Kualitas Produk dan Green Marketing Lebih Menentukan Pembelian Air Minum Oasis di Jakarta

Created by AI

FORMOSA NEWS - JAKARTA — Kualitas produk dan strategi green marketing terbukti menjadi faktor yang lebih kuat dalam mendorong keputusan konsumen membeli air minum dalam kemasan (AMDK) Oasis di Jakarta. Temuan ini berasal dari studi Muhammad Sang Ajie dan Ilza Febrina dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta yang dipublikasikan pada 2026. Penelitian tersebut membandingkan pengaruh green marketing, kesadaran halal, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas produk menjadi faktor paling dominan, sementara kesadaran halal tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam keputusan pembelian Oasis.

Temuan tersebut penting di tengah perubahan perilaku konsumen perkotaan. Pembeli tidak lagi hanya mempertimbangkan harga dan ketersediaan produk, tetapi juga mulai memperhatikan isu lingkungan, status halal, keamanan, serta kualitas barang yang dikonsumsi. Pada produk air minum dalam kemasan, perhatian terhadap lingkungan semakin relevan karena tingginya penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Kondisi ini membuat strategi pemasaran yang menonjolkan kepedulian lingkungan menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan produsen untuk membangun daya tarik produk.

Di sisi lain, kualitas tetap menjadi pertimbangan mendasar. Konsumen air minum kemasan mengharapkan produk yang aman, higienis, memiliki rasa yang baik, serta dikemas dengan baik. Jika kualitas produk tidak sesuai dengan harapan konsumen, strategi pemasaran saja belum tentu cukup untuk mendorong keputusan pembelian.

Survei terhadap 173 Konsumen Oasis di Jakarta

Ajie dan Febrina menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden merupakan konsumen di Jakarta yang pernah membeli dan mengonsumsi air minum dalam kemasan Oasis. Karena jumlah populasi konsumen tidak dapat diketahui secara pasti, peneliti menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden tinggal di Jakarta, pernah membeli dan mengonsumsi Oasis, serta bersedia mengisi kuesioner.

Sebanyak 173 responden terlibat dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert empat tingkat, mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju. Variabel yang diukur mencakup green marketing, kesadaran halal, kualitas produk, dan keputusan pembelian.

Analisis dilakukan dengan metode statistik untuk menguji hubungan ketiga faktor tersebut dengan keputusan pembelian. Artikel juga menggunakan pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi.

Karakteristik responden menunjukkan dominasi kelompok usia muda. Sebanyak 62 persen responden berusia 20–25 tahun, 22 persen berusia 26–30 tahun, 10 persen berusia di bawah 20 tahun, dan 6 persen berusia lebih dari 30 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, 59 persen responden merupakan perempuan dan 41 persen laki-laki.

Dari sisi pendidikan, kelompok terbesar merupakan lulusan D4/S1 dengan proporsi 53 persen. Sementara berdasarkan pekerjaan, 54 persen responden telah bekerja dan 43 persen merupakan mahasiswa. Profil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia produktif dan memiliki tingkat pendidikan relatif tinggi.

Kualitas Produk Menjadi Faktor Paling Kuat

Hasil pengujian menunjukkan adanya perbedaan yang jelas antara ketiga faktor yang dianalisis.

Pertama, green marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien mencapai 0,338, dengan t-statistic 3,304 dan p-value 0,001. Artinya, semakin baik konsumen menilai upaya pemasaran yang berorientasi pada lingkungan, semakin kuat kecenderungan mereka untuk membeli produk Oasis.

Kedua, kesadaran halal tidak terbukti berpengaruh signifikan. Koefisiennya hanya 0,011, dengan t-statistic 0,104 dan p-value 0,917. Hasil tersebut membuat hipotesis mengenai pengaruh kesadaran halal terhadap keputusan pembelian ditolak. Dengan kata lain, meskipun aspek halal tetap dapat menjadi bagian dari kepercayaan konsumen, dalam model penelitian ini kesadaran halal bukan faktor utama yang menentukan pembelian Oasis.

Ketiga, kualitas produk menjadi faktor paling kuat. Koefisien pengaruhnya mencapai 0,493, dengan t-statistic 4,987 dan p-value 0,000. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan koefisien green marketing sebesar 0,338. Temuan ini menempatkan kualitas produk sebagai faktor paling dominan dalam keputusan pembelian konsumen Oasis di Jakarta.

Secara keseluruhan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 59,7 persen variasi keputusan pembelian. Sebanyak 40,3 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.

Implikasi bagi Strategi Pemasaran AMDK

Bagi produsen Oasis, hasil penelitian memberikan pesan yang cukup jelas: kualitas produk perlu menjadi prioritas utama. Peneliti merekomendasikan agar perusahaan terus menjaga dan meningkatkan kualitas karena faktor tersebut terbukti paling kuat memengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Kualitas tersebut dapat dikaitkan dengan aspek yang dirasakan konsumen, seperti keamanan produk, rasa, kejernihan air, kebersihan, serta kualitas kemasan. Pada pasar AMDK yang kompetitif, kemampuan memenuhi ekspektasi konsumen menjadi dasar penting untuk mempertahankan kepercayaan dan mendorong pembelian ulang.

Pada saat yang sama, strategi green marketing tetap memiliki peran penting. Perusahaan dapat memperkuat komunikasi mengenai kemasan yang lebih ramah lingkungan, proses produksi, maupun komitmen terhadap keberlanjutan. Strategi tersebut berpotensi menarik konsumen yang semakin memperhatikan dampak lingkungan dari produk yang mereka konsumsi.

Meski kesadaran halal tidak terbukti signifikan dalam penelitian ini, peneliti tidak menyarankan agar aspek tersebut diabaikan. Kejelasan sertifikasi halal dan edukasi kepada konsumen tetap dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan, terutama dalam pasar Indonesia.

Temuan Tidak Bisa Digeneralisasi ke Semua Konsumen Indonesia

Peneliti juga menekankan sejumlah keterbatasan. Penelitian hanya dilakukan di Jakarta sehingga hasilnya belum tentu dapat diterapkan pada konsumen di wilayah lain. Selain itu, model penelitian hanya memasukkan tiga faktor, yaitu green marketing, kesadaran halal, dan kualitas produk.

Karena itu, penelitian berikutnya disarankan memasukkan faktor lain seperti harga, promosi, citra merek, dan gaya hidup. Peneliti juga merekomendasikan perluasan wilayah penelitian serta penggunaan metode campuran agar alasan di balik perilaku konsumen dapat dipahami lebih mendalam.

Profil Penulis

Muhammad Sang Ajie — Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta.
Ilza Febrina — Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta.

Artikel sumber yang tersedia tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik kedua penulis, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan untuk menghindari kekeliruan.

Sumber Penelitian

Judul: The Influence of Green Marketing, Halal Awareness, and Product Quality on Consumer Purchase Decisions for Oasis Bottled Drinking Water in Jakarta
Penulis: Muhammad Sang Ajie dan Ilza Febrina
Afiliasi: Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta
Tahun: 2026
Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI)
ISSN-E: 3025-5589

Studi ini pada akhirnya menunjukkan bahwa keputusan konsumen membeli air minum Oasis di Jakarta lebih kuat dipengaruhi oleh kualitas produk dan pemasaran yang berorientasi lingkungan, sedangkan kesadaran halal tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam model penelitian. Kualitas produk menjadi faktor dengan pengaruh terbesar, sehingga peningkatan mutu produk dan komunikasi keberlanjutan menjadi dua arah strategis yang paling menonjol dari temuan penelitian ini.

Posting Komentar

0 Komentar