FORMOSA NEWS - Jakarta - Pelatihan Akuntansi SAK-EMKM Bantu UMKM Fashion Jakarta Barat Kelola Keuangan dan Hitung Keuntungan Bisnis Secara Akurat. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Rousilita Suhendah bersama Aurelia Janet Kwelju dan Isuan Jayanti dari Universitas Tarumanagara dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa karena laporan keuangan standar menjadi kunci utama bagi UMKM untuk mengetahui tingkat keuntungan usaha secara pasti, menjaga keberlangsungan bisnis, hingga mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan .
Banyak pelaku UMKM, khususnya di sektor industri fashion, masih menghadapi kendala mendasar dalam pengelolaan keuangan . Sebagian besar dari mereka hanya mencatat transaksi penjualan dan pengeluaran secara tunggal (single-entry) di dalam buku harian kas berbasis tunai . Masalah utamanya adalah pencatatan keuangan pribadi dan keuangan bisnis masih sering tercampur . Akibatnya, pemilik usaha kesulitan menghitung jumlah aset, utang, modal, serta keuntungan bersih yang diperoleh pada akhir periode . Ketiadaan pencatatan yang terstruktur ini sering kali membuat perkembangan bisnis UMKM menjadi stagnan .
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan metodologi Participatory Action Research (PAR) . Pendekatan ini melibatkan mitra usaha secara langsung, yaitu toko fashion wanita Fortune Season Collections di Jakarta Barat . Pelatihan dirancang secara tatap muka sebanyak dua sesi, masing-masing berdurasi sekitar dua jam . Sebelum sesi pelatihan dimulai, tim memberikan modul panduan sederhana yang mudah dipahami . Pelatihan meliputi penyampaian teori pengelolaan keuangan dasar, praktik pencatatan transaksi ke dalam jurnal dan buku besar, hingga simulasi penyusunan laporan keuangan standar .
Melalui pendampingan intensif ini, pelaku usaha berhasil menyusun laporan keuangan berbasis SAK-EMKM yang terdiri dari beberapa elemen penting :
Jurnal Transaksi dan Buku Besar: Mencatat seluruh aktivitas penjualan tunai, penjualan kredit, pembelian persediaan, serta beban operasional .
. Dengan kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, pemilik usaha kini memiliki gambaran yang jelas mengenai kinerja finansial perusahaan . Laporan keuangan yang transparan dan akuntabel tidak hanya membantu dalam merumuskan strategi bisnis jangka panjang, tetapi juga membuka peluang besar bagi UMKM untuk mengajukan tambahan modal usaha ke pihak perbankan maupun pemerintah .
Profil Penulis
Rousilita Suhendah, S.E., M.Si., Ak., CA. – Dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara dengan keahlian di bidang Akuntansi Keuangan dan Pengabdian Masyarakat .
Aurelia Janet Kwelju – Peneliti dan akademisi dari Universitas Tarumanagara .
Isuan Jayanti – Peneliti dan akademisi dari Universitas Tarumanagara .
Sumber Penelitian
Rousilita Suhendah, Aurelia Janet Kwelju, Isuan Jayanti. Empowerment and Strengthening Accounting Training for Fashion MSMEs. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 6 (2026), hal. 477-492
DOI:https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i7.51
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
Banyak pelaku UMKM, khususnya di sektor industri fashion, masih menghadapi kendala mendasar dalam pengelolaan keuangan
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan metodologi Participatory Action Research (PAR)
Melalui pendampingan intensif ini, pelaku usaha berhasil menyusun laporan keuangan berbasis SAK-EMKM yang terdiri dari beberapa elemen penting
Jurnal Transaksi dan Buku Besar: Mencatat seluruh aktivitas penjualan tunai, penjualan kredit, pembelian persediaan, serta beban operasional
- Laporan Laba Rugi: Menghitung pendapatan bersih dengan mengurangkan beban pokok penjualan dan beban operasional
. Berdasarkan simulasi kasus usaha mitra, tercatat pendapatan operasi sebesar Rp1,2 juta dari total penjualan Rp3,5 juta . - Laporan Perubahan Ekuitas: Menunjukkan pertumbuhan modal pemilik usaha dari modal awal Rp10 juta menjadi Rp11,2 juta setelah ditambah laba bersih
. - Laporan Posisi Keuangan (Neraca): Menampilkan keseimbangan antara total aset (kas Rp5,8 juta, piutang Rp1,5 juta, persediaan Rp3,9 juta) sebesar Rp11,2 juta dengan total ekuitas dan utang
.
Profil Penulis
Rousilita Suhendah, S.E., M.Si., Ak., CA. – Dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara dengan keahlian di bidang Akuntansi Keuangan dan Pengabdian Masyarakat
Aurelia Janet Kwelju – Peneliti dan akademisi dari Universitas Tarumanagara
Isuan Jayanti – Peneliti dan akademisi dari Universitas Tarumanagara
Sumber Penelitian
Rousilita Suhendah, Aurelia Janet Kwelju, Isuan Jayanti. Empowerment and Strengthening Accounting Training for Fashion MSMEs. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 6 (2026), hal. 477-492
DOI:
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

0 Komentar