Pembinaan Disiplin dan Motivasi Kerja Meningkatkan Kinerja Bidan Desa di Cireunghas

Ilustrasi by AI

Sukabumi — Pembinaan disiplin dan motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bidan desa di Puskesmas Cireunghas. Temuan tersebut berasal dari penelitian Raika Koswara dan Dian Lestari dari Master of Economic and Business, Jenderal Achmad Yani University. Penelitian melibatkan 33 bidan desa di Puskesmas Cireunghas dan menunjukkan bahwa konsistensi dalam pembinaan disiplin serta penguatan motivasi kerja dapat membantu meningkatkan kinerja tenaga kesehatan sekaligus mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bidan desa memiliki posisi penting dalam pelayanan kesehatan tingkat masyarakat. Mereka berhubungan langsung dengan warga dan menjalankan berbagai layanan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, serta program promotif dan preventif di wilayah kerja Puskesmas. Karena itu, kualitas kinerja bidan desa menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Namun, peneliti menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan bidan desa di Puskesmas Cireunghas. Beberapa bidan masih datang terlambat, tidak menyelesaikan pekerjaan administratif sesuai waktu yang ditentukan, belum selalu mematuhi peraturan kerja, dan kurang memiliki inisiatif untuk menyelesaikan tugas tanpa pengawasan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja tenaga kesehatan tidak hanya dipengaruhi kemampuan teknis, tetapi juga oleh bagaimana organisasi membangun kedisiplinan dan menjaga motivasi kerja.

Dalam penelitian ini, pembinaan disiplin dipandang sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya manusia yang bertujuan membentuk perilaku kerja agar sesuai dengan aturan, prosedur, dan standar organisasi. Penerapannya dapat dilakukan melalui penegakan peraturan, pengawasan, pemberian sanksi secara konsisten, serta pembinaan secara berkelanjutan. Sementara itu, motivasi kerja dipahami sebagai dorongan dari dalam diri maupun lingkungan kerja yang membuat seseorang bersedia menjalankan tugas dengan semangat, tanggung jawab, dan komitmen.

Kinerja bidan desa dalam penelitian ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga keberhasilan mereka menjalankan tanggung jawab pelayanan kesehatan sesuai standar operasional dan target yang ditetapkan Puskesmas. Dengan demikian, peningkatan kinerja berkaitan langsung dengan kemampuan fasilitas kesehatan memastikan tenaga kesehatan bekerja secara disiplin sekaligus memiliki dorongan untuk memberikan pelayanan secara optimal.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Seluruh 33 bidan desa yang menjadi populasi penelitian sekaligus dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dilengkapi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa instrumen penelitian layak digunakan. Seluruh butir pertanyaan memiliki nilai r hitung lebih besar daripada r tabel sebesar 0,2913 sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas juga menunjukkan hasil yang baik. Variabel pembinaan disiplin memiliki Cronbach’s Alpha sebesar 0,869, motivasi kerja sebesar 0,806, dan kinerja sebesar 0,863. Seluruh nilai tersebut berada di atas 0,70 sehingga instrumen dinilai reliabel.

Pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi persyaratan analisis. Uji normalitas menghasilkan nilai signifikansi 0,822, lebih besar dari 0,05. Uji multikolinearitas menghasilkan nilai tolerance 0,357 dan Variance Inflation Factor sebesar 2,798, sehingga tidak ditemukan masalah multikolinearitas. Pengujian heteroskedastisitas juga tidak menunjukkan adanya masalah karena nilai signifikansi seluruh variabel berada di atas 0,05.

Hasil regresi linear berganda menunjukkan persamaan Y = 1,230 + 0,367 X1 + 0,661 X2, dengan Y sebagai kinerja, X1 sebagai pembinaan disiplin, dan X2 sebagai motivasi kerja. Koefisien positif pada kedua variabel menunjukkan bahwa peningkatan pembinaan disiplin dan motivasi kerja diikuti peningkatan kinerja bidan desa. Koefisien motivasi kerja sebesar 0,661 juga lebih besar daripada koefisien pembinaan disiplin sebesar 0,367 dalam model regresi yang digunakan.

Kekuatan hubungan tersebut terlihat dari nilai R Square sebesar 0,960 atau 96 persen. Artinya, pembinaan disiplin dan motivasi kerja secara bersama-sama mampu menjelaskan 96 persen variasi kinerja bidan desa dalam model penelitian. Sementara itu, sekitar 4 persen dipengaruhi faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian. Nilai R sebesar 0,980 juga menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel independen dan kinerja.

Uji parsial semakin memperkuat hasil tersebut. Pembinaan disiplin menghasilkan nilai t hitung sebesar 9,190, lebih tinggi dibandingkan t tabel 1,695, dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembinaan disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bidan desa. Dengan kata lain, semakin konsisten Puskesmas membangun kepatuhan terhadap aturan, melakukan pengawasan, dan menerapkan pembinaan, semakin baik pula kinerja bidan desa.

Motivasi kerja juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai t hitung mencapai 8,256, lebih tinggi dibandingkan t tabel 1,695, dengan signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa bidan desa yang memiliki motivasi kerja lebih tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik. Motivasi dapat mendorong semangat, komitmen, tanggung jawab, serta kemauan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif.

Ketika kedua faktor diuji secara bersamaan, hasilnya tetap menunjukkan pengaruh yang sangat kuat. Uji F menghasilkan nilai F hitung sebesar 383,728, jauh lebih besar dibandingkan F tabel sebesar 3,32, dengan signifikansi 0,000. Hasil tersebut membuktikan bahwa pembinaan disiplin dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bidan desa di Puskesmas Cireunghas.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional, tetapi juga sistem kerja yang mampu membangun kedisiplinan dan motivasi. Pembinaan disiplin dapat membantu memastikan tugas dilaksanakan sesuai aturan dan standar pelayanan, sedangkan motivasi memberikan dorongan agar bidan menjalankan tanggung jawab dengan lebih bersemangat dan konsisten.

Bagi Puskesmas, hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam memperkuat manajemen sumber daya manusia. Peneliti merekomendasikan penerapan aturan secara konsisten, pengawasan yang efektif, serta pemberian penghargaan dan sanksi secara adil. Langkah tersebut perlu dilakukan bersama dengan upaya meningkatkan motivasi melalui pengakuan terhadap kinerja, kesempatan mengikuti pelatihan, dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena bidan desa bekerja langsung di tengah masyarakat. Kinerja mereka dapat berpengaruh terhadap kelancaran pelayanan kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, serta kegiatan promotif dan preventif. Ketika kedisiplinan dan motivasi dapat dipelihara secara konsisten, Puskesmas memiliki peluang lebih besar untuk memastikan layanan diberikan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat.

Penelitian ini juga membuka ruang bagi penelitian berikutnya. Koswara dan Lestari merekomendasikan agar penelitian mendatang mempertimbangkan faktor lain seperti gaya kepemimpinan, beban kerja, lingkungan kerja, kepuasan kerja, kompetensi profesional, budaya organisasi, dan dukungan organisasi. Penelitian dengan jumlah responden yang lebih besar serta melibatkan beberapa Puskesmas juga dinilai dapat menghasilkan gambaran yang lebih luas dan representatif.

Secara keseluruhan, penelitian Raika Koswara dan Dian Lestari menunjukkan bahwa pembinaan disiplin dan motivasi kerja merupakan dua faktor penting dalam meningkatkan kinerja bidan desa. Hasil penelitian memperlihatkan pengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan. Bagi Puskesmas Cireunghas, penguatan kedua aspek tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan tenaga kesehatan untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penulis

Raika Koswara — Jenderal Achmad Yani University.

Dian Lestari — Jenderal Achmad Yani University.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Influence of Disciplinary Development and Work Motivation on the Performance of Village Midwives at Cireunghas Community Health

Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 8, 2026, halaman 1931–1942.

DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i8.134

Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr


Posting Komentar

0 Komentar