Inovasi Game Wordwall dan Model STAD Berhasil Melonjakkan Keaktifan Belajar IPAS Siswa SD


FORMOSA NEWS-Proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada tingkat sekolah dasar kini memasuki babak baru yang lebih interaktif dan menyenangkan. Tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang terdiri dari Muhammad Asrul Sultan, Muhammad Amran, dan Muhammad Fatir Syam mempublikasikan hasil penelitian tindakan kelas pada tahun 2026 di International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS). Kajian ini membuktikan bahwa penggabungan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan media kuis digital Wordwall berhasil mendongkrak keaktifan belajar siswa secara signifikan di SD Negeri 65 Parepare. Temuan ini menjadi solusi konkret atas rendahnya partisipasi murid akibat metode pengajaran konvensional yang cenderung membosankan dan berpusat pada guru.

Secara umum, penerapan Kurikulum Merdeka menuntut pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada pengembangan potensi secara aktif. Namun, mata pelajaran IPAS di lapangan kerap disampaikan secara linier menggunakan media cetak semata, sehingga siswa kehilangan fokus dan kurang percaya diri untuk berinteraksi. Sebelum penelitian ini dijalankan, pengamatan awal di kelas V UPTD SD Negeri 65 Parepare menunjukkan bahwa dari 15 siswa, sebanyak 8 siswa (53,33%) tergolong kurang aktif dan hanya 2 siswa (13,33%) yang benar-benar aktif selama kegiatan belajar berlangsung.

Guna mengatasi kendala pasifnya siswa, para peneliti merancang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus berkesinambungan. Setiap siklus mencakup empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi pada materi IPAS topik "Indonesiaku Kaya Raya". Model pembelajaran STAD digunakan untuk membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen guna mendorong kerja sama tim, sementara platform kuis edukatif Wordwall dimanfaatkan sebagai media interaktif untuk menguji pemahaman materi secara menyenangkan melalui laptop atau ponsel. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan adanya lonjakan partisipasi siswa serta peningkatan kualitas pengajaran guru dari Siklus I ke Siklus II:

  • Peningkatan Keterlaksanaan Sintaks STAD: Kepatuhan pelaksanaan langkah-langkah model STAD oleh guru meningkat dari 69,78% (kategori Cukup) pada Siklus I menjadi 83,11% (kategori Baik) pada Siklus II.
  • Peningkatan Aktivitas Mengajar Guru: Performa mengajar guru dalam mengelola kelas dan mengarahkan kelompok naik dari 73% (kategori Cukup) menjadi 87% (kategori Baik).
  • Lonjakan Keaktifan Siswa: Keaktifan belajar murid mengalami peningkatan pesat dari 57,15% (kategori Aktif) pada Siklus I menjadi 92,86% (kategori Sangat Aktif) pada Siklus II, jauh melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 51%.
  • Penguatan Keberanian dan Kolaborasi: Murid menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian mengajukan pertanyaan, menjawab kuis, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok.

Dampak dari hasil penelitian ini sangat luas bagi praktisi pendidikan dan pengambil kebijakan sekolah. Penerapan kolaborasi antara strategi STAD dan media digital Wordwall terbukti mampu mengubah suasana kelas yang kaku menjadi ekosistem belajar yang suportif dan kompetitif secara sehat. Guru sekolah dasar kini dapat menerapkan kombinasi ini untuk meningkatkan keterlibatan siswa tanpa harus mengorbankan kedalaman materi pelajaran. Bagi pihak sekolah, hasil riset ini mempertegas pentingnya penyediaan fasilitas teknologi dan jaringan internet guna mendukung keberlangsungan media pembelajaran berbasis gim edukatif.

"Penggabungan model STAD dengan media Wordwall terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan kolaboratif, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan serta keberanian siswa dalam proses pembelajaran IPAS," ungkap Muhammad Asrul Sultan bersama tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar dalam laporan ilmiahnya.

Profil Penulis Utama Muhammad Asrul Sultan, S.Pd., M.Pd., merupakan akademisi dan peneliti aktif pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Makassar, Indonesia. Ia memiliki keahlian mendalam di bidang inovasi pembelajaran dasar, model pembelajaran kooperatif, pengembanan media digital edukatif, serta penelitian tindakan kelas.

Sumber Penelitian Sultan, M. A., Amran, M., & Syam, M. F. (2026). The Implementation of the STAD (Student Team Achievement Divisions) Learning Model Assisted by Wordwall to Improve Student Engagement in IPAS for Fifth-Grade Students. International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), 4(7), 947–958. DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i7.306

https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss

 


Posting Komentar

0 Komentar