Efektivitas Komunikasi dan Budaya Organisasi Tingkatkan Kinerja Karyawan Pesantren

Ilustrasi by AI

Komunikasi yang efektif dan budaya organisasi yang kuat terbukti memegang peranan penting dalam mendongkrak kinerja pegawai di lingkungan lembaga pendidikan Islam. Penelitian yang dilakukan oleh Abdul Rahman Safiih, Budiman, dan Nopi Oktavianti dari Universitas Pamulang pada September 2025 hingga Februari 2026 ini mengkaji secara mendalam faktor-faktor penentu produktivitas tenaga kerja di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Tangerang.

Latar belakang penelitian ini bermula dari adanya tren penurunan skor rata-rata kinerja karyawan di pesantren tersebut dari 80,0 pada tahun 2023 menjadi 76,0 pada tahun 2024, hingga merosot ke angka 73,0 pada tahun 2025. Penurunan ini mencakup lima indikator utama, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektivitas kerja, serta rasa tanggung jawab. Kondisi tersebut didorong oleh hambatan komunikasi internal yang belum optimal serta perlunya penguatan nilai-nilai budaya organisasi di lingkungan kerja.

Untuk menguji permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif. Karena populasi pegawai relatif terbatas, penelitian ini menggunakan teknik sensus yang melibatkan seluruh 50 orang pegawai Pondok Pesantren Darut Tauhid sebagai responden. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, dan uji F melalui program statistik.

Hasil analisis statistik menunjukkan beberapa temuan utama sebagai berikut:

  • Efektivitas komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien korelasi sebesar 0,771 (kategori kuat) dan sumbangan determinasi sebesar 54,1%. Uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 7,529 yang lebih besar dari t tabel 1,667.
  • Budaya organisasi juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dengan koefisien korelasi 0,783 (kategori kuat) dan koefisien determinasi sebesar 61,2%. Uji t menghasilkan nilai hitung 8,388 yang melampaui t tabel 1,667.
  • Secara simultan, efektivitas komunikasi dan budaya organisasi secara bersama-sama memengaruhi kinerja karyawan sebesar 61,2%, sementara 38,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Uji F menghasilkan nilai F hitung sebesar 37,118, jauh lebih tinggi dari F tabel 3,195.

Temuan ini mengonfirmasi bahwa perbaikan kualitas komunikasi internal—seperti kejelasan pesan dan ketepatan waktu informasi—serta peneguhan nilai budaya organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertib, kooperatif, dan produktif. Manajemen pesantren disarankan untuk rutin mengadakan pertemuan koordinasi, memperkuat saluran komunikasi dua arah, serta menerapkan sistem evaluasi dan penghargaan yang jelas guna mendongkrak motivasi kerja pegawai.

Profil Penulis

  • Abdul Rahman Safiih – Peneliti di bidang manajemen dan organisasi.
  • Budiman, S.E., M.M. – Dosen dan peneliti di Universitas Pamulang dengan bidang keahlian manajemen sumber daya manusia.
  • Nopi Oktavianti – Peneliti dan akademisi di Universitas Pamulang.

Sumber Penelitian:

  • Artikel: "The Influence of Communication Effectiveness and Organisational Culture on Employee Performance at Darut Tauhid Islamic Boarding School, Tangerang"
  • Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA), Vol. 4, No. 3, Juli 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.1

Posting Komentar

0 Komentar