Sebuah penelitian ilmiah terbaru mengungkapkan dinamika unik di balik kebiasaan finansial generasi muda
Latar Belakang: Krisis Tabungan di Tengah Era Digital
Kebiasaan menabung merupakan pilar utama kestabilan ekonomi individu
Kondisi tersebut diperparah oleh data nasional dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Indeks Menabung Konsumen (CSI)
Metodologi Penelitian Sederhana
Untuk membedah fenomena ini, peneliti mengumpulkan data primer dari 175 mahasiswa aktif di berbagai perguruan tinggi swasta di Surabaya
Penelitian kuantitatif ini menggunakan instrumen kuesioner daring dengan skala ukur 1 sampai 5
Temuan Utama Penelitian
Penelitian ini membuahkan beberapa hasil analisis yang mematahkan asumsi awam mengenai perilaku keuangan mahasiswa:
- Literasi Keuangan Tidak Berdampak Langsung: Tingkat pengetahuan finansial yang tinggi (financial literacy) ternyata tidak secara otomatis membuat mahasiswa rajin menabung
. Sebanyak 96% responden memiliki pemahaman finansial yang sangat baik, tetapi pengetahuan tersebut sering berhenti sebagai teori dan tidak dipraktikkan dalam kehidupan nyata . - Pembelian Impulsif Justru Mendorong Menabung: Secara mengejutkan, perilaku belanja spontan (impulsive buying) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menabung
. Ketika mahasiswa menyadari bahwa mereka telah melakukan belanja tak terencana, timbul kesadaran psikologis untuk segera menyisihkan uang guna menyeimbangkan kembali kondisi keuangan mereka . - Status Sosial Ekonomi Orang Tua Sangat Menentukan: Latar belakang ekonomi keluarga memberikan dorongan positif yang nyata
. Orang tua dengan tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan aset yang memadai cenderung memberikan uang saku yang cukup serta teladan manajemen keuangan yang baik bagi anak-anak mereka . - Kontrol Diri Sebagai Jembatan Pemahaman: Kontrol diri (self-control) terbukti mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap kebiasaan menabung
. Tanpa adanya kedisiplinan dan kontrol diri, pengetahuan keuangan yang dimiliki mahasiswa tidak akan membuahkan tindakan menabung yang konsisten .
Implikasi dan Dampak Bagi Masyarakat dan Pendidikan
Temuan dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas ini memberikan wawasan baru bagi para pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan
Bagi kalangan mahasiswa, hasil studi ini menyarankan pentingnya langsung menyisihkan alokasi tabungan di awal saat menerima uang saku, bukan menyisakan sisa belanja
"Pengetahuan keuangan saja tidak cukup untuk membentuk kebiasaan menabung tanpa didukung oleh kontrol diri yang kuat dalam mengendalikan dorongan belanja harian," ungkap Haryati Setyorini, salah satu peneliti dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas
.
Profil Peneliti
- Aanisah Eka Wahyu R: Peneliti dan akademisi di bidang manajemen keuangan dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas, Surabaya
. - Haryati Setyorini: Dosen dan peneliti senior di Universitas Hayam Wuruk Perbanas, Surabaya, dengan kepakaran di bidang perilaku konsumen dan manajemen keuangan pribadi
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel Jurnal: The Influence of Financial Literacy, Impulsive Buying, and Parents' Socioeconomic Status on Saving Behavior Through Self-Control as a Mediation VariableNama Jurnal: Jurnal Multidisplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026
DOI :
0 Komentar