Penerapan prinsip ergonomi dan
perlindungan kesehatan kerja yang optimal terbukti meningkatkan produktivitas
serta efisiensi kerja pekerja lini produksi di industri manufaktur. Temuan
ilmiah ini diungkapkan oleh Peneliti Rien Herdiyani dan Hanifah Handayani dari
Institut Teknologi Petroleum Balongan dalam studi riset yang dipublikasikan
pada tahun 2026. Penelitian ini mendesak sektor industri untuk tidak lagi
memandang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sekadar sebagai pemenuhan
regulasi, melainkan sebagai investasi strategis operasional.
Latar belakang penelitian ini
berangkat dari tingginya risiko fisik yang dihadapi buruh pabrik manufaktur,
seperti gerakan berulang, postur kerja tidak alamiah, dan beban kerja berat
yang berujung pada kelelahan serta keluhan otot. Laporan Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat tren klaim kecelakaan kerja di
Indonesia terus meningkat hingga mencapai lebih dari 360 ribu kasus. Kondisi
ini menunjukkan pentingnya intervensi langsung pada tata letak tempat kerja dan
perlindungan kesehatan pekerja.
Metodologi penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan melibatkan 80 orang karyawan
bagian produksi di sebuah perusahaan manufaktur di Kabupaten Karawang.
Pengambilan sampel dilakukan secara khusus (purposive sampling) pada
pekerja aktif yang memiliki masa kerja minimal enam bulan untuk memastikan
keakuratan evaluasi terhadap kondisi fasilitas dan program kesehatan
perusahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis
menggunakan metode regresi linear berganda untuk menguji pengaruh partial
maupun simultan.
Temuan utama dari riset Rien
Herdiyani dan Hanifah Handayani menunjukkan hasil yang signifikan:
- Pengaruh Ergonomi: Kesesuaian stasiun kerja,
peralatan yang mudah dijangkau, postur yang nyaman, serta waktu istirahat
yang cukup terbukti berpengaruh positif dan signifikan secara parsial
terhadap produktivitas kerja karyawan ($t = 4,247$; $p < 0,001$).
- Pengaruh Kesehatan Kerja: Program
perlindungan kesehatan, kebersihan lingkungan kerja, pencegahan kelelahan,
dan fasilitas medis berpengaruh positif dan signifikan secara parsial
terhadap produktivitas ($t = 4,692$; $p < 0,001$).
- Pengaruh Simultan: Secara bersama-sama,
ergonomi dan kesehatan kerja memberikan kontribusi positif yang sangat
kuat ($F = 63,892$; $p < 0,001$) dengan menyumbang 61,4%
terhadap tingkat produktivitas karyawan.
Implikasi dari riset ini sangat
penting bagi manajemen dunia usaha dan pembuat kebijakan publik. Hasil
penelitian membuktikan bahwa pencapaian target produksi perusahaan tidak bisa
hanya mengandalkan tekanan beban kerja, melainkan harus didukung oleh desain
tempat kerja yang memadai dan perlindungan fisik karyawan. Perusahaan
manufaktur disarankan untuk rutin melakukan evaluasi ergonomi, memenahi posisi
kerja, dan memperkuat layanan kesehatan demi menekan tingkat ketidakhadiran (absenteeism)
serta meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Profil Penulis Utama:
- Nama Lengkap: Rien Herdiyani, M.T.
- Afiliasi: Institut Teknologi Petroleum
Balongan
- Bidang Keahlian: Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3), Ergonomi Industri, dan Manajemen Operasional Manufaktur.
Sumber Penelitian Resmi:
- Judul Artikel: The Effect of Ergonomics
and Occupational Health on the Work Productivity of Production Employees
in a Manufacturing Company
- Nama Jurnal: International Journal of
Natural and Health Sciences (IJNHS)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijnhs.v4i3.271
- URL Resmi: https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijnhs/index
0 Komentar