Efektivitas Penyaluran Bantuan Sosial Tingkatkan Kepuasan Warga di Desa Alausalo

Ilustrasi by AI

WAJO — Penyaluran bantuan sosial yang dilakukan secara tepat sasaran, tepat waktu, informatif, dan adil berkaitan erat dengan meningkatnya kepuasan masyarakat. Temuan tersebut terlihat dalam penelitian Yudi Rafial Hadi, Ichsan Kasnul Faraby, Jaya Alam, dan Husna Fadillah dari Universitas Puangrimaggalatung, yang mengkaji efektivitas penyaluran bantuan sosial dan tingkat kepuasan penerima di Desa Alausalo, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. Artikel ini diterima untuk publikasi pada Agustus 2026 dan diterbitkan dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS) Volume 4 Nomor 8 Tahun 2026.

Penelitian tersebut melibatkan 51 responden dari 105 rumah tangga penerima bantuan sosial di Desa Alausalo. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa efektivitas penyaluran bantuan maupun kepuasan masyarakat sama-sama berada dalam kategori sangat baik. Analisis statistik juga menemukan hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel tersebut. Koefisien korelasi mencapai 0,604, sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 36,5 persen.

Bantuan Sosial Bukan Sekadar Soal Penyaluran

Bantuan sosial merupakan salah satu instrumen kebijakan publik untuk membantu rumah tangga rentan memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi kerentanan sosial. Namun, keberhasilan program tidak cukup dinilai dari apakah bantuan sudah diserahkan kepada penerima.

Menurut kerangka yang digunakan dalam penelitian ini, efektivitas penyaluran bantuan sosial mencakup lima aspek utama, yaitu pemahaman terhadap program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata yang dirasakan penerima. Dengan kata lain, bantuan dapat disebut efektif ketika penerima memahami program, bantuan sampai kepada rumah tangga yang tepat, diberikan sesuai jadwal, memenuhi tujuan program, dan benar-benar memberikan manfaat.

Sementara itu, kepuasan masyarakat dinilai melalui empat aspek, yakni prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, kecepatan pelayanan, dan keadilan pelayanan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengalaman warga selama proses administrasi juga menjadi bagian penting dari penilaian terhadap bantuan sosial.

Survei terhadap 51 Penerima Bantuan

Hadi dan rekan-rekannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sebanyak 51 responden dipilih secara acak sederhana dari populasi 105 rumah tangga penerima bantuan sosial.

Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Variabel efektivitas penyaluran terdiri atas 12 pertanyaan, sedangkan kepuasan masyarakat diukur melalui 10 pertanyaan. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, koefisien determinasi, dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 32.0.

Hasil pengukuran menunjukkan skor rata-rata efektivitas penyaluran sebesar 50,51, sedangkan rata-rata kepuasan masyarakat mencapai 42,90. Berdasarkan kategori yang digunakan dalam penelitian, keduanya termasuk dalam kategori sangat baik.

Penerima Merasakan Manfaat Bantuan

Salah satu temuan paling menonjol terdapat pada aspek perubahan nyata yang dirasakan penerima. Pernyataan bahwa bantuan sangat membantu penerima memperoleh skor tertinggi, yakni 238.

Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat praktis bantuan menjadi salah satu kekuatan utama program di Desa Alausalo. Penerima tidak hanya menilai proses administrasinya, tetapi juga merasakan kegunaan bantuan bagi kebutuhan mereka.

Aspek ketepatan sasaran dan pencapaian tujuan program juga mendapatkan penilaian positif. Namun, terdapat satu titik yang masih perlu diperbaiki, yaitu informasi mengenai jadwal penyaluran. Pernyataan terkait pemahaman penerima terhadap jadwal distribusi memperoleh skor terendah pada variabel efektivitas, yakni 194.

Artinya, meskipun secara keseluruhan penyaluran dinilai sangat baik, pemerintah desa masih perlu memperkuat komunikasi mengenai kapan dan bagaimana bantuan dapat diakses.

Keadilan Menjadi Kekuatan Pelayanan

Pada aspek kepuasan masyarakat, skor tertinggi mencapai 227 dan berkaitan dengan persepsi terhadap keadilan pelayanan. Penerima secara umum menilai mereka mendapatkan perlakuan yang adil selama proses pelayanan.

Sebaliknya, skor yang relatif lebih rendah, yaitu 207, muncul pada aspek kesesuaian jadwal pendaftaran dan verifikasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa waktu pelayanan masih menjadi salah satu bagian yang dapat diperbaiki.

Bagi pelayanan publik di tingkat desa, temuan tersebut penting karena warga tidak hanya menilai bantuan dari barang atau manfaat yang diterima. Mereka juga menilai bagaimana pemerintah memberikan informasi, menjalankan prosedur, menetapkan persyaratan, menentukan waktu pelayanan, dan memperlakukan penerima.

Efektivitas Berpengaruh terhadap Kepuasan

Analisis statistik memberikan temuan utama penelitian. Nilai korelasi Pearson sebesar 0,604 menunjukkan hubungan positif antara efektivitas penyaluran bantuan sosial dan kepuasan masyarakat, dengan tingkat signifikansi p < 0,001.

Model penelitian juga menghasilkan nilai R² sebesar 0,365, yang berarti efektivitas penyaluran secara statistik menjelaskan sekitar 36,5 persen variasi kepuasan masyarakat. Sementara itu, sekitar 63,5 persen berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.

Regresi linear sederhana menghasilkan koefisien sebesar 0,584 dengan nilai p < 0,001. Artinya, peningkatan skor efektivitas penyaluran berkaitan dengan peningkatan skor kepuasan masyarakat.

Hadi, Faraby, Alam, dan Fadillah menekankan bahwa efektivitas tidak boleh dipahami hanya sebagai keberhasilan menyelesaikan proses administrasi. Kualitas penyaluran juga tercermin dari manfaat yang dirasakan penerima, kejelasan informasi, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, dan perlakuan yang adil.

Implikasi bagi Pemerintah Desa

Temuan ini memberikan beberapa arah perbaikan bagi pengelolaan bantuan sosial di tingkat desa. Pemerintah desa disarankan memperbarui data penerima secara berkala untuk meningkatkan ketepatan sasaran. Jadwal penyaluran juga perlu disampaikan lebih awal dan secara konsisten melalui berbagai saluran komunikasi.

Selain itu, informasi mengenai persyaratan dan prosedur perlu dibuat lebih sederhana agar mudah dipahami penerima. Prinsip perlakuan yang setara juga perlu dipertahankan, sementara mekanisme umpan balik dapat diperkuat sehingga warga memiliki ruang untuk menyampaikan kendala selama proses pelayanan.

Peneliti juga mengingatkan bahwa efektivitas penyaluran bukan satu-satunya faktor yang menentukan kepuasan masyarakat. Karena 63,5 persen variasi kepuasan berada di luar model, faktor seperti kualitas pelayanan, transparansi informasi, aksesibilitas, respons pemerintah, penanganan keluhan, fasilitas, dan karakteristik penerima masih dapat berperan.

Profil Penulis

Yudi Rafial Hadi merupakan penulis korespondensi dan berasal dari Department of Public Administration, Faculty of Social Sciences, Puangrimaggalatung University. Jaya Alam dan Husna Fadillah juga berafiliasi dengan Department of Public Administration, Faculty of Social Sciences, Puangrimaggalatung University. Sementara Ichsan Kasnul Faraby berasal dari Graduate Program in Public Administration, Puangrimaggalatung University. Artikel tidak mencantumkan gelar akademik masing-masing penulis, sehingga gelar tidak dapat dicantumkan tanpa menambahkan informasi di luar sumber penelitian.

Bidang keahlian yang tercermin dari artikel ini berkaitan dengan administrasi publik, pelayanan publik, efektivitas program bantuan sosial, dan kepuasan masyarakat.

Sumber Penelitian

Judul: The Effectiveness of Social Assistance Distribution Effectiveness on The Level of Public Satisfaction in Alausalo Village, Gilireng District, Wajo Regency
Penulis: Yudi Rafial Hadi, Ichsan Kasnul Faraby, Jaya Alam, Husna Fadillah
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 8, 2026, halaman 835–846
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i8.39
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar