Manajemen Kampus, Kepemimpinan, dan Kompensasi Pengaruhi Kinerja Dosen Perguruan Tinggi Swasta

Ilustrasi by AI

Pontianak — Kinerja dosen di perguruan tinggi swasta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh bagaimana kampus mengelola kebijakan, kepemimpinan, dan sistem kompensasi. Temuan tersebut diungkap Didin Syafruddin, Nurul Komari, dan Ilzar Daud dari Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tanjungpura, melalui penelitian terhadap 292 dosen dari tujuh perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen universitas, kepemimpinan transformasional, dan kompensasi yang baik dapat menurunkan resistensi dosen terhadap kebijakan disiplin, yang pada akhirnya berkaitan dengan peningkatan kinerja dosen.

Persoalan penerimaan terhadap kebijakan menjadi semakin penting ketika perguruan tinggi dituntut meningkatkan akuntabilitas, kualitas akademik, dan efektivitas kelembagaan. Di Indonesia, pengelolaan kinerja dosen juga semakin terintegrasi dengan sistem digital, termasuk pelaporan Beban Kerja Dosen melalui Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi atau SISTER. Kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas, tetapi keberhasilannya tidak hanya bergantung pada sistem administrasi. Penerimaan dosen terhadap kebijakan institusi menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus di sejumlah perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya keuangan, infrastruktur digital yang belum merata, keterbatasan kolaborasi penelitian, serta kendala geografis. Dalam tujuh perguruan tinggi yang menjadi lokasi penelitian, 85 dari 292 dosen atau sekitar 29,1 persen tercatat belum menyerahkan laporan Beban Kerja Dosen sebelum batas waktu yang ditentukan. Diskusi awal dengan pimpinan perguruan tinggi dan dosen juga menunjukkan adanya persoalan komunikasi kebijakan, penerapan aturan yang tidak konsisten, persepsi mengenai ketidakadilan prosedural, dan ketidakpuasan terhadap kompensasi.

Penelitian ini menawarkan pendekatan yang berbeda dengan menempatkan resistensi terhadap kebijakan disiplin sebagai penghubung antara kondisi organisasi dan kinerja dosen. Artinya, manajemen kampus, gaya kepemimpinan, dan kompensasi tidak hanya dilihat dari pengaruh langsungnya terhadap kinerja, tetapi juga dari kemampuannya membentuk penerimaan atau penolakan dosen terhadap kebijakan institusi.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh 292 dosen tetap yang memenuhi kriteria dari tujuh perguruan tinggi swasta di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Barat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Para peneliti kemudian menganalisis hubungan antara manajemen universitas, kepemimpinan transformasional, kompensasi, resistensi terhadap kebijakan disiplin, dan kinerja dosen menggunakan analisis PLS-SEM dengan SmartPLS 4.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persepsi dosen terhadap kondisi organisasi secara umum berada pada kategori positif. Nilai rata-rata manajemen universitas mencapai 3,648, kepemimpinan transformasional 3,683, kompensasi 3,651, dan kinerja dosen 3,675. Sementara itu, resistensi terhadap kebijakan disiplin berada pada nilai rata-rata 2,351 dan dikategorikan sebagai resistensi sedang.

Analisis hubungan antarvariabel menghasilkan temuan yang lebih kuat. Manajemen universitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap resistensi terhadap kebijakan disiplin dengan koefisien -0,216. Kepemimpinan transformasional juga menurunkan resistensi dengan koefisien -0,288, sedangkan kompensasi memiliki pengaruh negatif yang lebih besar dengan koefisien -0,418. Seluruh hubungan tersebut memiliki nilai signifikansi di bawah 0,001.

Temuan paling kuat terlihat pada hubungan antara resistensi terhadap kebijakan disiplin dan kinerja dosen. Koefisien hubungan mencapai -0,762 dengan nilai t sebesar 37,535 dan signifikansi di bawah 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi resistensi dosen terhadap kebijakan disiplin, semakin rendah kecenderungan kinerja dosen. Sebaliknya, penerimaan yang lebih baik terhadap aturan institusi berkaitan dengan komitmen organisasi dan pelaksanaan tugas akademik yang lebih baik.

Resistensi juga terbukti menjadi mekanisme penting yang menghubungkan faktor organisasi dengan kinerja dosen. Pengaruh tidak langsung manajemen universitas terhadap kinerja melalui resistensi mencapai 0,165, kepemimpinan transformasional mencapai 0,220, dan kompensasi mencapai 0,321. Ketiganya signifikan dengan nilai p di bawah 0,001. Dengan demikian, perbaikan manajemen, kepemimpinan, dan kompensasi dapat berkontribusi terhadap kinerja dosen melalui berkurangnya resistensi terhadap kebijakan institusi.

Model penelitian juga menunjukkan kemampuan penjelasan yang cukup kuat. Variasi resistensi terhadap kebijakan disiplin dapat dijelaskan sebesar 72,2 persen oleh manajemen universitas, kepemimpinan transformasional, dan kompensasi. Sementara itu, model menjelaskan 58,1 persen variasi kinerja dosen.

Bagi perguruan tinggi, temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan disiplin dosen tidak cukup dilakukan melalui penegakan aturan secara administratif. Kampus perlu membangun komunikasi yang transparan, kepemimpinan yang mendukung, sistem kompensasi yang adil, serta melibatkan dosen dalam proses implementasi kebijakan. Pendekatan tersebut dinilai lebih mampu membangun kepercayaan dan penerimaan terhadap aturan dibandingkan hanya mengandalkan kewajiban untuk patuh.

Didin Syafruddin, Nurul Komari, dan Ilzar Daud menyimpulkan bahwa manajemen organisasi yang efektif, kepemimpinan transformasional, dan kompensasi yang adil dapat mengurangi resistensi dosen terhadap kebijakan disiplin. Berkurangnya resistensi tersebut kemudian berkontribusi terhadap peningkatan kinerja dosen. Temuan ini menempatkan penerimaan psikologis dosen terhadap kebijakan sebagai salah satu unsur penting dalam pengelolaan perguruan tinggi swasta.

Penulis

Didin Syafruddin — Universitas Tanjungpura, Pontianak

Nurul Komari — Universitas Tanjungpura, Pontianak

Ilzar Daud — Universitas Tanjungpura, Pontianak

Sumber Penelitian

Judul: Developing a Lecturer Performance Model Through Resistance to Disciplinary Policy: Evidence from Private Higher Education Institutions in Indonesia

Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4 No. 8, 2026, halaman 1631–1648.

DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i8.143

Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr

Posting Komentar

0 Komentar