Latar Belakang dan Relevansi
Indonesia secara geografis terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yang menjadikannya sangat rentan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan cuaca ekstrem
Metodologi Pengabdian Kemanusiaan
Tim pengabdian Universitas Terbuka menerapkan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang terbagi ke dalam empat tahapan utama
- Identifikasi Kebutuhan (Needs Assessment): Tim melakukan observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, serta diskusi terarah bersama warga terdampak untuk memetakan kebutuhan paling mendesak di bidang energi, sanitasi, kebutuhan rumah tangga, dan spiritual
. - Perencanaan dan Pengadaan Program: Berdasarkan data lapangan, tim menyusun skala prioritas barang bantuan yang memiliki nilai guna tinggi bagi keberlangsungan hidup harian warga di masa pemulihan
. - Distribusi Bantuan Terpadu: Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tertib di Desa Bengkelang dengan melibatkan pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat
. - Pemantauan dan Evaluasi Kualitatif: Evaluasi berkala dijalankan melalui diskusi bersama warga untuk menilai efektivitas penggunaan bantuan serta mengukur dampaknya terhadap tingkat kenyamanan dan ketahanan sosial warga
.
Temuan Utama dan Hasil Penyaluran Bantuan
Hasil intervensi kemanusiaan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan yang tepat sasaran memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Bengkelang
- Pasokan Energi Darurat: Bantuan mesin generator listrik berhasil mengatasi keterbatasan akses listrik pasca-bencana, menyediakan penerangan malam hari, dan mendukung operasional peralatan penting
. - Akses Air Bersih dan Sanitasi: Penyediaan tangki penampungan air (water tower) meningkatkan ketersediaan air bersih untuk memasak, mencuci, dan menjaga kebersihan diri, yang sekaligus mencegah timbulnya penyakit menular
. - Kemandirian Rumah Tangga: Kompor dan peralatan memasak memungkinkan keluarga terdampak menyiapkan makanan secara mandiri tanpa tergantung sepenuhnya pada bantuan makanan siap saji
. - Peningkatan Kenyamanan Hunian Sementara: Bantuan tikar, selimut, dan sarong menciptakan tempat istirahat yang lebih layak dan hangat bagi warga yang tinggal di hunian sementara maupun rumah yang mengalami kerusakan
. - Penguatan Mental dan Spiritual: Pembagian Kitab Suci Al-Qur'an memberikan dukungan moral dan spiritual, membantu warga mengatasi trauma psikologis serta membangun optimisme di masa pemulihan
.
Program pengabdian masyarakat ini membuktikan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lokal dalam manajemen bencana
Profil Penulis
Irsanti Widuri Asih, M.Si. – Dosen dan peneliti Universitas Terbuka, ahli dalam bidang pengabdian masyarakat dan manajemen pelayanan publik
Bahir Mukhammad, M.A. – Akademisi Universitas Terbuka, berfokus pada studi dinamika sosial dan ketahanan masyarakat pasca-bencana.
Setyo Kuncoro, M.T. – Peneliti teknis Universitas Terbuka dengan keahlian di bidang manajemen operasional dan infrastruktur pendukung
Fadri Ari Sandi, M.Pd. – Pakar pendidikan dan ilmu sosial Universitas Terbuka, berfokus pada program pemberdayaan masyarakat
Helni Sadid Parassa, M.Si. – Dosen dan peneliti Universitas Terbuka dengan fokus kajian logistik kemanusiaan dan pelayanan sosial
Amud Sunarya, M.M. – Spesialis manajemen Universitas Terbuka, berfokus pada alokasi sumber daya dan evaluasi program
Yasir Riady, Ph.D. – Dosen senior dan peneliti Universitas Terbuka, ahli di bidang teknologi informasi, manajemen informasi, dan skema pengabdian masyarakat
Sumber Penelitian
Irsanti Widuri Asih, Bahir Mukhammad, Setyo Kuncor, Fadri Ari Sandi, Amud Sunarya, Yasir Riady. Strengthening Community Resilience through Humanitarian Assistance: A Disaster Relief Initiative in Bengkelang Village, Aceh Tamiang Regency. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 6, Juli 2026
DOI:

0 Komentar