Penguatan Ekonomi Desa Lewat Agroindustri Kopi dan Teknologi Tepat Guna di Lahat

Ilustrasi by AI

Tim peneliti dari Stisipol Candradimuka yang dipimpin oleh Deby Chintia Hestiriniah bersama rekan-rekan melaksanakan program penguatan ekonomi perdesaan melalui pengembangan agroindustri kopi berbasis teknologi tepat guna di Desa Keban Agung, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, pada periode Januari hingga April 2026. Program ini krusial untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa yang selama ini terkendala rendahnya produktivitas dan pengelolaan pascapanen yang masih tradisional.

Sebagian besar warga Desa Keban Agung menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kopi robusta secara turun-temurun. Namun, praktik pertanian monokultur tanpa inovasi berkelanjutan serta penggunaan pupuk kimia berlebih telah menurunkan kualitas tanah dan produktivitas lahan dari tahun ke tahun. Selain itu, ketiadaan sarana pengolahan pascapanen yang memadai memaksa petani menjual hasil panen dalam bentuk biji kopi mentah kepada pengepul dengan harga jual yang rendah.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, program pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 55 peserta, terdiri atas kelompok tani, perangkat desa, serta perwakilan perempuan dan pemuda. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sistem tanam tumpang sari (tumpangsari) untuk menjaga kesuburan tanah, pendampingan penggunaan mesin pengolahan pascapanen seperti mesin huller, serta pelatihan desain merek dan pemasaran digital.

Hasil utama dari pelaksanaan program ini menunjukkan pencapaian yang signifikan:

  • Meningkatnya pemahaman petani terhadap konsep pertanian berkelanjutan dan teknik konservasi tanah melalui sistem tumpang sari.
  • Terjadinya peningkatan kualitas dan nilai jual produk biji kopi berkat penerapan teknologi pengolahan pascapanen.
  • Meluasnya akses pasar produk kopi lokal ke luar wilayah Kabupaten Lahat melalui penerapan strategi pemasaran berbasis digital.
  • Terlibatnya kaum perempuan dalam pengemasan produk serta partisipasi aktif pemuda desa dalam promosi media sosial secara inklusif.

Menurut Deby Chintia Hestiriniah dan tim peneliti dari Stisipol Candradimuka, pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat ini berhasil menumbuhkan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya memangkas ketergantungan petani pada pupuk kimia dan tengkulak, tetapi juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam aspek pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, serta penanganan perubahan iklim. Pemerintah daerah dan institusi pendidikan diharapkan dapat terus memberikan pendampingan lanjutan serta memperkuat kelembagaan kelompok tani demi menjaga daya saing agroindustri kopi lokal.

Profil Singkat Penulis

  • Deby Chintia Hestiriniah, Lishapsari Prihatini, Nopriawan Mahriadi, Ahmad Roziqin – Akademisi dan Peneliti dari Stisipol Candradimuka, Indonesia.
  • Weria Handyani, Fernando Agung Pribadi – Peneliti dari Program Magister Ilmu Administrasi Publik Stisipol Candradimuka, Indonesia.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar