Faktor Lingkungan, Keamanan, dan Ekonomi Tentukan Indeks Pembangunan Manusia di ASEAN

Ilustrasi by AI

Studi komprehensif yang dilakukan oleh Dwi Mahroji dari Universitas Mitra Bangsa dan Rita Yuni Mulyanti dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2026 mengkaji faktor penentu terpadu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di enam negara ASEAN. Penelitian yang membedah perspektif lingkungan, keamanan, dan ekonomi ini sangat penting untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Meskipun pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN menunjukkan tren positif, disparitas kesejahteraan sosial masih menjadi tantangan utama. Di tengah kerentanan geografis terhadap bencana alam akibat Cincin Api Pasifik serta ancaman terorisme, peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak bisa hanya diukur dari produk domestik bruto (PDB) semata. Diperlukan kerangka penanganan multidimensional untuk mengatasi berbagai persoalan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan yang masih tertinggal di beberapa negara anggota.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis analisis data panel dengan mengamati enam negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Kamboja, Filipina, Thailand, dan Vietnam) selama rentang waktu 2010 hingga 2024. Data sekunder yang andal dikumpulkan dari berbagai lembaga internasional seperti Bank Dunia, IMF, dan ASEANstats, kemudian diuji menggunakan model regresi data panel terpilih, yakni Fixed Effect Model.

Hasil analisis membuktikan bahwa faktor lingkungan dan keamanan berdampak langsung terhadap capaian IPM di ASEAN, dengan rincian temuan utama sebagai berikut:

  • Bencana alam memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM karena merusak infrastruktur serta mengganggu layanan pendidikan dan kesehatan.
  • Terorisme terbukti menurunkan IPM secara signifikan karena memicu ketidakstabilan sosial, menurunkan kepercayaan investor, dan menghambat alokasi anggaran sosial.
  • Transisi energi terbarukan memberikan dorongan positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup, kesehatan publik, dan kelestarian lingkungan.
  • Pengelolaan sumber daya alam yang efektif, ukuran pasar domestik yang besar, pembangunan infrastruktur, serta investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) berkontribusi secara positif dan signifikan dalam mendongkrak pencapaian IPM.

Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan IPM di ASEAN memerlukan pendekatan kebijakan terpadu yang memperkuat ketahanan lingkungan dan stabilitas keamanan secara bersamaan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Sebagaimana ditekankan oleh Dwi Mahroji dan Rita Yuni Mulyanti, strategi pembangunan tidak boleh lagi berjalan secara parsial, melainkan harus memandang isu kebencanaan, keamanan, dan infrastruktur sebagai pilar utama kesejahteraan manusia. Pemerintah di kawasan ASEAN didorong untuk memprioritaskan investasi pada infrastruktur tahan bencana, memperkuat kerja sama keamanan regional, serta mengakselerasi transisi energi bersih demi mewujudkan pembangunan manusia yang inklusif.

Profil Singkat Penulis

  • Dwi Mahroji – Dosen dan Peneliti di Universitas Mitra Bangsa.
  • Rita Yuni Mulyanti – Dosen dan Peneliti di Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar