Promo Shopee Membentuk Preferensi Merek Mahasiswa Marketing Gordon College

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Olongapo City, Filipina - Promo besar Shopee seperti 9.9, 10.10, 11.11, 12.12, flash sale, voucher, dan gratis ongkir bukan sekadar mendorong konsumen berbelanja. Studi yang dilakukan Emmanuel Cajuguiran, Mar Angelo De Lara, Anne Kherstean Dela Cruz, Alfonso Hipolito, Justine Shane Legaspi, Joy Ann Ragasa, dan Emar Kristian Aranda dari Gordon College, Filipina, menemukan bahwa paparan berulang terhadap berbagai promo tersebut ikut membentuk cara mahasiswa memilih dan menilai sebuah merek. Penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa strategi promosi di marketplace dapat memengaruhi preferensi merek sekaligus perilaku belanja konsumen muda.

Penelitian tersebut menggunakan pengalaman mahasiswa Marketing Gordon College sebagai gambaran untuk melihat bagaimana tren sales event Shopee memengaruhi pilihan merek. Studi ini diterbitkan pada 2026 dalam Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM), Volume 5 Nomor 3, halaman 753–772. Artikel mencatat bahwa proses editorial berlangsung sejak diterima pada 25 Juni, direvisi 22 Juli, hingga diterima pada 20 Agustus 2026. Namun, artikel tidak mencantumkan tanggal spesifik kapan wawancara penelitian dilaksanakan.

Mengapa Promo Shopee Begitu Mudah Menarik Perhatian?

Perkembangan e-commerce dan media sosial membuat konsumen semakin sering menemukan informasi produk ketika sedang menggunakan internet. Iklan, ulasan pelanggan, konten influencer, hingga promosi dengan batas waktu tertentu muncul secara berulang dan dapat memengaruhi cara konsumen mengenali serta mengevaluasi merek.

Di Filipina, pertumbuhan akses internet, penggunaan smartphone, dan kebiasaan belanja online turut memperkuat perkembangan e-commerce. Shopee menjadi salah satu platform yang banyak digunakan dan mengandalkan berbagai strategi promosi untuk menarik konsumen.

Salah satu strategi yang paling mudah dikenali adalah kampanye tanggal kembar seperti 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12. Program tersebut biasanya dipadukan dengan potongan harga, voucher, gratis ongkir, flash sale, serta promosi dalam waktu terbatas. Paparan terhadap kampanye semacam ini juga diperkuat melalui media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram.

Wawancarai 12 Mahasiswa Pengguna Shopee

Para peneliti menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk memahami pengalaman langsung mahasiswa ketika berhadapan dengan sales event Shopee. Sebanyak 12 mahasiswa Marketing Gordon College yang aktif menggunakan Shopee dipilih secara purposif.

Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pertanyaan terbuka. Panduan wawancara terlebih dahulu divalidasi oleh tiga profesor dan diuji coba kepada mahasiswa yang tidak menjadi peserta penelitian. Wawancara kemudian ditranskripsikan dan dianalisis dengan mencari pernyataan penting, pola jawaban, serta tema yang berulang. Pengumpulan data dihentikan setelah peneliti mencapai titik ketika tidak muncul lagi wawasan atau tema penting baru.

Karena hanya melibatkan 12 mahasiswa dan menggunakan pendekatan kualitatif, hasil studi ini menggambarkan pengalaman serta persepsi peserta, bukan ukuran statistik yang dapat digeneralisasi kepada seluruh pengguna Shopee.

Diskon Menjadi Pemicu Awal

Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa sangat familiar dengan berbagai bentuk promosi Shopee. Sales tanggal kembar, flash sale, voucher gratis ongkir, payday sale, dan potongan harga menjadi promosi yang paling sering mereka temui. Promosi tersebut tidak hanya muncul di aplikasi Shopee, tetapi juga melalui TikTok, Facebook, dan Instagram.

Dari berbagai bentuk promosi, keuntungan finansial menjadi salah satu pemicu perhatian terkuat. Diskon besar, penawaran waktu terbatas, voucher, gratis ongkir, hingga harga khusus membuat mahasiswa merasa memperoleh kesempatan untuk menghemat uang.

Konten visual juga berperan. Video unboxing, informasi penurunan harga, desain promosi yang menarik, dan penghitung waktu mundur dapat membuat konsumen berhenti menggulir layar dan mulai memperhatikan produk.

Promo Mengubah Cara Mahasiswa Melihat Merek

Temuan penting berikutnya adalah promosi tidak hanya membuat produk lebih menarik, tetapi juga mengubah persepsi terhadap merek. Produk yang mengikuti sales event dapat terlihat lebih terjangkau, mudah diakses, populer, dan layak dibeli.

Menurut para peneliti dari Gordon College, promo dapat meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa sehingga mereka terdorong membuka halaman produk, memeriksa harga, membaca ulasan, melihat rating, dan membandingkan voucher sebelum memutuskan membeli.
Media sosial dan influencer juga memperkuat efek tersebut. Rekomendasi influencer, demonstrasi produk, ulasan pelanggan, serta unggahan promosi dapat membuat sebuah merek terlihat lebih menarik dibandingkan merek lain. Ketika sebuah produk mendapatkan banyak perhatian di media sosial, pengaruh sosial atau social proof juga dapat mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasinya.

Promo Juga Membuka Peluang bagi Merek Baru

Salah satu temuan yang menarik adalah diskon dapat menurunkan rasa khawatir ketika konsumen hendak mencoba merek yang belum dikenal.

Harga yang lebih rendah membuat risiko pembelian terasa lebih kecil. Karena itu, beberapa mahasiswa mengaku bersedia mencoba merek baru saat flash sale atau ketika produk mendapatkan ulasan positif. Namun, pengalaman tersebut tidak selalu berakhir dengan kepuasan. Sebagian peserta mengaku pernah kecewa karena produk yang dibeli tidak sesuai harapan.

Artinya, promo dapat menjadi pintu masuk bagi merek baru, tetapi belum tentu otomatis menghasilkan pelanggan loyal.

Harga Menarik Perhatian, Kualitas Menentukan Pilihan

Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa cenderung mempertimbangkan harga, ulasan, influencer, dan visibilitas media sosial ketika membentuk preferensi merek. Diskon bahkan dapat menjadi dorongan terakhir yang membuat konsumen menyelesaikan transaksi.

Namun, harga murah bukan satu-satunya pertimbangan. Setelah tertarik oleh promosi, mahasiswa tetap memeriksa ulasan dan kualitas produk. Peneliti menemukan bahwa promosi menarik perhatian awal, sedangkan kualitas dan ulasan membantu menentukan pilihan akhir.
Ada pula sisi lain yang perlu diperhatikan merek. Terlalu sering memberikan diskon dapat membuat sebuah produk dipersepsikan sebagai barang murah atau kurang premium. Beberapa peserta bahkan mempertanyakan kualitas produk jika sebuah merek terus-menerus berada dalam kondisi diskon.

Loyalitas Tidak Cukup Dibangun dengan Diskon

Paparan berulang terhadap sebuah merek dapat meningkatkan familiaritas dan kepercayaan. Namun, para peneliti menemukan bahwa promosi juga dapat membuat konsumen semakin loyal kepada platform Shopee, bukan hanya kepada merek tertentu.

Voucher, gratis ongkir, dan berbagai keuntungan promosi membuat mahasiswa terus kembali ke Shopee, bahkan ketika merek yang dibeli berbeda. Sementara itu, loyalitas jangka panjang terhadap suatu merek tetap bergantung pada kualitas produk dan pengalaman pelanggan.

Bagi pelaku bisnis, temuan ini menunjukkan bahwa diskon efektif untuk mendatangkan perhatian dan mendorong percobaan produk, tetapi tidak cukup untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Merek tetap perlu menjaga kualitas, memberikan informasi yang kredibel, bersikap transparan, dan memastikan kepuasan pelanggan.

Bagi konsumen, terutama mahasiswa, peneliti menyarankan agar promosi tidak langsung dianggap sebagai alasan untuk membeli. Konsumen perlu mengevaluasi kebutuhan, kualitas, kredibilitas penjual, ulasan, dan nilai produk agar tidak terjebak pembelian impulsif.

Profil Penulis

Penelitian ini ditulis oleh Emmanuel Cajuguiran, Mar Angelo De Lara, Anne Kherstean Dela Cruz, Alfonso Hipolito, Justine Shane Legaspi, Joy Ann Ragasa, dan Emar Kristian Aranda, seluruhnya berafiliasi dengan Gordon College, Filipina. Fokus artikel berada pada pemasaran digital, perilaku konsumen, preferensi merek, media sosial, dan strategi promosi e-commerce. Artikel mencantumkan Alfonso Hipolito sebagai corresponding author. Gelar akademik masing-masing penulis tidak dicantumkan dalam artikel sumber, sehingga tidak dapat dipastikan dari dokumen tersebut.

Sumber Penelitian

Judul: Exploring How Shopee’s Sales Event Trends Shape Brand Preferences among Gordon College Marketing Students
Penulis: Emmanuel Cajuguiran, Mar Angelo De Lara, Anne Kherstean Dela Cruz, Alfonso Hipolito, Justine Shane Legaspi, Joy Ann Ragasa, Emar Kristian Aranda
Jurnal: Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM)
Volume: 5, Nomor 3, 2026, halaman 753–772
Afiliasi: Gordon College, Philippines.

Posting Komentar

0 Komentar