Kepercayaan Jadi Faktor Utama yang Membuat Generasi Z Terus Menggunakan QRIS

Created by AI

FORMOSA NEWS - Kepercayaan terhadap teknologi digital menjadi faktor paling penting yang mendorong Generasi Z untuk terus menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Kevin Indriawan, Ahmad Hanfan, dan Abdulloh Mubarok dari Universitas Pancasakti Tegal dan dipublikasikan dalam International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI) tahun 2026. Penelitian ini penting karena memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang membuat pengguna muda tetap setia menggunakan QRIS di tengah pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia.

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard merupakan standar pembayaran digital berbasis kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai layanan pembayaran digital, mulai dari dompet elektronik hingga mobile banking. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan QRIS meningkat sangat pesat di berbagai daerah, termasuk Kota Tegal. Data yang dikutip dalam penelitian menunjukkan bahwa volume transaksi QRIS di Kota Tegal meningkat sekitar 141 persen dalam satu tahun, dari sekitar 934 ribu transaksi menjadi lebih dari 2,2 juta transaksi. Meski demikian, pertumbuhan tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai lebih dari 226 persen.

Fenomena ini menarik perhatian para peneliti karena Generasi Z merupakan kelompok yang paling aktif memanfaatkan teknologi digital. Data Populix tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 42 persen pengguna QRIS berasal dari Generasi Z. Sebagai generasi yang tumbuh bersama internet dan smartphone, kelompok ini dianggap memiliki peran besar dalam menentukan masa depan sistem pembayaran digital di Indonesia.

Untuk memahami faktor yang memengaruhi penggunaan QRIS secara berkelanjutan, tim peneliti menggabungkan dua teori utama, yaitu Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Trust in Technology. Pendekatan ini digunakan untuk melihat bagaimana persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan kepercayaan terhadap teknologi memengaruhi kepuasan pengguna serta niat mereka untuk terus menggunakan QRIS.

Penelitian melibatkan 350 responden Generasi Z berusia 17 hingga 28 tahun yang tinggal di Kota Tegal dan telah menggunakan QRIS setidaknya dua kali dalam tiga bulan terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan melalui media sosial dan grup WhatsApp, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan pemodelan statistik untuk menguji hubungan antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor utama, yaitu persepsi manfaat (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), dan kepercayaan terhadap teknologi digital (trust in digital technology), berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna QRIS. Namun, di antara ketiga faktor tersebut, kepercayaan terhadap teknologi digital memiliki pengaruh paling kuat.

Beberapa temuan penting penelitian antara lain:

  • Kepercayaan terhadap teknologi digital memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan pengguna QRIS dengan koefisien pengaruh sebesar 0,576.

  • Persepsi manfaat QRIS berpengaruh positif terhadap kepuasan dan keinginan pengguna untuk terus menggunakan layanan tersebut.

  • Kepuasan pengguna menjadi faktor paling kuat yang secara langsung memengaruhi niat penggunaan berkelanjutan QRIS.

  • Kemudahan penggunaan ternyata tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap niat menggunakan QRIS secara berkelanjutan.

Menurut Kevin Indriawan dan tim peneliti dari Universitas Pancasakti Tegal, hasil ini menunjukkan bahwa pengguna Generasi Z tidak hanya mempertimbangkan kemudahan penggunaan aplikasi pembayaran digital. Setelah mereka terbiasa menggunakan teknologi tersebut, faktor yang lebih menentukan adalah apakah sistem tersebut benar-benar bermanfaat, aman, dapat dipercaya, dan mampu memberikan pengalaman yang memuaskan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan pengguna berperan sebagai jembatan psikologis yang menghubungkan persepsi manfaat dan kepercayaan dengan keputusan untuk terus menggunakan QRIS. Dengan kata lain, ketika pengguna merasa QRIS memberikan manfaat nyata dan mampu menjaga keamanan transaksi mereka, tingkat kepuasan meningkat dan mendorong penggunaan jangka panjang.

Temuan tersebut memiliki implikasi penting bagi penyedia layanan pembayaran digital, perbankan, fintech, maupun regulator. Selama ini banyak pengembang aplikasi berfokus pada tampilan antarmuka dan kemudahan penggunaan. Namun penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan penggunaan layanan digital lebih banyak ditentukan oleh rasa percaya pengguna terhadap sistem yang digunakan.

Oleh karena itu, penyedia layanan QRIS disarankan untuk terus meningkatkan keamanan sistem, melindungi data pengguna, memperkuat keandalan layanan, serta memastikan proses transaksi berlangsung cepat dan nyaman. Langkah-langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan kepuasan sekaligus mempertahankan loyalitas pengguna Generasi Z.

Selain memberikan kontribusi praktis, penelitian ini juga memperkaya kajian akademik mengenai perilaku pengguna teknologi digital. Integrasi antara Technology Acceptance Model dan Theory of Trust in Technology memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai alasan seseorang tidak hanya mencoba teknologi baru, tetapi juga memutuskan untuk terus menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah transformasi digital yang terus berkembang di Indonesia, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masa depan pembayaran digital tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kemampuan penyedia layanan membangun kepercayaan dan kepuasan pengguna.

Profil Penulis

Kevin Indriawan merupakan peneliti dan akademisi dari Universitas Pancasakti Tegal yang memiliki minat penelitian pada teknologi digital, perilaku pengguna, dan sistem pembayaran elektronik.

Ahmad Hanfan adalah dosen dan peneliti di Universitas Pancasakti Tegal dengan fokus kajian pada manajemen, teknologi informasi, dan perilaku konsumen digital.

Abdulloh Mubarok merupakan akademisi Universitas Pancasakti Tegal yang meneliti bidang teknologi bisnis, transformasi digital, dan inovasi sistem informasi.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Integrating the Technology Acceptance Model and Trust in Technology: Determinants of Continuance Intention to Use QRIS among Generation Z through User Satisfaction (Evidence from Tegal City, Indonesia).

Penulis: Kevin Indriawan, Ahmad Hanfan, dan Abdulloh Mubarok.

Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI), Vol. 4 No. 4 Tahun 2026.

DOI: 10.59890/ijmbi.v4i4.27.

URL Jurnal: https://journalijmbi.my.id/index.php/ijmbi.

Posting Komentar

0 Komentar