Keberhasilan petani dalam mengadopsi teknologi pertanian terpadu sangat bergantung pada kinerja para penyuluh di lapangan
Latar Belakang: Mengoptimalkan Potensi Sektor Pertanian dan Peternakan Terpadu
Kabupaten Muna memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar
Kondisi tersebut membuka peluang besar untuk menerapkan sistem integrasi tanaman-ternak (crop-livestock integration system)
Metodologi Penelitian: Evaluasi Model Struktural SEM-PLS di Kecamatan Kabangka
Penelitian kuantitatif berbasis survei ini dilaksanakan di Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, pada rentang bulan Maret hingga Mei 2026
Populasi penelitian mencakup 102 petani yang membudidayakan jagung sekaligus memelihara sapi potong dalam kelompok tani binaan PPL
Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner skala Likert (1–5)
Temuan Utama: Kinerja Penyuluh Sangat Tinggi dan Berdampak Signifikan
Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dan profesionalisme penyuluh pertanian menjadi penggerak utama perubahan di tingkat petani
- Kinerja Penyuluh Berada pada Kategori Tinggi: Variabel kinerja PPL memperoleh skor rata-rata 3,93
. Indikator tertinggi terletak pada keaktifan petani dalam mengikuti kegiatan penyuluhan (skor 4,02), yang menunjukkan penyuluh berhasil membangun komunikasi interaktif . - Adopsi Teknologi Petani Sangat Tinggi: Tingkat adopsi teknologi integrasi oleh petani mencapai skor rata-rata 4,08 (kategori tinggi)
. Indikator peneraapan sistem usaha tani terpadu mencatat nilai tertinggi sebesar 4,16, disusul oleh pengolahan pupuk organik sebesar 4,11 . - Pengaruh Positif dan Sangat Kuat: Pengujian hipotesis membuktikan bahwa kinerja penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi teknologi integrasi sapi-jagung
. Nilai koefisien jalur (path coefficient) sebesar 0,870 dengan nilai T-Statistic 7,637 dan P-value 0,000 ($p < 0,05$) . - Ukuran Efek (Effect Size) Sangat Besar: Nilai F-Square tercatat sebesar 2,086
. Angka yang berada jauh di atas ambang batas 0,35 ini menegaskan bahwa kinerja penyuluh memiliki dampak yang sangat dominan terhadap keputusan petani dalam menerapkan inovasi teknologi .
Implikasi dan Dampak Penelitian Bagi Kebijakan Pertanian Daerah
Riset ilmiah ini menegaskan bahwa penyuluh pertanian memegang peran strategis sebagai agen perubahan (change agent) dalam mempercepat alih teknologi
Hasil penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi praktis:
- Pendekatan Partisipatif: Penyuluh disarankan untuk lebih melibatkan petani secara aktif sejak tahap perencanaan program agar teknologi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan
. - Dukungan Fasilitas Operasional: Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan memperkuat kapasitas PPL melalui penyediaan sarana operasional, pelatihan berkala, dan pembangunan percontohan (demonstration plot) sistem terpadu
- Penguatan Kelembagaan Petani: Petani didorong untuk lebih aktif memanfaatkan pendampingan PPL guna memaksimalkan pemanfaatan limbah jagung dan pupuk organik demi menekan biaya produksi
.
Profil Penulis
- La Ode Muh. Ikhsanuddin, S.P., M.P.: Peneliti utama dan akademisi dari Universitas Halu Oleo yang berfokus pada bidang penyuluhan pertanian, komunikasi pembangunan, dan adopsi inovasi teknologi masyarakat pedesaan
. - Prof. Dr. Ir. Hartina Batoa, M.Si.: Guru Besar di Universitas Halu Oleo dengan kepakaran di bidang sosiologi pertanian, kelembagaan petani, dan penyuluhan pertanian
. - Prof. Dr. Ir. Weka Widayati, M.S.: Guru Besar di Universitas Halu Oleo yang memiliki keahlian dalam bidang pengembangan masyarakat agribisnis dan evaluasi program pembangunan pertanian
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel Jurnal: The Effect of Agricultural Extension Workers' Performance on the Adoption of Cattle-Maize Integration Technology in Kabangka District, Muna RegencyNama Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 6, No. 7, hal. 1051–1058)
DOI Resmi:
0 Komentar