Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Mojokerto - Pengaruh Kompetensi Gen Z dan Budaya Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan di CV. Sinar Mojokerto. Penelitian yang dilakukan oleh Totok Yulaidin, Nanang Andhiyan Mergining Mei, Ariani Alvi Anita, dan Octavia Refriyanti dari Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa kombinasi antara kompetensi individu dan budaya kerja yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z secara signifikan meningkatkan produktivitas kerja .
Latar Belakang: Mengelola Generasi Z di Era Digitalisasi Percetakan
Persaingan bisnis di era digital menuntut industri percetakan untuk terus meningkatkan efisiensi dan kualitas produk . Pengadopsian teknologi mesin canggih tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang terampil dan adaptif . Karena ketergantungan yang tinggi pada teknologi digital yang terus berkembang, perusahaan seperti CV. Sinar Mojokerto mendominasi struktur tenaga kerjanya dengan karyawan dari Generasi Z . Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, memiliki tingkat literasi digital dan kreativitas yang tinggi . Namun, mereka juga memiliki karakteristik perilaku yang berbeda dari generasi sebelumnya, seperti menyukai komunikasi yang terbuka, lingkungan kerja kolaboratif, serta fleksibilitas . Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya dituntut untuk mengasah kompetensi teknis karyawan, tetapi juga harus menciptakan budaya organisasi yang selaras dengan nilai-nilai Generasi Z agar produktivitas perusahaan dapat dicapai secara maksimal .
Metodologi Penelitian: Pendekatan Kuantitatif Saturated Sampling
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh variabel kompetensi dan budaya kerja Generasi Z terhadap produktivitas .
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kompetensi dan budaya kerja Generasi Z, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan .
Temuan ini memberikan kontribusi praktis yang penting bagi para pemilik usaha, manajer sumber daya manusia, dan pembuat kebijakan operasional perusahaan . Di tengah pergeseran demografi tenaga kerja, investasi pada pelatihan keterampilan teknis saja tidak cukup . Perusahaan harus membentuk budaya kerja inklusif yang memfasilitasi komunikasi dua arah, kerja sama tim, serta keseimbangan kerja . Lingkungan kerja yang menghargai kebebasan berorientasi hasil dan kolaborasi akan meningkatkan keterikatan (engagement) Generasi Z, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan output dan efisiensi operasional perusahaan .
Profil Penulis
Totok Yulaidin, S.E., M.M. adalah dosen dan peneliti di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dengan keahlian di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi .
Nanang Andhiyan Mergining Mei, S.E., M.M. merupakan akademisi dan peneliti di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto yang berfokus pada Manajemen Bisnis dan Analisis Operasional .
Ariani Alvi Anita, S.E., M.M. adalah peneliti di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dengan spesialisasi pengembangan kinerja organisasi dan kebudayaan kerja .
Octavia Refriyanti, S.E., M.M. adalah peneliti dan akademisi di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto yang mendalami bidang strategi manajemen dan transformasi bisnis digital .
Sumber Penelitian
Totok Yulaidin, Nanang Andhiyan Mergining Mei, Ariani Alvi Anita, Octavia Refriyanti. The Effect of Generation Z Competencies and Work Culture on Employee Productivity at CV. Sinar Mojokerto. Asian Journal of Management Analytics (AJMA). Vol. 5, No. 3 2026 Hal 649-658
DOI:https://doi.org/10.55927/ajma.v5i3.16741
URL:https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma
Latar Belakang: Mengelola Generasi Z di Era Digitalisasi Percetakan
Persaingan bisnis di era digital menuntut industri percetakan untuk terus meningkatkan efisiensi dan kualitas produk
Metodologi Penelitian: Pendekatan Kuantitatif Saturated Sampling
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh variabel kompetensi dan budaya kerja Generasi Z terhadap produktivitas
- Teknik Sampling: Peneliti menerapkan metode total sampling (sampel jenuh), di mana seluruh populasi karyawan CV. Sinar Mojokerto yang berjumlah 60 orang dijadikan responden
. - Komposisi Responden: Responden mencakup 38 staf produksi (63,3%), 10 administrator (16,7%), 8 desainer grafis (13,3%), dan 4 pimpinan departemen (6,7%)
. - Pengumpulan Data: Data primer diperoleh melalui kuesioner terstruktur dan wawancara
. Pengukuran kompetensi mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap . Budaya kerja diukur melalui indikator disiplin, etika kerja, kerja sama tim, dan kepatuhan pada SOP . Sementara itu, produktivitas diukur dari kemampuan, peningkatan hasil kerja, semangat kerja, pengembangan diri, kualitas, dan efisiensi . - Pengujian Data: Seluruh instrumen telah lolos uji validitas dan uji reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,974, serta memenuhi asumsi normalitas, linearitas, dan bebas dari multicollinearity
.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kompetensi dan budaya kerja Generasi Z, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan
- Dampak Kompetensi Karyawan: Kompetensi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas ($t = 5,269; p < 0,001$) dengan koefisien regresi sebesar 0,564
. Penguasaan teknologi, kemampuan memecahkan masalah, dan komunikasi yang efektif mempercepat penyelesaian tugas percetakan . - Dampak Budaya Kerja Generasi Z: Budaya kerja yang selaras dengan karakteristik Generasi Z berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas ($t = 5,859; p < 0,001$) dengan koefisien regresi sebesar 0,554
. Menariknya, koefisien standar ($\beta = 0,504$) untuk budaya kerja lebih tinggi dibandingkan kompetensi ($\beta = 0,453$) . Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang mendukung berpengaruh sedikit lebih kuat dalam mendorong produktivitas dibandingkan keterampilan teknis semata . - Pengaruh Simultan: Secara bersama-sama, kompetensi dan budaya kerja Generasi Z berkontribusi sebesar 74,7% ($R^2 = 0,747; F = 84,156$) terhadap produktivitas karyawan di CV. Sinar Mojokerto
. Sisa 25,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian .
Temuan ini memberikan kontribusi praktis yang penting bagi para pemilik usaha, manajer sumber daya manusia, dan pembuat kebijakan operasional perusahaan
Profil Penulis
Totok Yulaidin, S.E., M.M. adalah dosen dan peneliti di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dengan keahlian di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi
Nanang Andhiyan Mergining Mei, S.E., M.M. merupakan akademisi dan peneliti di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto yang berfokus pada Manajemen Bisnis dan Analisis Operasional
Ariani Alvi Anita, S.E., M.M. adalah peneliti di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dengan spesialisasi pengembangan kinerja organisasi dan kebudayaan kerja
Octavia Refriyanti, S.E., M.M. adalah peneliti dan akademisi di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto yang mendalami bidang strategi manajemen dan transformasi bisnis digital
Sumber Penelitian
Totok Yulaidin, Nanang Andhiyan Mergining Mei, Ariani Alvi Anita, Octavia Refriyanti. The Effect of Generation Z Competencies and Work Culture on Employee Productivity at CV. Sinar Mojokerto. Asian Journal of Management Analytics (AJMA). Vol. 5, No. 3 2026 Hal 649-658
DOI:
URL:

0 Komentar