Mataram — Metode Suggestopedia mendapat respons sangat positif dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Temuan tersebut disampaikan I Gusti Lanang Ngurah Weda, I Gede Jaya Satria Wibawa, dan I Ketut Putu Suardana dari Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram melalui artikel yang membahas penerapan Suggestopedia dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hasil kajian menunjukkan bahwa suasana belajar yang santai, dukungan positif, serta aktivitas kreatif dapat membuat mahasiswa lebih percaya diri dan berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Kemampuan bahasa Inggris semakin dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan dunia kerja. Penguasaan bahasa internasional tidak hanya memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan lebih luas, tetapi juga dapat mendukung peluang memperoleh pekerjaan. Namun, kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Inggris tidak hanya dipengaruhi oleh penguasaan kosakata dan tata bahasa. Rasa takut melakukan kesalahan dan kurangnya kepercayaan diri juga dapat menjadi hambatan ketika mahasiswa harus menyampaikan gagasan dalam bahasa Inggris.
Persoalan tersebut juga ditemukan dalam pembelajaran bahasa Inggris di Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Mahasiswa masih menghadapi kesulitan untuk menyampaikan ide, pendapat, keinginan, maupun pemikiran dalam bahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan. Kondisi ini mendorong pentingnya penggunaan metode pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menciptakan suasana yang mendukung keberanian mahasiswa untuk berkomunikasi.
Suggestopedia merupakan metode pembelajaran bahasa yang diperkenalkan oleh pendidik asal Bulgaria, Georgi Lozanov. Metode ini menekankan pentingnya suasana belajar yang rileks, nyaman, dan positif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar tanpa tekanan berlebihan sehingga hambatan psikologis seperti rasa takut, cemas, dan kurang percaya diri dapat dikurangi.
Dalam penerapannya, Suggestopedia memanfaatkan berbagai aktivitas seperti musik, lagu, cerita, drama, permainan peran, dan komunikasi interaktif. Pembelajaran juga dapat menggunakan imajinasi dengan meminta mahasiswa memainkan karakter atau situasi tertentu. Pendekatan tersebut membuat proses belajar bahasa lebih dekat dengan pengalaman komunikasi sehari-hari.
Weda, Wibawa, dan Suardana menggunakan pendekatan kualitatif untuk melihat persepsi mahasiswa dan hambatan penerapan Suggestopedia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri atas 21 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu yang mengikuti mata kuliah bahasa Inggris serta dosen bahasa Inggris yang mengajar di program studi tersebut. Data pendukung juga berasal dari RPS, buku teks, daftar kehadiran, tugas harian, UTS, dan UAS.
Hasil pengamatan dan wawancara memperlihatkan bahwa mahasiswa memberikan respons yang sangat positif terhadap metode tersebut. Mahasiswa merasa lebih bebas menyampaikan pendapat dan mengembangkan gagasan menggunakan bahasa Inggris. Dukungan positif dari dosen juga membantu menciptakan rasa aman selama proses pembelajaran.
Salah satu aspek penting yang muncul adalah meningkatnya keberanian mahasiswa untuk berkomunikasi. Ketika melakukan kesalahan dalam pengucapan, tata bahasa, atau ejaan, mahasiswa tidak langsung mendapatkan tekanan. Sebaliknya, mereka didorong untuk terus mencoba. Respons positif seperti pujian dan dukungan membuat mahasiswa merasa dihargai sehingga kecemasan dalam menggunakan bahasa Inggris dapat berkurang.
Variasi kegiatan pembelajaran juga menjadi faktor yang membuat mahasiswa lebih tertarik mengikuti kelas. Aktivitas seperti bermain peran, menyanyikan lagu berbahasa Inggris, mendengarkan musik, bercerita, dan kegiatan kreatif lainnya membantu mengurangi suasana belajar yang monoton. Mahasiswa yang sebelumnya cenderung pasif dapat terdorong untuk lebih aktif berinteraksi selama proses pembelajaran.
Menurut hasil penelitian tersebut, penerapan Suggestopedia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa. Metode ini juga dapat mendukung motivasi, kepercayaan diri, dan keterlibatan mahasiswa. Suasana belajar yang rileks membantu mahasiswa lebih mudah mengikuti materi dan tidak terlalu khawatir melakukan kesalahan. Pembelajaran juga dapat mendukung pengembangan kosakata serta keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Meski memberikan manfaat, penerapan Suggestopedia memiliki sejumlah keterbatasan. Metode ini dalam bentuk ideal membutuhkan ruang belajar yang nyaman dan sejumlah fasilitas, seperti pendingin ruangan, perabot yang dapat mendukung kenyamanan mahasiswa, pencahayaan yang sesuai, serta perangkat audio untuk memutar musik atau materi pembelajaran. Penyediaan fasilitas tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga dapat menjadi kendala bagi lembaga pendidikan dengan keterbatasan anggaran.
Namun, keterbatasan fasilitas tidak berarti metode Suggestopedia tidak dapat diterapkan. Para peneliti menilai prinsip utama metode ini masih dapat disesuaikan dengan kondisi institusi. Pengajar dapat memanfaatkan speaker sederhana, media digital, lagu, cerita, permainan, permainan peran, dan ungkapan positif untuk menciptakan suasana belajar yang mendukung. Dengan demikian, inti Suggestopedia tidak hanya terletak pada fasilitas fisik, tetapi juga pada bagaimana pengajar membangun suasana belajar yang nyaman dan memberikan dukungan psikologis kepada mahasiswa.
Temuan ini memberikan gambaran bahwa pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi dapat dikembangkan dengan memperhatikan kondisi emosional mahasiswa. Dosen tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, berkomunikasi, dan belajar melalui pengalaman.
Bagi dunia pendidikan, hasil tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih komunikatif dan berpusat pada mahasiswa. Pendekatan seperti Suggestopedia juga menunjukkan bahwa rasa nyaman, motivasi, kreativitas, dan kepercayaan diri dapat menjadi bagian penting dalam proses penguasaan bahasa.
Penulis menyimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu menerima penerapan Suggestopedia dengan sangat positif. Metode tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan serta mendorong mahasiswa lebih berani menyampaikan ide, pendapat, dan keinginan dalam bahasa Inggris. Para peneliti juga merekomendasikan kesiapan dosen dalam menerapkan variasi pembelajaran serta dukungan institusi terhadap fasilitas yang diperlukan.
Penulis
I Gusti Lanang Ngurah Weda — Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
I Gede Jaya Satria Wibawa — Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
I Ketut Putu Suardana — Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
Sumber Penelitian
Judul: Implementation of the Suggestopedia Method in the English Language Learning at the Hindu Religious Education Study Program, Gde Pudja State Hindu Religious Institute of Mataram
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4 No. 8, 2026, halaman 1619–1630.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i8.141
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar