Mengapa Tata Kelola BUMDes Membutuhkan Model Pemberdayaan Sistemik di Era Digital?
Sebuah studi mendalam yang dilakukan oleh Muhammad Fadhil Junery, Siti Naaishah Hambali, dan Hainnur Aqma Rahim dari Universiti Islam Malaysia pada Juli 2026 mengungkapkan bahwa tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bengkalis masih terjebak pada kepatuhan administratif semata
Tantangan dan Akar Masalah di Lapangan
Keberadaan BUMDes sebenarnya memegang peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi desa
Banyak pengelola menjalankan fungsi keuangan berdasarkan pemahaman personal alih-alih dokumen standar yang baku
Pendekatan dan Temuan Utama Penelitian
Melalui pendekatan studi kasus eksploratif dan analisis jaringan komprehensif, riset ini merumuskan sejumlah temuan penting terkait prioritas strategis penataan BUMDes:
- Tata Kelola Digital sebagai Prioritas Utama: Transformasi digital menempati peringkat tertinggi dengan skor global 0,466 dan nilai sintesis BOCR sebesar 3,49, menjadikannya instrumen kunci untuk mempercepat pelaporan dan memperkuat transparansi
. - Penguatan Pengawasan Berbasis Risiko: Pengawasan internal menduduki peringkat kedua (skor global 0,277) guna mengubah fungsi kontrol dari sekadar stempel administratif menjadi pencegahan risiko yang objektif
. - Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Peningkatan kompetensi manajerial dan literasi keuangan pengelola menjadi fondasi penting untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar
. - Kolaborasi Institusional: Sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, lembaga pengawas, akademisi, dan masyarakat mutlak diperlukan agar BUMDes memiliki ekosistem pendukung yang berkelanjutan
.
Implikasi dan Manfaat Praktis bagi Masyarakat
Model pemberdayaan sistemik ini menawarkan pergeseran paradigma dari kepatuhan prosedur administratif menuju akuntabilitas substantif
Profil Penulis
- Muhammad Fadhil Junery – Mahasiswa Program Doktoral / Peneliti di Universiti Islam Malaysia dengan bidang keahlian tata kelola keuangan dan ekonomi regional
. - Dr. Siti Naaishah Hambali – Akademisi dan Peneliti di Universiti Islam Malaysia yang ahli dalam bidang regulasi keuangan publik dan pemberdayaan masyarakat
. - Hainnur Aqma Rahim – Peneliti di Universiti Islam Malaysia yang fokus pada studi manajemen institusi dan analitik organisasi
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: A Systemic Empowerment Model for BUMDes Financial Governance: Integrating Supervision, Human Capital, Community Participation and Institutional Collaboration
- Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.22
0 Komentar