Lulusan Manajemen Pariwisata Gordon College Mayoritas Bekerja di Sektor Pariwisata

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Olongapo City, Filipina - Lulusan Bachelor of Science in Tourism Management (BSTM) dari Gordon College, Olongapo City, Filipina, menunjukkan prospek kerja yang cukup baik. Studi yang dilakukan Jenny Mae Lagman, Lizette Ann Sia, Mychale Williams, dan Leandro Dasig dari College of Hospitality and Tourism Management, Gordon College, menelusuri kondisi lulusan angkatan 2020 dan 2022–2025 untuk melihat status pekerjaan, jenis karier, serta relevansi pendidikan dengan dunia kerja. Hasilnya menunjukkan mayoritas lulusan telah bekerja atau menjalankan usaha sendiri, sementara sebagian besar menilai pendidikan yang mereka terima di perguruan tinggi sangat relevan dengan pekerjaan mereka.

Studi tersebut diterbitkan pada 2026 dalam Formosa Journal of Multidisciplinary Research dan melibatkan 350 lulusan. Para peneliti menggunakan studi tracer atau pelacakan lulusan untuk mengetahui bagaimana pendidikan di perguruan tinggi berhubungan dengan perjalanan karier setelah lulus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari instrumen Graduate Tracer Study milik Commission on Higher Education (CHED).

Mengukur Kesiapan Lulusan Memasuki Dunia Kerja

Studi pelacakan lulusan menjadi salah satu cara perguruan tinggi mengevaluasi apakah pendidikan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam bidang pariwisata, persoalan ini penting karena industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, pelayanan pelanggan, adaptasi, serta pengalaman praktis.

Gordon College berada di Olongapo City, kawasan yang memiliki kedekatan dengan Subic Bay Freeport Zone, salah satu pusat kegiatan pariwisata, perhotelan, dan jasa. Kondisi tersebut membuat kesesuaian antara pendidikan pariwisata dan kebutuhan industri menjadi penting untuk diperhatikan. Para peneliti menilai data lulusan dari wilayah tersebut dapat memberikan gambaran lokal mengenai bagaimana lulusan BSTM memasuki pasar kerja.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 350 lulusan dari angkatan 2020 dan 2022–2025 berhasil ditelusuri. Mereka mengisi kuesioner mengenai profil pribadi, status pekerjaan, karakteristik pekerjaan, relevansi pendidikan, kompetensi yang diperoleh selama kuliah, serta faktor yang memengaruhi perkembangan karier. Data kemudian dianalisis menggunakan jumlah, persentase, nilai rata-rata tertimbang, dan standar deviasi.

64 Persen Lulusan Sudah Bekerja

Salah satu temuan utama menunjukkan 225 dari 350 responden atau 64,28 persen telah bekerja. Sebanyak 50 orang atau 14,30 persen menjalankan pekerjaan secara mandiri atau berwirausaha. Sementara itu, 75 responden atau 21,42 persen belum bekerja ketika data dikumpulkan.

Dengan demikian, sekitar 78,58 persen responden berada dalam kategori bekerja atau bekerja secara mandiri. Temuan ini menunjukkan sebagian besar lulusan telah memasuki dunia kerja, meskipun tidak seluruhnya berada pada posisi yang secara langsung berkaitan dengan pariwisata.

Jenis pekerjaan lulusan juga memperlihatkan luasnya pilihan karier yang dapat dimasuki lulusan BSTM. Pekerjaan yang paling banyak ditempati adalah travel agent dengan 39 responden, disusul entrepreneur sebanyak 28 orang, front desk officer 23 orang, dan flight attendant 22 orang.

Selain itu, terdapat lulusan yang bekerja sebagai tour guide, reservation officer, sales coordinator, sales and marketing officer, event coordinator, call center agent, tenaga pendidikan, hingga pekerjaan di sektor pemerintahan dan jasa lainnya. Menurut Lagman dan rekan-rekannya dari Gordon College, variasi tersebut menunjukkan fleksibilitas kompetensi lulusan BSTM untuk memasuki berbagai bidang pekerjaan.

Sertifikasi Pariwisata Memperkuat Profil Lulusan

Sertifikasi menjadi salah satu aspek yang menonjol dalam profil responden. Sebanyak 269 lulusan atau 76,85 persen memiliki Tourism Promotion National Certificate II. Sementara itu, 75 responden atau 21,42 persen merupakan Professional Civil Service Passer.

Sebagian kecil responden juga memiliki sertifikasi lain, seperti Licensed Professional Teacher, Japanese Foundation Test, dan Computer System Servicing National Certificate. Para peneliti melihat kepemilikan sertifikasi yang berkaitan dengan industri dapat menjadi tambahan kredensial yang mendukung daya saing lulusan di sektor perjalanan dan pariwisata.

Mayoritas Menilai Pendidikan Kuliah Sangat Berguna

Temuan lain menunjukkan tingkat penilaian positif terhadap pendidikan yang diperoleh selama kuliah. Sebanyak 199 responden atau 56,85 persen memberikan penilaian antara 80 hingga 100 terhadap kegunaan keseluruhan pendidikan dan pelatihan yang mereka terima.

Sebanyak 75 responden atau 21,42 persen memberikan nilai 60–79. Sementara 44 orang atau 12,57 persen memberikan nilai 50–59, dan 32 orang atau 9,16 persen memberikan nilai di bawah 50.

Data tersebut menunjukkan lebih dari separuh lulusan memberikan penilaian sangat tinggi terhadap manfaat pendidikan mereka. Para peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar lulusan BSTM menganggap pendidikan dan pelatihan di perguruan tinggi membantu mempersiapkan mereka menghadapi pekerjaan profesional.

Alasan Lulusan Belum Bekerja Beragam

Tidak semua lulusan yang ditelusuri telah bekerja. Dari 75 responden yang belum bekerja, masing-masing 15 orang atau 20 persen menyebut berakhirnya kontrak kerja, sedang melanjutkan pendidikan, dan tidak tersedianya kesempatan kerja sebagai alasan.

Sebanyak 14 orang atau 18,67 persen menyebut alasan terkait kesehatan, 11 orang atau 14,66 persen tidak sedang mencari pekerjaan, sedangkan lima orang atau 6,67 persen menyebut persoalan keluarga.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa status belum bekerja tidak selalu berkaitan dengan kurangnya kompetensi. Faktor kontrak kerja, pendidikan lanjutan, kondisi pasar kerja, dan keadaan pribadi juga berpengaruh terhadap perjalanan karier lulusan.

Implikasi bagi Pendidikan Pariwisata

Jenny Mae Lagman, Lizette Ann Sia, Mychale Williams, dan Leandro Dasig dari Gordon College merekomendasikan agar kurikulum BSTM terus diperbarui mengikuti perkembangan industri dan kebutuhan tenaga kerja.

Perguruan tinggi juga didorong memperkuat kerja sama dengan organisasi pariwisata dan perhotelan, memperluas kesempatan magang serta penempatan kerja, dan menyediakan sertifikasi yang diakui industri. Program pengembangan karier, keterlibatan alumni, dan studi tracer secara berkala juga dinilai penting untuk memantau perkembangan lulusan.

Bagi dunia pendidikan, hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan program pariwisata tidak cukup diukur dari kelulusan mahasiswa. Perguruan tinggi juga perlu melihat apakah lulusan dapat memasuki dunia kerja, apakah kompetensi yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan industri, serta bagaimana karier mereka berkembang setelah lulus.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini hanya mencakup lulusan dari satu perguruan tinggi di Olongapo City dan menggunakan data yang dilaporkan sendiri oleh responden. Karena itu, hasilnya belum dapat digeneralisasi untuk seluruh lulusan pariwisata di Filipina. Penelitian berikutnya disarankan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi serta melihat kepuasan pemberi kerja, kesenjangan kompetensi, perkembangan karier, dan dampak perubahan kurikulum dalam jangka panjang.

Profil Penulis

Jenny Mae Lagman merupakan penulis utama dan corresponding author dalam studi ini. Ia bersama Lizette Ann Sia, Mychale Williams, dan Leandro Dasig berafiliasi dengan College of Hospitality and Tourism Management, Gordon College, Filipina. Penelitian mereka berfokus pada employability lulusan, hasil karier, kesiapan akademik, serta keterkaitan pendidikan manajemen pariwisata dengan kebutuhan dunia kerja.

Sumber Penelitian

Judul: Employability, Career Outcomes, and Academic Preparation of Bachelor of Science in Tourism Management Graduates: A Tracer Study of a Local College in Olongapo City, 2020 and 2022–2025

Penulis: Jenny Mae Lagman, Lizette Ann Sia, Mychale Williams, Leandro Dasig

Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR), Volume 5 Nomor 8, 2026, halaman 2679–2690

DOI: https://doi.org/10.55927/fjmr.v5i8.139

Posting Komentar

0 Komentar