Diabetes Buddy, Aplikasi Android dari Cenderawasih University untuk Membantu Mengatur Jadwal Obat Diabetes


Gambar dibuat oleh AI

JAYAPURA, Indonesia — Pengelolaan obat menjadi bagian penting dalam perawatan diabetes tipe 2 yang berlangsung dalam jangka panjang. Untuk membantu pasien mengingat jadwal konsumsi obat, Mingsep Rante Sampebua dan Elvis Pawan dari Cenderawasih University, Papua, mengembangkan aplikasi Android bernama Diabetes Buddy. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengingat obat, mencatat riwayat konsumsi, memantau persediaan obat, serta menyediakan informasi mengenai penggunaan obat dan edukasi diabetes. Hasil pengujian yang dilaporkan dalam artikel menunjukkan bahwa berbagai fungsi utama aplikasi dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan sistem.

Pengingat Obat Menjadi Bagian Penting Pengelolaan Diabetes

Diabetes melitus tipe 2 merupakan kondisi kronis yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Dalam praktik sehari-hari, pasien perlu mengikuti jadwal pengobatan dan berbagai anjuran kesehatan secara konsisten.

Artikel yang ditulis Sampebua dan Pawan menyoroti salah satu persoalan praktis dalam pengelolaan terapi, yaitu kemungkinan lupa mengonsumsi obat sesuai jadwal. Literatur yang mereka gunakan juga menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pengobatan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk rutinitas terapi yang kompleks, lupa, keterbatasan pemantauan mandiri, serta kebutuhan akan informasi kesehatan yang mudah diakses.

Di tengah penggunaan smartphone yang semakin luas, teknologi kesehatan berbasis perangkat seluler dapat menjadi salah satu cara untuk membantu aktivitas tersebut. Aplikasi kesehatan dapat digunakan untuk memberikan pengingat, menyimpan catatan, menyediakan informasi, dan membantu pengguna mengatur rutinitas perawatan.

Dari kebutuhan tersebut, Sampebua dan Pawan dari Cenderawasih University mengembangkan Diabetes Buddy sebagai aplikasi yang secara khusus berfokus pada pengelolaan konsumsi obat bagi pasien diabetes tipe 2.

Bukan Sekadar Alarm Pengingat

Diabetes Buddy tidak hanya berfungsi sebagai alarm yang berbunyi pada waktu tertentu. Aplikasi ini menggabungkan beberapa fungsi yang berkaitan dengan pengelolaan obat.

Beberapa fitur yang tersedia meliputi:

  • Pengaturan jadwal konsumsi obat
  • Notifikasi dan alarm otomatis
  • Pencatatan obat yang sudah dikonsumsi
  • Pemantauan jumlah persediaan obat
  • Riwayat penggunaan obat
  • Informasi mengenai penggunaan obat
  • Edukasi mengenai diabetes tipe 2
  • Profil pengguna
  • Panduan penggunaan aplikasi
  • Pengunduhan riwayat konsumsi obat dalam format PDF

Pengguna dapat memasukkan nama obat, dosis, tanggal mulai dan berakhir, serta waktu konsumsi. Informasi tersebut kemudian digunakan sistem untuk membuat pengingat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Aplikasi ini juga menyediakan halaman edukasi yang memuat informasi dasar mengenai diabetes tipe 2, faktor risiko, gejala umum, serta informasi mengenai hipoglikemia. Materinya disusun secara ringkas agar lebih mudah dipahami pengguna.

Saat Obat Harus Diminum, Aplikasi Mengirim Notifikasi

Cara kerja fitur utama Diabetes Buddy cukup sederhana.

Ketika waktu konsumsi obat tiba, aplikasi akan menampilkan notifikasi pada perangkat Android. Pengguna kemudian dapat memberikan konfirmasi melalui pilihan yang tersedia.

Jika pengguna memilih “YES”, sistem mencatat konsumsi obat tersebut, mengurangi jumlah stok obat secara otomatis, dan menyimpan informasinya ke dalam riwayat.

Sementara itu, pilihan “NO” menunjukkan bahwa notifikasi telah diterima tetapi jadwal konsumsi belum dilakukan. Jika pengguna belum memberikan respons, alarm dapat kembali berbunyi secara berkala.

Dengan mekanisme tersebut, jadwal obat tidak hanya berfungsi sebagai pengingat. Setiap respons pengguna juga menjadi bagian dari catatan penggunaan obat.

Stok Obat Ikut Dipantau

Salah satu fitur yang menarik dari Diabetes Buddy adalah pengelolaan persediaan obat.

Pengguna dapat memasukkan jenis dan jumlah obat yang tersedia. Ketika konsumsi obat dikonfirmasi melalui sistem, jumlah stok akan berkurang secara otomatis.

Artikel tersebut memberikan contoh beberapa obat yang dapat dimasukkan ke dalam sistem, seperti Glibenclamide, Pioglitazone, dan Metformin. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat persediaan obat yang masih tersedia dan mengetahui kapan perlu melakukan pengisian kembali.

Sistem tersebut juga terhubung dengan riwayat konsumsi. Dengan demikian, informasi mengenai obat yang digunakan, waktu konsumsi, dan status konsumsi dapat tersimpan secara lebih terstruktur.

Riwayat Konsumsi Bisa Disimpan dalam PDF

Diabetes Buddy juga menyediakan halaman riwayat penggunaan obat.

Catatan tersebut dapat memuat nama obat, dosis, waktu alarm, tanggal penggunaan, status konsumsi, hingga waktu ketika pengguna memberikan konfirmasi. Data tersebut juga dapat diunduh dalam bentuk PDF.

Fitur ini dapat membantu pengguna memiliki catatan digital mengenai rutinitas konsumsi obat. Dalam konteks keluarga, catatan tersebut juga berpotensi menjadi informasi tambahan ketika anggota keluarga membantu mengingat atau memantau jadwal pengobatan.

Namun, aplikasi ini tetap diposisikan sebagai alat pendukung pengelolaan obat, bukan pengganti konsultasi maupun instruksi dari tenaga kesehatan.

Dibangun Secara Bertahap dan Diuji

Sampebua dan Pawan menggunakan metode Waterfall dalam pengembangan Diabetes Buddy. Metode ini membagi proses pengembangan perangkat lunak menjadi beberapa tahap yang dilakukan secara berurutan, mulai dari analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan.

Setelah aplikasi dikembangkan, para peneliti melakukan pengujian menggunakan metode Black Box. Pengujian tersebut berfokus pada fungsi aplikasi: apakah masukan tertentu menghasilkan keluaran yang sesuai dengan yang telah dirancang.

Fungsi yang diuji mencakup pendaftaran pengguna, login, panduan aplikasi, panduan obat, halaman edukasi diabetes, pengelolaan stok obat, riwayat konsumsi, serta notifikasi pengingat. Hasil yang dilaporkan menunjukkan fungsi-fungsi utama tersebut bekerja sesuai dengan keluaran yang diharapkan.

Teknologi Digital untuk Mendukung Kemandirian Pengguna

Diabetes Buddy menggunakan Firebase Authentication dan Firebase Realtime Database untuk mendukung autentikasi pengguna serta penyimpanan dan sinkronisasi data secara real-time.

Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan jadwal obat, data pengguna, riwayat konsumsi, dan informasi persediaan dikelola dalam sistem yang saling terhubung.

Bagi pengguna, pendekatan ini membuat beberapa aktivitas pengelolaan obat tersedia dalam satu aplikasi. Bagi keluarga, catatan konsumsi dapat menjadi informasi tambahan untuk memberikan dukungan terhadap rutinitas pengobatan.

Dalam parafrase atas temuan penulis, Mingsep Rante Sampebua dan Elvis Pawan dari Cenderawasih University melihat integrasi pengingat otomatis, pencatatan konsumsi, pemantauan stok, dan informasi kesehatan sebagai pendekatan digital yang dapat membantu pengelolaan terapi diabetes menjadi lebih teratur.

Masih Memerlukan Pengujian pada Pengguna Lebih Luas

Meski hasil pengujian aplikasi menunjukkan fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan, temuan tersebut perlu dipahami secara proporsional.

Artikel ini terutama membahas pengembangan aplikasi dan pengujian fungsi perangkat lunak. Penelitian tersebut belum menjadi uji klinis yang mengukur secara langsung perubahan kadar gula darah atau peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien dalam penggunaan jangka panjang.

Karena itu, Diabetes Buddy lebih tepat dipandang sebagai prototipe atau solusi digital yang berpotensi mendukung pengelolaan obat, sementara efektivitasnya terhadap kondisi kesehatan pasien masih memerlukan penelitian lanjutan dengan pengguna dalam lingkungan nyata.

Pengembangan Selanjutnya Bisa Menggunakan AI

Para peneliti juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui teknologi Artificial Intelligence (AI).

Menurut artikel tersebut, aplikasi kesehatan di masa depan dapat dikembangkan agar mampu memberikan dukungan yang lebih personal dan melakukan pemantauan kesehatan secara adaptif bagi pasien diabetes tipe 2.

Jika dikembangkan lebih lanjut, pendekatan tersebut dapat membawa aplikasi kesehatan dari sekadar pengingat jadwal menuju sistem pendukung yang lebih personal. Namun, pengembangan semacam itu juga perlu memperhatikan keamanan data, privasi pengguna, dan kesesuaian informasi kesehatan dengan arahan tenaga medis.

Profil Penulis

Mingsep Rante Sampebua merupakan penulis utama dan penulis korespondensi artikel. Ia berafiliasi dengan Department of Information Systems, Cenderawasih University, Papua, Indonesia. Publikasinya dalam artikel ini berfokus pada pengembangan sistem informasi, aplikasi Android, teknologi kesehatan digital, dan sistem pengingat konsumsi obat.

Elvis Pawan merupakan penulis bersama dalam artikel dan juga berafiliasi dengan Department of Information Systems, Cenderawasih University, Papua, Indonesia. Kontribusinya berada dalam bidang sistem informasi dan pengembangan aplikasi kesehatan berbasis Android.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Android-Based Medication Reminder Application for Type 2 Diabetes Mellitus Patients
Penulis: Mingsep Rante Sampebua dan Elvis Pawan
Afiliasi: Department of Information Systems, Cenderawasih University, Papua, Indonesia
Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS)
Tahun Publikasi: 2026
Volume: 4, Nomor 6, halaman 545–560
DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i6.19

Posting Komentar

0 Komentar