Temuan tersebut penting bagi perusahaan manufaktur, khususnya industri daur ulang plastik yang memiliki risiko kerja relatif tinggi. Di PT XYZ, peneliti menemukan adanya persoalan yang menjadi latar belakang penelitian, antara lain kecelakaan kerja yang masih terjadi, ketidakhadiran karena sakit, keterlambatan, serta ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas. Kondisi tersebut dapat mengganggu proses produksi dan menambah beban kerja karyawan lain.
Mengapa keselamatan kerja berkaitan dengan kepuasan karyawan?
Keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan mencegah kecelakaan. Bagi pekerja, penerapan prosedur keselamatan juga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman ketika menjalankan pekerjaan.
Di PT XYZ, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pelaksanaan keselamatan kerja belum sepenuhnya optimal. Salah satu persoalannya adalah kepatuhan karyawan dalam menggunakan alat pelindung diri (APD), meskipun perusahaan telah menyediakan perlengkapan tersebut. Peneliti menilai penguatan budaya keselamatan tetap diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Aspek kesehatan kerja juga menjadi perhatian. Tingginya ketidakhadiran karyawan karena sakit menjadi salah satu indikator bahwa program kesehatan kerja perlu terus dievaluasi. Lingkungan yang bersih, fasilitas kesehatan yang memadai, serta pemeliharaan kesehatan pekerja menjadi bagian penting dalam menciptakan tempat kerja yang lebih nyaman.
Penelitian melibatkan seluruh 45 karyawan produksi
Nazhirah dan Abdurahman menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian melibatkan seluruh karyawan kontrak bagian produksi PT XYZ yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Jumlahnya 45 orang, sehingga peneliti menggunakan teknik sensus atau total sampling: seluruh anggota populasi dijadikan responden.
Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara dengan bagian sumber daya manusia, observasi dan dokumentasi. Dokumen yang diperiksa mencakup catatan kehadiran karyawan, laporan kecelakaan kerja, serta penerapan penggunaan APD. Data kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27.
Sebelum analisis utama dilakukan, instrumen penelitian juga diuji. Seluruh indikator dinyatakan valid, sedangkan nilai Cronbach's Alpha untuk keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan kepuasan kerja masing-masing mencapai 0,936, 0,854, dan 0,918. Ketiganya melampaui batas reliabilitas yang digunakan dalam penelitian.
Keselamatan kerja dinilai sangat baik
Hasil pengukuran menunjukkan persepsi karyawan terhadap keselamatan kerja berada pada kategori sangat aman, dengan skor rata-rata 4,42.
Aspek kondisi kerja yang aman memperoleh skor tertinggi, yaitu 4,64. Sementara itu, aspek pencegahan kecelakaan melalui penerapan praktik kerja yang aman memperoleh skor 4,21, menjadi bagian dengan nilai terendah meskipun masih berada pada kategori sangat aman.
Untuk kesehatan kerja, skor rata-ratanya mencapai 4,22 dan masuk kategori sangat sesuai. Pemeliharaan kesehatan karyawan memperoleh skor tertinggi, yakni 4,25, sedangkan fasilitas kesehatan kerja mendapat skor 4,21.
Sementara itu, tingkat kepuasan kerja karyawan berada pada kategori puas, dengan skor rata-rata 4,20. Aspek ukuran organisasi memperoleh skor tertinggi sebesar 4,37, sedangkan turnover atau keluar-masuk karyawan memperoleh skor terendah sebesar 4,04.
Keselamatan dan kesehatan menjelaskan 57,5 persen variasi kepuasan
Analisis statistik menunjukkan bahwa keselamatan kerja secara individual berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Nilai signifikansinya sebesar 0,019, lebih kecil dari 0,05, dengan nilai t sebesar 2,430.
Kesehatan kerja juga menunjukkan pengaruh positif. Nilai signifikansinya sebesar 0,010, sedangkan nilai t mencapai 2,704. Dengan demikian, kedua faktor tersebut secara individual memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan kerja karyawan.
Ketika diuji secara bersama-sama, keselamatan dan kesehatan kerja juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan. Nilai F mencapai 28,448, jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pembanding 3,21, dengan signifikansi 0,000.
Besarnya pengaruh kedua faktor tersebut tercermin dalam nilai R² sebesar 0,575 atau 57,5 persen. Artinya, keselamatan dan kesehatan kerja secara bersama-sama menjelaskan 57,5 persen variasi kepuasan kerja dalam kelompok karyawan yang diteliti. Sebanyak 42,5 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain di luar penelitian.
Menurut Haifa Arfiani Nazhirah dan Khaerul Rizal Abdurahman, penerapan keselamatan kerja yang baik, terutama melalui penciptaan kondisi kerja yang aman dan pencegahan kecelakaan, dapat meningkatkan rasa aman dan nyaman karyawan. Sementara itu, program kesehatan yang mencakup kebersihan lingkungan, fasilitas kesehatan, dan pemeliharaan kesehatan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat sehingga mendukung kepuasan karyawan.
Perusahaan disarankan memperkuat pengawasan APD dan pemeriksaan kesehatan
Hasil penelitian memberikan sejumlah rekomendasi praktis bagi PT XYZ. Perusahaan disarankan memperkuat pengawasan penggunaan APD, mengadakan pelatihan keselamatan secara rutin, serta menerapkan disiplin terhadap prosedur operasional standar secara konsisten.
Pada aspek kesehatan, perusahaan disarankan menjaga kebersihan dan sanitasi tempat kerja, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai.
Peneliti juga menyarankan agar perusahaan tidak hanya berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja. Kepuasan karyawan dapat dipertahankan melalui penghargaan yang adil, peningkatan kesejahteraan, peluang pengembangan karier, serta komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif antardepartemen.
Temuan ini menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban operasional perusahaan. Keduanya juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia karena lingkungan kerja yang aman dan sehat dapat mendukung kepuasan serta produktivitas pekerja.
Profil penulis
Haifa Arfiani Nazhirah — penulis pertama dan corresponding author dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani. Bidang penelitian dalam artikel ini berfokus pada keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan kepuasan karyawan.
Khaerul Rizal Abdurahman — penulis kedua dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani. Artikel tidak mencantumkan gelar akademik kedua penulis secara eksplisit.
0 Komentar