Penerapan Inovasi dalam Pengolahan Produk Perikanan Bernilai Tambah Berbasis Karang Taruna dalam Mendukung Perekonomian Pariwisata Pesisir Pulau Karampuang

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Sulawesi Barat - Inovasi Olahan Ikan Pemuda Karampuang Bangkitkan Ekonomi Wisata Pesisir Sulawesi Barat. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Widya Utami, Femiliani Novitasari, Hardianti Nur, dan Mu'fidatul Nurul Hajjad dari Universitas Muhammadiyah Mamuju dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa program pemberdayaan berbasis teknologi pengolahan hasil perikanan pada tahun 2026. Program ini terbukti mampu mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk kuliner bernilai tambah, meningkatkan keterampilan pemuda lokal, serta memperkuat ekosistem pariwisata pesisir.

Mempererat Hubungan Sektor Perikanan dan Pariwisata Pulau
Pulau Karampuang berjarak sekitar 4,1 kilometer dari Pelabuhan Pelelangan Ikan Kasiwa dan menjadi destinasi wisata favorit akhir pekan warga Kota Mamuju. Meskipun kunjungan wisatawan terus mengalir, manfaat ekonominya belum dirasakan secara merata oleh kelompok pemuda pulau. Sebagian besar hasil tangkapan nelayan dijual langsung dalam kondisi segar tanpa proses pengolahan, sementara sektor wisata belum didukung oleh oleh-product kuliner khas yang berdaya saing. Ketiadaan lapangan kerja produktif memicu sebagian pemuda Pulau Karampuang merantau ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan.

Organisasi pemuda setempat, Karang Taruna Desa Karampuang, sebenarnya memiliki peran strategis tetapi terkendala oleh keterbatasan fasilitas produksi, sanitasi, dan keterampilan manajemen usaha
. Untuk menyelesaikan persoalan ini, para peneliti dari Universitas Muhammadiyah Mamuju merancang program pendampingan komprehensif selama enam bulan dengan delapan kali kunjungan lapangan.

Metodologi penelitian dan pendampingan ini dilakukan secara partisipatif melalui enam tahapan utama
:
  • Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi: Melibatkan 25 anggota Karang Taruna, pemerintah desa, nelayan penyedia bahan baku, dan pengelola jasa perahu wisata.
  • Pelatihan Kapasitas Usaha: Memberikan edukasi terkait teknik pengolahan perikanan, standar higiene sanitasi (Good Manufacturing Practices), serta dasar branding.
  • Penerapan Teknologi Tepat Guna: Menyerahkan dan melatih penggunaan mesin peniris minyak (spinner), pengemas hampa udara (vacuum sealer), dan pelumat daging (blender/meat grinder).
  • Pendampingan Produksi dan Pemasaran: Membantu penentuan harga pokok penjualan, pengawasan mutu, serta pembuatan saluran pemasaran digital.
  • Evaluasi Program: Mengukur tingkat pengetahuan peserta (pre-test dan post-test), pengujian mutu produk, serta analisis kelayakan usaha.
  • Keberlanjutan Usaha: Menyusun standar operasional prosedur (SOP) dan memfasilitasi kemitraan jaringan distribusi lokal.
Lonjakan Keterampilan Produksi Melalui Teknologi Tepat Guna

Penerapan alat pengolahan modern secara langsung menyelesaikan kendala teknis yang selama ini dihadapi pemuda Karampuang. Penggunaan mesin peniris minyak berhasil menguras sisa minyak goreng pada produk, sedangkan pengemas hampa udara menjaga kerenyahan snack saat didistribusikan melintasi laut menuju Kota MamujuPengukuran berkala selama tiga siklus produksi menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas peserta:

  • Pengetahuan Pangan: Pemahaman peserta meningkat dari skor rata-rata 48,6 menjadi 84,2, yang setara dengan nilai Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,69 (kategori sedang mendekati tinggi).
  • Keterampilan Praktis: Kemampuan operasional alat dan penerapan sanitasi meningkat dari skala 1,97 menjadi 3,48 pada skala 1–4 (kategori Sangat Baik).
  • Kapasitas Produksi: Karang Taruna mampu memproduksi 30 kilogram olahan per bulan, yang terdiri dari 20 kg abon ikan dan 10 kg stik ikan.
Hasil Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Ekonomi
Diversifikasi hasil tangkapan menjadi produk olahan terbukti melipatgandakan pendapatan masyarakat. Penjualan ikan segar secara langsung hanya menghasilkan Rp25.000 per kilogram. Melalui proses pengolahan, empat kilogram ikan segar seharga Rp100.000 dapat diolah menjadi satu kilogram abon ikan (10 kemasan ukuran 100 gram) dengan total nilai jual mencapai Rp300.000Usaha gabungan ini menghasilkan rasio Revenue Cost (R/C) sebesar 1,56, yang bermakna setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 mendatangkan penerimaan sebesar Rp1,56. Nilai R/C di atas 1,00 menegaskan bahwa unit bisnis UMKM Karang Taruna ini sangat layak untuk dikembangkan lebih lanjutSecara sosial, unit bisnis ini berhasil mengaktifkan 12 pemuda lokal secara langsung dalam rantai produksi, pengemasan, dan pemasaran digital. Kemasan produk yang dilengkapi identitas ikonik Pulau Karampuang juga berfungsi ganda sebagai media promosi destinasi wisata.

Profil Penulis
Widya Utami, S.Pi., M.Si. Universitas Muhammadiyah Mamuju. Bidang Keahlian: Teknologi Hasil Perikanan, Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, dan Pengelolaan Sumber Daya Perairan.
Femiliani Novitasari, S.E., M.M. Universitas Muhammadiyah Mamuju. Bidang Keahlian: Kewirausahaan, Pengembangan UMKM, dan Strategi Pemasaran.
Hardianti Nur, S.TP., M.Si. Universitas Muhammadiyah Mamuju. Bidang Keahlian: Teknologi Pengolahan Pertanian dan Standar Keamanan Pangan

Mu'fidatul Nurul Hajjad, S.Kom., M.Kom. Universitas Muhammadiyah Mamuju. Bidang Keahlian: Pemasaran Digital, Teknologi Informasi, dan Branding Visual

Sumber Penelitian
Widya Utami, Femiliani Novitasari, Hardianti Nur, Mu'fidatul Nurul HajjadThe Implementation of Innovations in the Processing of Value-Added Fishery Products Based on Karang Taruna in Supporting the Coastal Tourism Economy of Karampuang Island. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 8, Tahun 2026, halaman 551-564
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.54
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar