Sistem Informasi Akuntansi, Literasi Keuangan, dan Pengendalian Biaya Dorong Kinerja UMKM Jakarta

Created by AI

FORMOSA NEWS - Jakarta -  Kemampuan mengelola keuangan secara efektif menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Temuan ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan Raniah Nur Zahirah dan Luckman Ibrahim dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta yang menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi, literasi keuangan, dan pengendalian biaya berperan penting dalam meningkatkan kinerja keuangan UMKM.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI) Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026 dengan judul “The Effect of Accounting Information Systems, Financial Literacy, and Cost Control on Financial Performance.” Studi ini berfokus pada pelaku UMKM di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, yang menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas usaha mikro dan kecil yang cukup aktif.

Di era digital saat ini, UMKM menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan pemasaran dan persaingan usaha, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara profesional. Banyak pelaku usaha masih mengalami kesulitan dalam menyusun laporan keuangan, mengendalikan pengeluaran, hingga membuat keputusan bisnis berdasarkan data yang akurat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keberlangsungan usaha dan kemampuan UMKM untuk berkembang.

Penelitian ini menjadi relevan karena UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Sektor ini menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja di sektor non-pertanian. Namun demikian, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong moderat sehingga penguatan kapasitas pengelolaan keuangan masih menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, para peneliti melibatkan 110 pemilik dan pengelola UMKM di Kecamatan Johar Baru sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan pendekatan statistik berbasis pemodelan hubungan antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor yang diteliti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM.

Temuan utama penelitian meliputi:

  • Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dengan nilai koefisien 0,273.

  • Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dengan nilai koefisien 0,288.

  • Pengendalian Biaya menjadi faktor yang memberikan pengaruh terbesar dengan nilai koefisien 0,407.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin baik penerapan sistem informasi akuntansi, semakin tinggi tingkat pemahaman keuangan pelaku usaha, serta semakin efektif pengendalian biaya yang dilakukan, maka semakin baik pula kinerja keuangan UMKM yang dihasilkan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa model yang dibangun mampu menjelaskan sekitar 61,1 persen variasi kinerja keuangan UMKM, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini.

Menurut Raniah Nur Zahirah dan Luckman Ibrahim, sistem informasi akuntansi membantu pelaku usaha memperoleh informasi keuangan yang lebih akurat dan tepat waktu. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnis, mulai dari perencanaan usaha hingga evaluasi kinerja.

Selain itu, literasi keuangan terbukti menjadi modal penting bagi pelaku UMKM dalam mengelola arus kas, menyusun anggaran, memahami risiko keuangan, serta menentukan strategi investasi dan pengembangan usaha. Pelaku usaha yang memiliki pemahaman keuangan yang baik cenderung lebih mampu menghindari kesalahan pengelolaan dana dan menjaga stabilitas bisnis mereka.

Sementara itu, pengendalian biaya muncul sebagai faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja keuangan. Pengelolaan biaya yang efektif memungkinkan UMKM mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memaksimalkan keuntungan. Dengan kata lain, kemampuan mengontrol pengeluaran menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan keuangan usaha.

Penelitian ini memiliki implikasi yang luas bagi berbagai pihak. Bagi pelaku UMKM, hasil studi ini menegaskan pentingnya mulai menerapkan pencatatan keuangan yang lebih sistematis dan memanfaatkan teknologi akuntansi sederhana untuk mendukung pengelolaan usaha. Bagi pemerintah dan lembaga pendamping UMKM, temuan ini dapat menjadi dasar dalam merancang program pelatihan yang berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan penguatan kapasitas manajemen keuangan usaha.

Di tengah percepatan transformasi digital, kemampuan mengelola informasi keuangan dan mengendalikan biaya menjadi keterampilan yang tidak lagi bersifat tambahan, melainkan kebutuhan utama bagi keberlanjutan bisnis. UMKM yang mampu beradaptasi dengan praktik pengelolaan keuangan yang lebih modern memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, bertahan, dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Profil Penulis

Raniah Nur Zahirah merupakan peneliti dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta yang memiliki minat pada bidang akuntansi, keuangan, dan pengembangan UMKM.

Luckman Ibrahim adalah akademisi dan peneliti dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta yang berfokus pada kajian manajemen, akuntansi, serta penguatan tata kelola keuangan usaha.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effect of Accounting Information Systems, Financial Literacy, and Cost Control on Financial Performance

Penulis: Raniah Nur Zahirah, Luckman Ibrahim

Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI)

Volume/Issue: Vol. 4 No. 4 (2026)

DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i4.35

URL Jurnal: https://journalijmbi.my.id/index.php/ijmbi

Posting Komentar

0 Komentar