Dukungan Organisasi dan Motivasi Kerja Terbukti Mendorong Kinerja Personel TNI AD di Cimahi

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Cimahi - Dukungan organisasi dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Denma PusdikArmed, Kota Cimahi. Temuan ini berasal dari penelitian Dian Nofiana dan Khaerul Rizal Abdurahman dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani, yang diterbitkan pada 2026. Studi tersebut penting karena menunjukkan bahwa peningkatan kinerja personel tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga dengan seberapa besar dukungan organisasi yang dirasakan dan dorongan untuk bekerja secara optimal.

Penelitian yang dimuat dalam Formosa Journal of Multidisciplinary Research itu dilakukan pada lingkungan Denma PusdikArmed di Cimahi. Dalam konteks organisasi militer, personel organik memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan administrasi, pelayanan internal, serta kelancaran operasional organisasi. Karena itu, kualitas kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting dalam pencapaian tujuan organisasi.

Ada kesenjangan antara kinerja aktual dan harapan organisasi

Peneliti menemukan bahwa kinerja personel TNI AD di Denma PusdikArmed secara umum sudah berjalan baik, tetapi masih terdapat ruang untuk peningkatan. Data yang dikumpulkan menunjukkan masih ada personel yang berada pada kategori “cukup”, sementara standar kinerja yang diharapkan organisasi setidaknya berada pada kategori tinggi.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena kesenjangan kinerja dapat berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas, produktivitas, dan pencapaian tujuan organisasi.

Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan dukungan organisasi. Berdasarkan wawancara, pelaksanaan pelatihan masih terbatas, belum merata, dan belum dilakukan secara berkelanjutan. Akibatnya, kesempatan personel untuk mengembangkan kompetensi belum sepenuhnya sama.

Selain itu, peneliti melihat adanya persoalan motivasi kerja. Sebagian personel masih menjalankan pekerjaan sebagai rutinitas tanpa menunjukkan inisiatif yang kuat untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Pola kerja yang monoton dan pemanfaatan teknologi yang belum optimal juga menjadi perhatian dalam penelitian tersebut.

Penelitian melibatkan 36 peserta

Nofiana dan Abdurahman menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian melibatkan 35 personel organik TNI AD di Denma PusdikArmed yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Penilaian kinerja dilakukan oleh satu orang atasan langsung, yaitu Komandan Denma, sehingga total peserta penelitian menjadi 36 orang.
Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Sebelum menguji hubungan antarvariabel, peneliti memastikan instrumen kuesioner memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis juga mencakup pengujian pengaruh masing-masing variabel dan pengaruh keduanya secara bersama-sama terhadap kinerja.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh pernyataan dalam kuesioner dinyatakan valid. Nilai Cronbach’s Alpha untuk dukungan organisasi sebesar 0,814, motivasi kerja 0,815, dan kinerja 0,638.

Dukungan atasan menjadi aspek paling kuat

Secara deskriptif, persepsi personel terhadap dukungan organisasi memperoleh skor rata-rata 3,81 dan masuk kategori kuat. Aspek dukungan dari atasan memperoleh nilai tertinggi, yakni 3,86. Sementara itu, aspek keadilan memperoleh nilai terendah, yaitu 3,78.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa personel secara umum merasakan adanya perhatian dan dukungan organisasi. Dukungan dari atasan melalui bimbingan, perhatian, dan bantuan dalam menjalankan tugas dinilai menjadi salah satu kekuatan lingkungan kerja. Namun, peneliti merekomendasikan peningkatan keadilan, terutama dalam pemerataan kesempatan mengikuti pelatihan dan mengembangkan kompetensi.
Motivasi kerja juga berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 3,79. Aspek pengakuan dan tanggung jawab sama-sama memperoleh nilai tertinggi, yakni 3,86. Sebaliknya, aspek keberhasilan memperoleh skor 3,73 sehingga masih membutuhkan penguatan, terutama melalui peningkatan pencapaian, inisiatif, dan inovasi dalam pekerjaan.

Sementara itu, kinerja personel memperoleh skor rata-rata 3,79 dan masuk kategori baik. Aspek tanggung jawab menjadi yang tertinggi dengan skor 3,89, sedangkan disiplin memperoleh skor terendah, yaitu 3,71. Artinya, kualitas kerja personel sudah dinilai baik, tetapi kedisiplinan masih menjadi salah satu area yang perlu diperkuat.

Dukungan organisasi dan motivasi menjelaskan 55,1 persen variasi kinerja

Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 13,365 + 0,418 X1 + 0,355 X2. Angka tersebut menunjukkan hubungan positif antara dukungan organisasi yang dirasakan maupun motivasi kerja dengan kinerja personel. Semakin kuat dukungan organisasi yang dirasakan, semakin baik pula kinerja; demikian juga ketika motivasi kerja meningkat.

Secara statistik, dukungan organisasi memiliki nilai t sebesar 3,738 dengan signifikansi 0,000, sedangkan motivasi kerja memiliki nilai t sebesar 4,168 dengan signifikansi 0,000. Keduanya lebih kuat daripada batas pengujian yang digunakan peneliti, sehingga masing-masing dinyatakan berpengaruh terhadap kinerja.
Ketika diuji secara bersama-sama, dukungan organisasi dan motivasi kerja juga terbukti berpengaruh terhadap kinerja. Nilai F sebesar 19,660 lebih tinggi dibandingkan F tabel 3,295, dengan signifikansi 0,000.

Besarnya kontribusi kedua faktor tersebut tercermin dari nilai R² sebesar 0,551 atau 55,1 persen. Dengan demikian, dukungan organisasi dan motivasi kerja secara bersama-sama menjelaskan 55,1 persen variasi kinerja personel dalam penelitian ini, sedangkan 44,9 persen lainnya berkaitan dengan faktor lain yang tidak diteliti.

Rekomendasi untuk meningkatkan kinerja

Dian Nofiana dan Khaerul Rizal Abdurahman merekomendasikan agar Denma PusdikArmed memperkuat aspek keadilan melalui pembagian tugas yang proporsional, pemerataan kesempatan pengembangan diri, serta pengambilan keputusan yang transparan.

Dukungan dari atasan yang sudah dinilai baik juga perlu dipertahankan melalui bimbingan, pendampingan, dan perhatian terhadap kebutuhan personel. Untuk meningkatkan motivasi, organisasi dapat menetapkan target kerja yang jelas, melakukan evaluasi kinerja secara objektif, serta memberikan penghargaan atas pencapaian personel, termasuk pencapaian kecil.

Peneliti juga menyarankan pelatihan berkelanjutan, pengembangan kompetensi, dan evaluasi kinerja secara berkala untuk mempertahankan kualitas kerja yang sudah baik. Untuk penelitian berikutnya, faktor seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kompetensi dapat ditambahkan agar pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi kinerja menjadi lebih luas.

Profil penulis

Dian Nofiana merupakan penulis pertama dan corresponding author penelitian ini dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani. Bidang kajian yang tercermin dalam artikel adalah manajemen sumber daya manusia, khususnya dukungan organisasi, motivasi kerja, dan kinerja personel. Artikel mencantumkan nama Dian Nofiana dan alamat kontak akademik, tetapi tidak mencantumkan gelar akademik penulis.

Khaerul Rizal Abdurahman merupakan penulis kedua dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani. Artikel juga tidak mencantumkan gelar akademiknya secara eksplisit.

Sumber penelitian

Judul: The Effect of Perceived Organizational Support and Work Motivation on the Performance of Indonesian Army (TNI AD) Regular Personnel at Denma Pusdikarmed in Cimahi City
Penulis: Dian Nofiana dan Khaerul Rizal Abdurahman
Afiliasi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani
Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR)
Volume: 5, Nomor 8
Tahun: 2026
Halaman: 2443–2458
DOI: 10.55927/fjmr.v5i8.142

Posting Komentar

0 Komentar