Model Discovery Learning Tingkatkan Motivasi Belajar IPAS Siswa SD di Parepare

Illustration by Ai


Penerapan model pembelajaran Discovery Learning terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas III UPTD SD Negeri 65 Parepare. Temuan ini dilaporkan oleh Imron Burhan, Ila Israwaty, dan Muh Resky Ramdhani Nurdin dari Universitas Negeri Makassar dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR). Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat meningkatkan semangat belajar anak sekolah dasar di tengah penerapan Kurikulum Merdeka.

Perubahan kurikulum di Indonesia telah menggabungkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi IPAS. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan mampu memahami berbagai fenomena alam dan sosial secara lebih utuh. Namun, keberhasilan pembelajaran IPAS tidak hanya bergantung pada materi yang diajarkan, tetapi juga pada motivasi belajar siswa. Ketika motivasi rendah, siswa cenderung pasif, kurang percaya diri, dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran.

Kondisi tersebut ditemukan di kelas III UPTD SD Negeri 65 Parepare. Berdasarkan observasi awal, banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru, enggan bertanya, dan belum aktif menyampaikan pendapat. Hasil angket awal juga menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa yang memiliki motivasi belajar dalam kategori baik. Sebaliknya, sebagian besar masih berada pada kategori sedang hingga rendah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti menerapkan model Discovery Learning. Model ini mendorong siswa menemukan konsep pembelajaran secara mandiri melalui kegiatan mengamati, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, mendiskusikan temuan, dan menarik kesimpulan. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif membangun pemahaman mereka sendiri.

Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Kegiatan penelitian berlangsung pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 dan melibatkan 13 siswa kelas III serta seorang guru di UPTD SD Negeri 65 Parepare. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi belajar, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten setelah model Discovery Learning diterapkan. Pada siklus pertama, aktivitas guru mencapai 66,66 persen, aktivitas siswa 67,52 persen, dan motivasi belajar siswa 59,61 persen. Ketiga indikator tersebut masih berada pada kategori cukup dan belum memenuhi target penelitian.

Setelah dilakukan perbaikan pada siklus kedua, hasilnya meningkat secara signifikan. Aktivitas guru naik menjadi 88,88 persen, aktivitas siswa mencapai 83 persen, sedangkan motivasi belajar siswa meningkat menjadi 76,54 persen dan masuk kategori baik. Delapan siswa berada pada kategori motivasi baik dan lima siswa lainnya berada pada kategori sangat baik.

Secara keseluruhan, penelitian mencatat peningkatan aktivitas guru sebesar 22,22 persen, aktivitas siswa sebesar 15,48 persen, dan motivasi belajar siswa sebesar 16,93 persen dari siklus pertama ke siklus kedua. Angka tersebut menunjukkan bahwa perubahan strategi pembelajaran memberikan dampak nyata terhadap keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Menurut para peneliti, peningkatan motivasi terjadi karena Discovery Learning menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk menemukan pengetahuan melalui pengalaman langsung. Kegiatan seperti mengamati media pembelajaran, berdiskusi dalam kelompok, mempresentasikan hasil diskusi, dan menanggapi pendapat teman terbukti mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, serta tanggung jawab siswa terhadap proses belajar mereka sendiri.

Imron Burhan dan tim dari Universitas Negeri Makassar menjelaskan bahwa ketika siswa terlibat secara aktif dalam menemukan konsep pembelajaran, mereka tidak hanya memahami materi dengan lebih baik, tetapi juga memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi. Proses menemukan jawaban secara mandiri membuat siswa merasa menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perbaikan strategi guru memiliki kontribusi penting terhadap keberhasilan pembelajaran. Pada siklus kedua, guru meningkatkan pengelolaan kelas, memberikan instruksi yang lebih jelas, mendorong siswa untuk bertanya dan berdiskusi, serta memberikan apresiasi terhadap hasil kerja siswa. Langkah-langkah tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif sehingga siswa lebih percaya diri dalam berpartisipasi.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan dasar di Indonesia. Di tengah implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa, Discovery Learning dapat menjadi salah satu alternatif strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar. Model ini tidak hanya relevan untuk mata pelajaran IPAS, tetapi juga berpotensi diterapkan pada berbagai mata pelajaran lain yang membutuhkan keterlibatan aktif siswa.

Meski demikian, peneliti mengakui adanya keterbatasan penelitian. Studi ini hanya melibatkan 13 siswa di satu sekolah sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Selain itu, penelitian lebih berfokus pada motivasi belajar dan belum mengkaji dampaknya terhadap hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, atau keterampilan pemecahan masalah. Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar dan jenjang pendidikan yang berbeda masih diperlukan untuk memperkuat temuan ini.

Profil Penulis

Imron Burhan merupakan akademisi dari Universitas Negeri Makassar yang memiliki perhatian pada bidang pendidikan dasar dan inovasi pembelajaran. Ia menjadi penulis korespondensi dalam penelitian ini bersama Ila Israwaty dan Muh Resky Ramdhani Nurdin, yang juga berasal dari Universitas Negeri Makassar. Tim peneliti berfokus pada pengembangan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar dan motivasi siswa sekolah dasar.

Sumber Penelitian

Burhan, I., Israwaty, I., & Nurdin, M. R. R. (2026). “The Implementation of the Discovery Learning Model as an Effort to Improve Students' IPAS Learning Motivation in Class III of UPTD SD Negeri 65 Parepare.” International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR), Vol. 4 No. 7, halaman 647–656. DOI: https://doi.org/10.59890/ijaamr.v4i7.274.

 


Posting Komentar

0 Komentar