerja kemudian berpengaruh positif terhadap kreativitas dengan nilai β = 0,215 dan p = 0,005. Dengan kata lain, karyawan yang lebih terlibat secara psikologis dalam pekerjaannya juga lebih terdorong untuk menghasilkan gagasan dan solusi baru.
Dukungan Organisasi Menjadi Mata Rantai Penting
Salah satu temuan utama penelitian adalah adanya mediasi berurutan antara penghargaan ekstrinsik dan kreativitas.
Pengaruh tidak langsung melalui rangkaian extrinsic rewards → perceived organizational support → work engagement → employee creativity tercatat sebesar β = 0,039 dengan p = 0,017 dan dinyatakan signifikan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan finansial maupun bentuk penghargaan eksternal lainnya tidak bekerja hanya melalui motivasi langsung. Penghargaan dapat terlebih dahulu membentuk persepsi karyawan bahwa perusahaan menghargai mereka. Persepsi tersebut kemudian mendorong keterikatan yang lebih kuat terhadap pekerjaan, yang pada akhirnya mendukung munculnya kreativitas.
Jhonson dan Christy Ayu Sarah Panjaitan dari Universitas Bunda Mulia menjelaskan temuan tersebut melalui perspektif Social Exchange Theory. Dalam kerangka ini, perlakuan positif dari perusahaan dapat mendorong karyawan memberikan respons positif melalui keterlibatan dan kontribusi yang lebih besar.
Secara praktis, temuan tersebut berarti perusahaan startup tidak sebaiknya hanya mengandalkan bonus atau kenaikan gaji sebagai strategi meningkatkan kreativitas. Sistem penghargaan perlu berjalan bersama dengan dukungan organisasi dan lingkungan kerja yang membuat karyawan merasa dihargai.
Implikasi bagi Perusahaan Startup
Hasil penelitian memberikan sejumlah rekomendasi bagi manajemen startup di Indonesia.
Pertama, perusahaan perlu membangun sistem penghargaan yang adil dan kompetitif. Gaji, bonus, insentif, dan promosi perlu dikaitkan secara jelas dengan kontribusi dan pencapaian karyawan.
Kedua, penghargaan finansial dapat dilengkapi dengan penghargaan nonfinansial, seperti kesempatan pengembangan karier, apresiasi terhadap pencapaian, umpan balik yang konstruktif, dan kesempatan mengikuti program pengembangan profesional.
Ketiga, perusahaan perlu memperkuat dukungan organisasi melalui komunikasi terbuka, perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, serta lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan menyampaikan ide.
Keempat, manajemen perlu melihat kreativitas bukan semata-mata sebagai kemampuan individual. Kreativitas juga dapat menjadi hasil dari bagaimana organisasi mengelola karyawan, memberikan penghargaan, dan menciptakan kondisi kerja yang mendukung.
Peneliti juga menekankan bahwa perusahaan startup perlu mengintegrasikan strategi penghargaan dengan kebijakan sumber daya manusia yang lebih luas. Kombinasi tersebut berpotensi memperkuat keterikatan karyawan sekaligus mendorong inovasi yang dibutuhkan perusahaan untuk bertahan dalam pasar yang dinamis.
Keterbatasan dan Arah Penelitian Berikutnya
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Data dikumpulkan dalam satu periode sehingga belum dapat menggambarkan perubahan perilaku karyawan dalam jangka panjang. Penelitian juga berfokus pada karyawan startup di Jabodetabek sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasi ke seluruh wilayah Indonesia atau negara lain.
Selain itu, kemampuan model dalam menjelaskan variasi kreativitas masih relatif terbatas. Nilai R² untuk kreativitas karyawan tercatat 0,151, yang berarti variabel dalam model menjelaskan sekitar 15,1% variasi kreativitas.
Penelitian berikutnya dapat melibatkan lebih banyak wilayah dan menggunakan desain longitudinal. Variabel lain seperti motivasi intrinsik, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, pemberdayaan psikologis, kepuasan kerja, dan perilaku kerja inovatif juga dapat ditambahkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.
Profil Penulis
Jhonson merupakan peneliti dari Universitas Bunda Mulia dengan fokus pada bidang manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, khususnya kreativitas serta keterlibatan karyawan dalam lingkungan startup.
Christy Ayu Sarah Panjaitan merupakan akademisi dari Universitas Bunda Mulia yang berkaitan dengan bidang manajemen, sumber daya manusia, dukungan organisasi, keterikatan karyawan, dan perilaku karyawan. Dalam artikel ini, Panjaitan bertindak sebagai penulis korespondensi.
Sumber Penelitian
Judul: The Effect of Extrinsic Rewards on Employee Creativity: The Sequential Mediating Role of Perceived Organizational Support and Work Engagement Among Startup Employees in Indonesia
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS)
Volume: 4, Nomor 4, 2026, halaman 397–410
Tahun Publikasi: 2026
URL: http://journalijefbs.my.id/index.php/ijefbs
Afiliasi Penulis: Universitas Bunda Mulia
0 Komentar