Baguio, Filipina — Program Boys’ and Girls’ Brigade Philippines (BGBP) di Loakan Baptist Church Christian Education Center (LBCCEC) dinilai berperan dalam membentuk disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan karakter siswa. Temuan ini berasal dari penelitian Nehemiah Paul Viscaya Villena dari University of Baguio Graduate School yang mengkaji pelaksanaan BGBP selama Tahun Akademik 2024–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur dapat menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mempraktikkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan moralitas.
Boys’ and Girls’ Brigade Philippines, yang secara lokal dikenal sebagai Brigadang Gabay ng Bata, merupakan organisasi kepanduan yang menggabungkan nilai-nilai Kristen, kedisiplinan, kepemimpinan, dan pelayanan kepada masyarakat. Di LBCCEC, program tersebut tidak hanya berfokus pada latihan fisik atau kegiatan baris-berbaris. BGBP juga mencakup pembinaan spiritual, pendidikan karakter, pengembangan kepemimpinan, serta pembiasaan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Kajian ini muncul dari kebutuhan lembaga pendidikan untuk memperkuat pembentukan karakter dan kedisiplinan anak-anak serta remaja. Persoalan seperti kekerasan, ketidakjujuran, penyalahgunaan zat, pelanggaran aturan, dan perilaku tidak disiplin menjadi tantangan yang membuat pendidikan karakter semakin penting. Sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kegiatan kepanduan dapat membantu membangun kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, motivasi, serta nilai-nilai positif pada siswa.
Basic Officer Training Course (BOTC) menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan officer. Pelatihan ini membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjalankan latihan, memberikan pelajaran brigade, mengelola perilaku siswa, serta mengorganisasi berbagai kegiatan. Penelitian juga menunjukkan bahwa pelatihan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Refresher training dan pengembangan profesional membantu officer mempertahankan kompetensi sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa dan perubahan dalam lingkungan pendidikan.
Dari sisi perkembangan siswa, para peserta penelitian melihat adanya kontribusi BGBP terhadap kedisiplinan dan pengendalian diri. Siswa yang aktif mengikuti kegiatan brigade dilaporkan menjadi lebih tepat waktu, bertanggung jawab, patuh terhadap aturan, dan mampu mengatur perilakunya. Kedisiplinan tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap perintah, tetapi berkembang menjadi rasa tanggung jawab pribadi dan kemampuan mengendalikan diri.
Program tersebut juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter seperti kejujuran, kerendahan hati, kasih sayang, kebaikan, pengampunan, dan integritas. Pengalaman memimpin dalam latihan, upacara, kegiatan sekolah, serta aktivitas organisasi turut membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kemampuan bekerja sama. Kepemimpinan dalam BGBP diarahkan sebagai bentuk pelayanan, sehingga siswa didorong untuk memahami bahwa seorang pemimpin memiliki tanggung jawab terhadap orang lain.
Secara keseluruhan, Villena menyimpulkan bahwa BGBP merupakan program pendidikan berbasis nilai yang dapat melengkapi pembelajaran formal. Kombinasi pembinaan spiritual, kegiatan terstruktur, pengalaman kepemimpinan, latihan kedisiplinan, dan kerja sama sosial membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Penguatan pelatihan officer, dukungan sumber daya, kolaborasi dengan orang tua dan komunitas, serta monitoring dan evaluasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan efektivitas program.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i8.251
Link Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar