Faktor Makroekonomi dan Harga Energi Mempengaruhi Pergerakan Indeks Saham Sektor Energi Indonesia

Ilustrasi by AI

Surabaya - Pergerakan indeks saham sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipengaruhi oleh sejumlah faktor makroekonomi dan harga komoditas energi, tetapi dampaknya berbeda antara jangka pendek dan jangka panjang. Temuan ini berasal dari penelitian Muhamad Guntur Mahardhika dan M. Taufiq dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, yang menganalisis data bulanan periode Februari 2021 hingga Desember 2025. Hasilnya penting bagi investor karena menunjukkan bahwa inflasi, suku bunga acuan Bank Indonesia, harga minyak dunia, serta harga batu bara memiliki pola pengaruh yang berbeda terhadap IDXENERGY.

IDXENERGY dan Sensitivitas Sektor Energi

IDXENERGY merupakan indeks BEI yang menggambarkan kinerja perusahaan yang bergerak dalam produk dan jasa terkait energi. Di dalamnya terdapat perusahaan dari sektor batu bara, minyak dan gas, energi alternatif, serta jasa pendukung energi. Karena karakteristik tersebut, pergerakan indeks tidak hanya bergantung pada kinerja masing-masing perusahaan, tetapi juga kondisi ekonomi dan perubahan harga komoditas energi.

Pada periode 2021–2025, IDXENERGY menunjukkan tren peningkatan. Namun, pergerakannya berlangsung bersamaan dengan perubahan inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tingkat suku bunga, harga minyak dunia, dan harga batu bara. Kondisi tersebut membuat faktor-faktor ekonomi makro menjadi penting untuk diperhatikan ketika membaca prospek saham sektor energi.

Penelitian Mahardhika dan Taufiq juga berangkat dari temuan penelitian terdahulu yang belum menunjukkan hasil konsisten. Pengaruh nilai tukar, inflasi, harga minyak, dan komoditas energi terhadap saham sektor energi dapat berbeda tergantung periode, kondisi ekonomi, metode analisis, dan karakteristik perusahaan yang diamati.

Menggunakan Data Lima Tahun

Mahardhika dan Taufiq menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 59 observasi data bulanan dari Februari 2021 sampai Desember 2025. Variabel yang dianalisis meliputi IDXENERGY, inflasi, nilai tukar USD/IDR, BI 7-Day Repo Rate, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), dan Harga Batubara Acuan (HBA). Data diperoleh dari publikasi Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Investing.com.

Para peneliti menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) untuk melihat hubungan variabel dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebelum model tersebut digunakan, data melalui sejumlah pengujian, termasuk uji stasioneritas, penentuan lag optimal, uji stabilitas VAR, dan uji kointegrasi Johansen. Hasil uji kointegrasi menemukan tiga vektor kointegrasi, yang menunjukkan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang di antara variabel yang diteliti.

Inflasi Baru Terlihat Berpengaruh dalam Jangka Panjang

Salah satu temuan penting adalah perbedaan pengaruh inflasi berdasarkan jangka waktu. Inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap IDXENERGY dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, inflasi memiliki pengaruh signifikan dengan nilai t-statistic 3,94890.

Menurut Mahardhika dan Taufiq, dampak inflasi terhadap perusahaan energi tidak selalu muncul secara langsung. Perusahaan masih dapat melakukan penyesuaian terhadap biaya operasional dan harga jual dalam jangka pendek. Dampaknya menjadi lebih terlihat ketika perubahan kondisi ekonomi mulai tercermin dalam kinerja perusahaan dan pergerakan indeks saham.

Nilai Tukar Rupiah Tidak Signifikan

Berbeda dengan inflasi, perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap IDXENERGY, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam analisis jangka panjang, nilai t-statistic nilai tukar mencapai -1,94346, masih berada di bawah nilai kritis 2,0057. Peneliti menilai karakteristik perusahaan energi dapat menjadi salah satu penjelasan. Sebagian perusahaan energi memperoleh pendapatan dalam dolar AS sehingga perubahan nilai tukar tidak selalu memberikan dampak besar terhadap kinerja sektor secara keseluruhan.

Suku Bunga BI Memberikan Dampak dengan Jeda Waktu

BI 7-Day Repo Rate menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap IDXENERGY dalam jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, pengaruh signifikan baru terlihat pada lag kelima, dengan t-statistic -2,46034. Artinya, perubahan kebijakan suku bunga tidak langsung tercermin pada indeks, tetapi membutuhkan waktu sebelum respons pasar menjadi signifikan.

Dalam jangka panjang, BI 7-Day Repo Rate juga berpengaruh signifikan dengan t-statistic 2,66408. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan suku bunga Bank Indonesia menjadi salah satu informasi yang relevan bagi pergerakan saham sektor energi.

Harga Minyak Dunia Berpengaruh Negatif dalam Jangka Panjang

Harga minyak dunia memiliki pengaruh signifikan dan negatif terhadap IDXENERGY dalam jangka panjang. Koefisiennya tercatat -1,734900 dengan t-statistic -7,04388.

Temuan tersebut berarti kenaikan harga minyak dunia dalam jangka panjang berkaitan dengan penurunan IDXENERGY dalam model penelitian. Peneliti menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan biaya operasional, menekan profitabilitas, serta meningkatkan ketidakpastian ekonomi sehingga berpotensi mengurangi minat investor terhadap saham sektor energi.

Namun, dalam jangka pendek, harga minyak dunia tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Respons pasar terhadap perubahan harga minyak membutuhkan waktu sebelum terlihat pada pergerakan indeks.

Harga Batu Bara Berpengaruh dalam Jangka Pendek

Harga Batubara Acuan (HBA) menunjukkan pola yang berbeda. HBA tidak berpengaruh signifikan terhadap IDXENERGY dalam jangka panjang, tetapi memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam jangka pendek pada lag keempat dan kelima.

Koefisien HBA pada lag keempat tercatat 0,415535 dengan t-statistic 2,82469, sedangkan pada lag kelima koefisiennya 0,351414 dengan t-statistic 2,62012. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan harga batu bara membutuhkan sekitar empat hingga lima periode sebelum dampaknya terlihat signifikan pada IDXENERGY.

Dari sisi kontribusi terhadap variasi IDXENERGY, nilai tukar USD/IDR justru menjadi variabel eksternal dengan kontribusi terbesar pada akhir periode pengamatan. Pada periode ke-10, kontribusinya mencapai 16,17514 persen. Sementara itu, HBA memberikan kontribusi paling kecil, sekitar 1,56 persen pada periode ke-10.

Implikasi bagi Investor dan Kebijakan

Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa investor tidak dapat menggunakan satu indikator ekonomi untuk membaca pergerakan saham sektor energi. Untuk investasi jangka panjang, inflasi, BI 7-Day Repo Rate, dan harga minyak dunia menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Sementara itu, perubahan HBA dapat menjadi salah satu indikator untuk keputusan investasi jangka pendek karena pengaruhnya muncul setelah jeda waktu tertentu.

Bagi pemerintah, temuan tersebut dapat menjadi masukan dalam merancang kebijakan ekonomi, khususnya pengendalian inflasi, kebijakan suku bunga, dan pemantauan perkembangan harga energi global.

Mahardhika dan Taufiq juga menyarankan penelitian berikutnya menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang, menambahkan variabel makroekonomi dan faktor eksternal lain, serta membandingkan hasil dengan metode seperti ARDL, NARDL, atau Structural VAR agar pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi IDXENERGY semakin komprehensif.

Profil Penulis

Muhamad Guntur Mahardhika — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Dalam artikel ini, Mahardhika tercatat sebagai penulis utama sekaligus corresponding author.

M. Taufiq — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Keduanya berkontribusi dalam analisis hubungan faktor makroekonomi dan harga komoditas energi terhadap IDXENERGY. Artikel tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis, sehingga informasi tersebut tidak dapat ditambahkan tanpa sumber lain.

Sumber Penelitian

Judul: Analysis of The Influence of Macroeconomic Factors: Inflation, Rupiah Exchange Rate, BI 7-Day Repo Rate, World Oil Prices, and Benchmark Coal Prices (HBA) On the Energy Sector Index (IDXENERGY) On the Indonesia Stock Exchange

Penulis: Muhamad Guntur Mahardhika dan M. Taufiq
Afiliasi: Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 8
Tahun: 2026
Halaman: 865–884
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i8.43
URL: https://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar