Pendidikan tentang Penerapan Digitalisasi Pembayaran Transaksi dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas UMKM di Wilayah Desa Kademangan, Cianjur, Jawa Barat

Gambar Ilsustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Riset UKI di Cianjur: 100 Persen UMKM Pasif Pakai QRIS Akibat Kendala Pencairan Dana dan Biaya MDR. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Riwandari Juniasti, Edison Siregar, Trihanna Keyza R, Feliks Setia Wau, Selvia De Wana dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa fakta lapangan mengenai adopsi pembayaran digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kademangan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ketiadaan pencairan dana secara real-time dan risiko kegagalan sistem transaksi menjadi faktor utama yang menghambat efisiensi bisnis skala mikro
. Di Desa Kademangan, sebagian besar pelaku usaha menggantungkan operasional pada transaksi tunai konvensional yang kerap memicu persoalan seperti kesulitan uang kembalian, pembukuan yang tidak rapi, hingga risiko kehilangan uang. Oleh karena itu, edukasi serta penguatan literasi keuangan digital sangat dibutuhkan agar potensi ekonomi desa mulai dari sektor pertanian, kuliner, hingga kerajinan lokal dapat berkembang lebih optimal.

Metodologi riset lapangan ini dirancang secara sistematis melalui lima tahapan utama
. Tim peneliti memulai dengan observasi awal pada 24 September 2024 untuk memetakan pemanfaatan QRIS dan pemasaran digital. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan sosialisasi dan kuliah umum pada 22–24 Oktober 2024, demonstrasi penggunaan platform digital, hingga praktik langsung yang melibatkan mahasiswa pendamping. Sebagai bentuk evaluasi, peneliti menyebarkan kuesioner kepada 20 UMKM (mewakili 30,8% dari total 65 UMKM di Desa Kademangan) serta mengukur peningkatan pemahaman peserta melalui pengisian pre-test dan post-test.

Hasil riset tersebut memetakan beberapa temuan kunci mengenai perilaku dan kendala UMKM dalam mengadopsi teknologi pembayaran digital:
  • Penggunaan QRIS Masih Pasif: Sebanyak 100% pedagang hanya melayani pembayaran non-tunai jika ada permintaan langsung dari pembeli, bukan menawarkannya secara aktif.
  • Pencairan Dana Lambat: Proses transfer dana yang tidak real-time memicu keraguan pedagang untuk mendorong transaksi digital.
  • Kasus Kesalahan Transaksi: Sebanyak 15% responden pernah mengalami transaction error, di mana dana konsumen tidak tercatat di rekening pedagang meskipun pembeli sudah menunjukkan bukti transfer.
  • Resistensi Biaya MDR (Merchant Discount Rate): Seluruh responden (100%) keberatan terhadap pemotongan biaya transaksi. Bahkan, 25% pelaku UMKM membebankan biaya tambahan sebesar Rp1.000 per transaksi kepada konsumen.
  • Keberhasilan Pemasaran Digital: Program pendampingan ini berhasil menjangkau 22 UMKM dengan total 63 peserta. Hasilnya, para pelaku usaha mulai aktif memanfaatkan akun Instagram Business, WhatsApp Business, Shopee, dan TikTok Shop yang terbukti meningkatkan omzet penjualan mereka.
Implikasi dari riset ini sangat mendasar bagi pengambil kebijakan publik, penyedia jasa pembayaran, dan Bank Indonesia. Kecepatan pencairan dana serta jaminan keamanan transaksi digital menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan para pedagang kecil. Selain itu, kebijakan terkait skema insentif atau subsidi biaya MDR bagi pelaku usaha mikro dinilai perlu dipertimbangkan agar tidak membebani konsumen maupun pemilik usaha. Sinergi antara pemasaran digital dan sistem transaksi yang efisien terbukti mampu meningkatkan daya saing UMKM serta mempercepat inklusi keuangan di wilayah pedesaan.

Profil Penulis Utama:

Riwandari Juniasti, S.E., M.M., merupakan dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Kristen Indonesia (UKI). Ia berfokus pada bidang keahlian manajemen bisnis, kewirausahaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digitalisasi UMKM.
Dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini, ia bekerja sama dengan Edison Siregar, Trihanna Keyza R, Feliks Setia Wau, dan Selvia De Wana
.

Sumber Penelitian:
Riwandari Juniasti, Edison Siregar, Trihanna Keyza R, Feliks Setia Wau, Selvia De Wana Education on the Implementation of Transaction Payment Digitalization in an Effort to Increase the Productivity of MSMEs in the Kademangan Village Area, Cianjur, West Java. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 8, Tahun 2026, halaman 541–550
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.60
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar