Temuan tersebut penting karena sektor consumer non-cyclicals memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Perusahaan dalam sektor ini menyediakan barang dan jasa kebutuhan dasar sehingga permintaannya relatif stabil. Namun, penelitian mencatat bahwa nilai perusahaan sektor tersebut justru menunjukkan tren penurunan sepanjang 2020–2024. Rata-rata nilai perusahaan tercatat sebesar 1,74 pada 2020, kemudian turun menjadi 1,69 pada 2021, 1,66 pada 2022, 1,52 pada 2023, dan 1,43 pada 2024. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara peran ekonomi sektor consumer non-cyclicals dan bagaimana pasar menilai perusahaan-perusahaan di dalamnya.
Mengapa profitabilitas lebih penting?
Nilai perusahaan menggambarkan bagaimana investor melihat kinerja perusahaan saat ini sekaligus prospek pertumbuhannya di masa depan. Dalam penelitian ini, nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin’s Q, sebuah rasio yang mencerminkan penilaian pasar terhadap aset perusahaan.
Sementara itu, tiga indikator keuangan utama digunakan untuk melihat kondisi perusahaan. Likuiditas diukur dengan Current Ratio (CR), yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Solvabilitas diukur melalui Debt to Equity Ratio (DER), yang menggambarkan seberapa besar perusahaan bergantung pada utang dibandingkan modal sendiri. Adapun profitabilitas diukur dengan Return on Assets (ROA), yang menunjukkan seberapa efektif aset perusahaan digunakan untuk menghasilkan laba.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga indikator tersebut tidak memiliki kekuatan yang sama dalam menjelaskan nilai perusahaan. Profitabilitas justru menjadi faktor yang paling menonjol.
“Perusahaan yang mampu menghasilkan laba lebih tinggi dari asetnya cenderung dipersepsikan lebih efisien dan memiliki prospek keuangan yang lebih baik,” demikian inti temuan Nur’Aini dan Firdaus mengenai hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan. Temuan tersebut juga memperkuat pandangan bahwa informasi kinerja keuangan dapat menjadi sinyal bagi investor dalam menilai kondisi dan prospek perusahaan.
Penelitian menggunakan data perusahaan BEI 2020–2024
Nur’Aini dan Firdaus menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Populasi penelitian mencakup perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di BEI selama periode 2020–2024. Perusahaan dipilih berdasarkan kriteria tertentu melalui teknik purposive sampling.
Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan perusahaan dan sumber resmi BEI. Peneliti kemudian mengubah data tersebut menjadi sejumlah indikator, yaitu CR untuk likuiditas, DER untuk solvabilitas, ROA untuk profitabilitas, dan Tobin’s Q untuk nilai perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews. Peneliti juga menggunakan analisis mediasi dan Sobel test untuk mengetahui apakah profitabilitas menjadi penghubung antara likuiditas atau solvabilitas dengan nilai perusahaan.
Analisis menghasilkan model Random Effect untuk hubungan likuiditas dan solvabilitas terhadap profitabilitas, sedangkan hubungan terhadap nilai perusahaan menggunakan Fixed Effect Model.
Likuiditas membantu laba, tetapi tidak langsung menaikkan nilai perusahaan
Salah satu temuan menarik adalah posisi likuiditas. Likuiditas tidak terbukti berpengaruh signifikan secara langsung terhadap nilai perusahaan. Nilai probabilitasnya mencapai 0,2407, lebih tinggi dari batas signifikansi 0,05.
Namun, likuiditas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hasil regresi menunjukkan koefisien sebesar 0,005477 dengan probabilitas 0,0000. Artinya, kemampuan perusahaan mengelola aset lancar dan memenuhi kewajiban jangka pendek berkaitan dengan kemampuan menghasilkan laba.
Analisis lebih lanjut menemukan bahwa profitabilitas menjadi jalur yang menghubungkan likuiditas dengan nilai perusahaan. Sobel test menghasilkan t-statistic 2,2945 dan p-value 0,02176. Karena nilainya berada di bawah 0,05, profitabilitas terbukti memediasi hubungan antara likuiditas dan nilai perusahaan.
Dengan kata lain, likuiditas yang baik tidak otomatis membuat perusahaan memiliki nilai pasar lebih tinggi. Manfaatnya lebih terlihat ketika sumber daya jangka pendek tersebut mampu mendukung kegiatan operasional, meningkatkan laba, dan pada akhirnya memperkuat persepsi investor.
Utang tidak terbukti menjadi penentu nilai perusahaan
Berbeda dengan profitabilitas, solvabilitas tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas maupun nilai perusahaan. DER memiliki probabilitas 0,3204 dalam model nilai perusahaan dan 0,09942 dalam model profitabilitas. Keduanya berada di atas batas signifikansi 0,05.
Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan tingkat utang perusahaan tidak cukup menjelaskan perubahan nilai perusahaan pada sektor consumer non-cyclicals selama periode pengamatan. Profitabilitas juga tidak terbukti menjadi perantara hubungan antara solvabilitas dan nilai perusahaan. Sobel test menghasilkan p-value 0,99414733, jauh di atas batas signifikansi 0,05.
Peneliti menilai investor kemungkinan lebih memperhatikan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dan mempertahankan kinerja operasional dibandingkan sekadar melihat struktur utangnya.
Implikasi bagi perusahaan dan investor
Bagi perusahaan consumer non-cyclicals, temuan ini menunjukkan pentingnya menjaga likuiditas pada tingkat yang tepat. Likuiditas yang terlalu tinggi tidak selalu berarti kondisi perusahaan semakin baik. Dana yang terlalu besar tetapi tidak digunakan secara produktif dapat menunjukkan bahwa sumber daya perusahaan belum dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, perusahaan perlu lebih berfokus pada efisiensi penggunaan aset, pengendalian biaya, dan peningkatan kemampuan menghasilkan laba. Profitabilitas terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan dengan nilai perusahaan.
Bagi investor, hasil penelitian memberikan pesan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba perlu mendapat perhatian lebih besar ketika mengevaluasi prospek investasi. Rasio likuiditas dan solvabilitas tetap penting untuk memahami kondisi keuangan perusahaan, tetapi dalam penelitian ini keduanya tidak terbukti secara langsung menjadi penentu nilai perusahaan.
Penelitian ini juga membuka ruang bagi studi berikutnya. Peneliti menyarankan agar penelitian mendatang mempertimbangkan faktor lain seperti ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan variabel ekonomi eksternal, serta memperpanjang periode pengamatan agar hasil yang diperoleh lebih luas.
Profil Penulis
Khofifah Nur’Aini — Universitas Mercu Buana. Penulis merupakan penulis utama dan corresponding author artikel. Informasi pada artikel tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik penulis secara terpisah.
Iwan Firdaus — Universitas Mercu Buana. Penulis kedua dalam artikel. Artikel tidak memberikan keterangan mengenai gelar akademik dan bidang keahlian spesifiknya.
Sumber Penelitian
Judul artikel: The Effect of Liquidity and Solvency on the Firm Value of Consumer Non-Cyclicals Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange: The Mediating Role of Profitability
Penulis: Khofifah Nur’Aini dan Iwan Firdaus
Afiliasi: Universitas Mercu Buana
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 6
Tahun: 2026
Halaman: 797–810
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i7.14
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar