Modernisasi Industri Keripik Pisang Kediri: Integrasi Teknologi Mekanisasi dan Akuntabilitas Pelaporan Keuangan Digital untuk Mewujudkan Kemandirian Bisnis yang Berkelanjutan

Gambar Ilustration AI

FORMOSA NEWS - Malang - Digitalisasi dan Mekanisasi UMKM Keripik Pisang Kediri Berhasil Memacu Kapasitas Production Dua Kali Lipat. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Atik Tri Andari bersama timnya (Salim Subarkah, Wiwiek Kusumaning Asmoro, Veri Hardinansyah Dja'far, Wiwik Mukholafatul Farida, dan Hanifah Puspita Sari dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa mengintegrasikan mesin pengupas dan pengiris pisang otomatis berdaya listrik serta aplikasi akuntansi berbasis awan Accurate Online.

Tantangan Efisiensi dan Akuntabilitas Usaha Lokal Kediri

Keripik pisang merupakan salah satu produk kuliner khas yang menjadi oleh-oleh unggulan Kota Kediri selain tahu takwa dan getuk pisang. Namun, banyak unit usaha mikro yang masih terkendala oleh proses pengelolaan konvensional. Salah satunya adalah UMKM Keripik Pisang "Callista" milik Ibu Tri Yuli Astuti yang berdiri sejak tahun 2014 di Mojoroto, Kota Kediri. Sebelum adanya intervensi teknologi, seluruh proses produksi di UMKM Callista dikerjakan secara manual. Untuk mengupas dan mengiris 5 kilogram pisang saja, pekerja membutuhkan waktu hingga 7 jam (4 jam pengupasan dan 3 jam pengirisan). Hal ini menyebabkan batas maksimal kapasitas produksi harian stagnan di angka 5 kg per hari dengan jam kerja efektif 8 jam. Selain memakan waktu lama, ketebalan irisan pisang secara manual menjadi tidak seragam sehingga memengaruhi tingkat kematangan saat digoreng. Di sisi lain, tata kelola keuangan usaha belum terorganisasi dengan baik. Keuangan pribadi pemilik dan operasional bisnis masih bercampur. Usaha ini juga tidak memiliki pencatatan jurnal maupun laporan keuangan periodik seperti laporan laba rugi, sehingga kinerja bisnis tidak terukur dan sulit memenuhi syarat administratif saat mengajukan akses permodalan ke lembaga keuangan atau perbankan.

Kombinasi Teknologi Tepat Guna dan Sistem Keuangan Berbasis
Cloud
Untuk mengatasi persoalan ganda tersebut, tim dari Politeknik Negeri Malang menerapkan metode pendekatan partisipatif yang terbagi ke dalam empat tahapan utama:

  • Analisis Situasi dan Perancangan Alat: Tim peneliti melakukan survei lapangan, analisis kebutuhan, dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bersama mitra untuk merancang spesifikasi mesin.
  • Pembuatan Mesin Pengupas dan Pengiris Otomatis: Tim merealisasikan mesin berbasis motor listrik induksi 1 Phase berkapasitas 0,18 KW ($1/4$ HP, 1400 RPM). Mesin ini dirancang untuk memproses pengupasan dan pengirisan pisang secara bersamaan dengan ketebalan presisi.
  • Pelatihan Pelaporan Keuangan Sederhana dan Digital: Tim memberikan pelatihan klasifikasi akun, pencatatan bukti transaksi, hingga pembuatan jurnal khusus. Pelatihan dilanjutkan dengan digitalisasi menggunakan aplikasi Accurate Online berbasis cloud.
  • Pendampingan dan Evaluasi (Usability Testing): Tim mendampingi pengoperasian mesin langsung di lokasi mitra di Mojoroto serta memantau penginputan data transaksi harian.
Lompatan Hasil: Produksi Naik 100% dan Transaksi Real-Time
Penerapan integrasi teknologi ini membawa perubahan dramatis pada kinerja operasional UMKM Callista. Hasil evaluasi mencatat beberapa poin kunci:
  • Peningkatan Kapasitas Produksi: Kapasitas pengolahan bahan baku pisang meningkat dua kali lipat, dari maksimal 5 kg menjadi 10 kg per hari.
  • Efisiensi Waktu dan Keseragaman Kualitas: Proses pengirisan menjadi jauh lebih cepat dan menghasilkan ketebalan pisang yang seragam, yang berdampak langsung pada kematangan yang merata saat digoreng.
  • Akuntabilitas Keuangan: Pemilik usaha mampu memisahkan keuangan pribadi dan bisnis serta mampu menyusun laporan keuangan yang terstruktur.
  • Pemantauan Real-Time: Penggunaan aplikasi Accurate Online memungkinkan pemilik monitor kondisi laba-rugi usaha secara langsung dari ponsel pintar tanpa menghabiskan waktu berjam-jam untuk rekapitulasi manual.
Implikasi Bagi Sektor UMKM dan Kebijakan Publik
Hasil riset ini membuktikan bahwa kombinasi mekanisasi sederhana dan digitalisasi manajemen dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Bagi pelaku usaha mikro, efisiensi produksi yang dipadukan dengan laporan keuangan akuntabel menjadi kunci utama untuk menembus pasar yang lebih luas dan mendapatkan fasilitas pembiayaan perbankan. Bagi pemerintah daerah dan pembuat kebijakan, pendekatan terpadu yang memadukan ranah teknis (mesin tepat guna) dan akuntansi digital terbukti jauh lebih efektif dibanding bantuan alat semata. Model pendampingan dari perguruan tinggi seperti ini mampu mendorong kemandirian bisnis lokal secara berkelanjutan.

Profil Penulis
Atik Tri Andari, S.E., M.S.A. (Penulis Utama & Koordinator): Dosen Politeknik Negeri Malang (PSDKU Polinema Kediri) dengan kepakaran di bidang Akuntansi Sektor Publik, Sistem Informasi Akuntansi, dan Pengelolaan Keuangan UMKM.
Salim Subarkah, S.T., M.T. (Anggota): Dosen Politeknik Negeri Malang dengan keahlian di bidang Teknik Mesin dan Teknologi Tepat Guna.
Wiewiek Kusumaning Asmoro, S.E., M.M. (Anggota): Dosen Politeknik Negeri Malang dengan keahlian di bidang Manajemen Keuangan dan Kewirausahaan.
Veri Hardinansyah Dja'far, S.E., M.S.A. (Anggota): Dosen Politeknik Negeri Malang dengan kepakaran di bidang Akuntansi Manajemen dan Auditing.
Wiwik Mukholafatul Farida, S.Pd., M.Pd. (Anggota): Dosen Politeknik Negeri Malang dengan fokus keahlian pada Pemberdayaan Masyarakat dan Edukasi.
Hanifah Puspita Sari, S.E., M.S.A. (Anggota): Dosen Politeknik Negeri Malang dengan keahlian di bidang Pelaporan Keuangan Digital dan Akuntansi UMKM.

Sumber Penelitian
Atik Tri Andari, Salim Subarkah, Wiwiek Kusumaning Asmoro, Veri Hardinansyah Dja'far, Wiwik Mukholafatul Farida, dan Hanifah Puspita SariModernization of the Kediri Banana Chips Industry: Integration of Mechanization Technology and Digital Financial Reporting Accountability to Achieve Sustainable Business Independence. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 6, 2026, Hal. 457–476.
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i7.49
URLhttps://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar