Program SAMISADE di Megamendung Dinilai Efektif Mendukung Pembangunan Desa


Gambar dibuat oleh AI


BOGOR — Program Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dinilai berjalan efektif dan berada dalam kategori baik berdasarkan penelitian Reksa Dzul Ikrami, Gotfridus Goris Seran, dan Irma Purnamasari dari Universitas Djuanda. Studi yang diterbitkan pada 2026 dalam International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) tersebut melibatkan 72 aparatur desa dari 12 desa. Hasilnya menunjukkan nilai efektivitas keseluruhan 3,91, dengan pemahaman terhadap program menjadi aspek yang memperoleh penilaian paling tinggi. Temuan ini penting karena memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program pembangunan infrastruktur desa dan manfaatnya bagi masyarakat di wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam.

SAMISADE Mendukung Pembangunan Infrastruktur Desa

Pembangunan desa menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pemerataan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Desa memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan kebutuhan warga, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan aktivitas sosial dan ekonomi.

Dalam konteks Kabupaten Bogor, program Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) hadir sebagai dukungan pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur desa. Berdasarkan artikel yang ditulis Ikrami, Seran, dan Purnamasari, program tersebut diarahkan antara lain untuk meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, serta membantu mengurangi kesenjangan pembangunan antardesa.

Kecamatan Megamendung menjadi wilayah yang menarik untuk dikaji karena memiliki kondisi geografis berbukit serta kebutuhan pembangunan infrastruktur yang beragam. Penelitian Universitas Djuanda melihat efektivitas SAMISADE dengan mempertimbangkan kondisi beberapa desa dalam satu wilayah kecamatan, bukan hanya satu desa.

Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana program dipahami dan dijalankan oleh aparatur desa serta bagaimana hasil pembangunan dirasakan oleh masyarakat.

Melibatkan 72 Aparatur dari 12 Desa

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data utama diperoleh dari 72 responden yang merupakan aparatur desa dan pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan SAMISADE di 12 desa di Kecamatan Megamendung.

Responden terdiri atas berbagai unsur pemerintahan desa yang memahami pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran desa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Kuesioner digunakan untuk mengetahui persepsi responden mengenai efektivitas program, sementara wawancara dan observasi digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi pelaksanaan di lapangan.

Data kemudian dianalisis menggunakan metode Weighted Mean Score (WMS), yaitu penghitungan nilai rata-rata berdasarkan jawaban responden. Hasilnya dikelompokkan ke dalam kategori mulai dari sangat baik hingga sangat kurang.

Instrumen kuesioner juga telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Dalam pengujian terhadap 30 responden dengan karakteristik serupa, seluruh butir pernyataan dinyatakan valid. Nilai reliabilitas Cronbach's Alpha mencapai 0,766, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi pengukuran yang baik.

Pemahaman Program Mendapat Nilai Tertinggi

Salah satu temuan utama penelitian adalah tingginya pemahaman aparatur desa terhadap program SAMISADE.

Dimensi pemahaman program memperoleh nilai rata-rata 4,10, yang masuk kategori sangat baik. Pemahaman terhadap tujuan program bahkan memperoleh nilai 4,28, sementara pemahaman terhadap mekanisme dan prosedur pelaksanaan mencapai 4,15.

Informasi mengenai SAMISADE memperoleh nilai 4,04, sedangkan sosialisasi program yang membantu memahami pelaksanaan kegiatan mendapat nilai 3,93.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa aparatur desa yang menjadi responden memiliki pemahaman yang baik mengenai tujuan, mekanisme, dan informasi terkait SAMISADE.

Ketepatan Sasaran dan Waktu Tetap Menjadi Perhatian

Dimensi ketepatan sasaran memperoleh nilai rata-rata 3,90 dan masuk kategori baik. Indikator penetapan kriteria sasaran memperoleh nilai 4,15, sedangkan pertimbangan terhadap prioritas kebutuhan desa mendapat nilai 3,80.

Sementara itu, dimensi ketepatan waktu memperoleh nilai 3,82, juga dalam kategori baik. Pelaksanaan sesuai jadwal memperoleh nilai 3,99, penyelesaian tahapan kegiatan tepat waktu mencapai 3,79, dan indikator tidak adanya keterlambatan memperoleh nilai 3,67.

Peneliti mencatat bahwa beberapa kegiatan masih dapat mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk cuaca, proses administrasi, ketersediaan material, dan koordinasi antar pihak yang terlibat. Temuan ini menjadi masukan untuk terus memperkuat pengelolaan waktu dalam pelaksanaan pembangunan desa.

Pembangunan Memberikan Dampak bagi Masyarakat

Dimensi pencapaian tujuan program memperoleh nilai 3,85, masuk kategori baik. Indikator kesesuaian hasil dengan target perencanaan memperoleh nilai 3,97, pencapaian tujuan jangka pendek 3,85, dan terlihatnya tujuan jangka panjang 3,72.

Sementara itu, dimensi perubahan nyata dan dampak program memperoleh nilai 3,90. Perubahan sikap masyarakat mendapat nilai 3,99, perubahan perilaku 3,83, perubahan kondisi sosial atau kapasitas penerima manfaat 3,83, dan kemampuan masyarakat memanfaatkan hasil pembangunan memperoleh nilai 3,94.

Dalam pembahasannya, Reksa Dzul Ikrami, Gotfridus Goris Seran, dan Irma Purnamasari dari Universitas Djuanda mencatat bahwa pembangunan melalui SAMISADE berkontribusi terhadap peningkatan akses masyarakat, mendukung aktivitas sosial dan ekonomi desa, serta menghasilkan perubahan yang dirasakan di lingkungan masyarakat.

Masukan untuk Penguatan Program ke Depan

Penelitian Universitas Djuanda memberikan sejumlah masukan yang bersifat konstruktif untuk pengembangan program. Ikrami, Seran, dan Purnamasari merekomendasikan penguatan koordinasi antara aparatur desa, tim pelaksana kegiatan, dan pihak terkait untuk mendukung ketepatan waktu pelaksanaan.

Peneliti juga merekomendasikan penggunaan data yang lebih akurat dan mutakhir dalam perencanaan. Dengan data yang semakin baik, penentuan prioritas pembangunan dapat disesuaikan secara lebih tepat dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Evaluasi program secara berkelanjutan juga dinilai penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan SAMISADE.

Secara lebih luas, temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan terselesaikannya pembangunan fisik. Pemahaman pelaksana, kesesuaian sasaran, ketepatan waktu, pencapaian tujuan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat merupakan bagian penting dari efektivitas program.

Penelitian ini juga memiliki batasan. Kajian hanya dilakukan di Kecamatan Megamendung dan menggunakan persepsi responden sebagai salah satu sumber data. Karena itu, hasilnya perlu dipahami sesuai konteks wilayah penelitian dan tidak secara langsung mewakili seluruh daerah. Penelitian berikutnya dapat mencakup wilayah yang lebih luas, menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif, serta memasukkan faktor lain seperti kualitas tata kelola desa, partisipasi masyarakat, transparansi anggaran, dan kondisi sosial ekonomi.

Profil Penulis

Reksa Dzul Ikrami merupakan penulis utama dan berafiliasi dengan Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda. Bidang kajian dalam artikel ini berkaitan dengan administrasi publik, efektivitas program pemerintah, pembangunan desa, dan implementasi program SAMISADE.

Gotfridus Goris Seran merupakan penulis bersama dari Universitas Djuanda. Bidang kajian yang tercermin dalam artikel ini berkaitan dengan administrasi publik, kebijakan pembangunan, partisipasi masyarakat, dan efektivitas program pemerintah.

Irma Purnamasari merupakan penulis bersama yang berafiliasi dengan Universitas Djuanda. Bidang kajian yang tercermin dalam publikasi ini berkaitan dengan administrasi publik, pembangunan desa, partisipasi masyarakat, dan efektivitas pelayanan atau program pemerintah.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Effectiveness of The Implementation of the One Billion One Village (SAMISADE) Program in Megamendung District
Penulis: Reksa Dzul Ikrami, Gotfridus Goris Seran, dan Irma Purnamasari
Afiliasi: Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda
Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS)
Tahun Publikasi: 2026
Volume: 4, Nomor 5, halaman 503–516
DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i5.16

Posting Komentar

0 Komentar