Disiplin Kerja Terbukti Kalahkan Kompetensi dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Perkebunan

Ilustrasi by AI
FORMOSA NEWS`

Kinerja optimal karyawan di sektor agribisnis ternyata lebih banyak didorong oleh tingkat kedisiplinan ketimbang tingginya kompetensi teknis yang mereka miliki. Fakta ini ditemukan oleh Marina Fadilah beserta tim peneliti dari Program Studi Magister Manajemen Universitas Bina Darma melalui studi yang dilakukan pada tahun 2022 terhadap karyawan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk Tulung Gelam Estate. Temuan ini menjadi sangat penting bagi dunia industri untuk mengevaluasi kembali strategi pengelolaan sumber daya manusia, terutama di tengah tuntutan adaptasi terhadap sistem kerja digital.

Industri agribisnis dan perkebunan saat ini menghadapi tantangan nyata terkait fluktuasi produktivitas kerja dan kesenjangan kemampuan teknis. Di lokasi penelitian, ditemukan adanya kendala dalam penguasaan teknologi digital seperti sistem e-Harvest Record dan Digital Plantation Management System (DPMS) oleh sebagian pekerja lapangan. Selain itu, masalah kedisiplinan terkait ketepatan waktu penyelesaian tugas juga kerap terjadi dan berimbas pada efisiensi perusahaan. Situasi inilah yang melatarbelakangi pengujian lebih dalam mengenai bagaimana kompetensi, kedisiplinan, dan kepuasan kerja memengaruhi kinerja karyawan.

Secara metodologi, riset kuantitatif ini melibatkan 133 responden yang dipilih dari total populasi 200 karyawan melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Metode ini dipilih karena terbukti akurat dalam memetakan hubungan sebab-akibat antar variabel yang kompleks dengan bahasa statistik yang presisi.

Dari analisis data tersebut, riset ini mengungkap sejumlah temuan utama yang mematahkan beberapa asumsi tradisional di dunia kerja:

  • Disiplin Menjadi Kunci Kinerja: Kedisiplinan kerja memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan secara langsung.
  • Kompetensi Tidak Menjamin Kinerja: Tingkat kompetensi atau keahlian karyawan terbukti tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil kerja mereka.
  • Pengaruh Terhadap Kepuasan Kerja: Baik kompetensi maupun disiplin kerja sama-sama terbukti ampuh dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
  • Kepuasan Kerja Bukan Penentu: Kepuasan kerja yang tinggi ternyata tidak memberikan efek signifikan terhadap peningkatan kinerja, serta gagal menjadi faktor jembatan (mediator) yang menghubungkan antara keahlian dan disiplin dengan capaian kinerja akhir.

Hasil riset ini membawa implikasi strategis bagi dunia usaha, khususnya bagi manajemen perusahaan perkebunan. Perusahaan disarankan untuk tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi harus lebih agresif memperkuat sistem kedisiplinan melalui penegakan standar operasional (SOP) dan pengawasan yang konsisten.

"Kompetensi sebagai faktor pendorong belum mampu meningkatkan kinerja secara optimal apabila tidak didukung oleh faktor-faktor pendukung lainnya seperti lingkungan kerja, kebijakan perusahaan, sistem penghargaan, dan kejelasan tugas," tegas Marina Fadilah dan tim peneliti dari Universitas Bina Darma dalam laporan tertulisnya.

PROFIL PENULIS

  • Nama Peneliti Utama: Marina Fadilah
  • Anggota Tim Peneliti: Trisninawati, M. Izman Herdiansyah, dan Septiani Fransisca
  • Afiliasi Akademik: Program Studi Magister Manajemen, Program Pascasarjana, Universitas Bina Darma, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Bidang Riset: Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi

SUMBER PENELITIAN

  • Judul Artikel: The Influence of Competence and Work Discipline on Employee Performance at PT PP London Sumatra Indonesia Tbk Tulung Gelam Estate with Job Satisfaction as a Mediating Variable
  • Nama Jurnal: (Tidak disebutkan secara eksplisit pada naskah asal; didistribusikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International)
  • Tahun Publikasi: 2022
  • DOI / URL: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.18

Posting Komentar

0 Komentar