Blooket Tingkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa SD hingga Signifikan



Illustration by Ai

Platform pembelajaran berbasis gim Blooket terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Karakter di UPTD SDN 4 Maroangin. Temuan ini dipublikasikan dalam International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR) edisi 2026 oleh Lukman, Ainun Najib Alfatih, dan Hildayanti dari Universitas Negeri Makassar. Penelitian dilaksanakan pada 27 April–8 Mei 2026 dan menunjukkan bahwa penggunaan Blooket memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa.

Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam dunia pendidikan, guru dituntut menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu membangkitkan antusiasme siswa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri pada pembelajaran PAI di sekolah dasar, yang selama ini masih didominasi metode ceramah dan penggunaan buku teks sebagai media utama.

Mengapa motivasi belajar menjadi perhatian?

Berdasarkan observasi peneliti di UPTD SDN 4 Maroangin, banyak siswa menunjukkan partisipasi yang rendah selama proses belajar. Mereka cenderung pasif ketika diminta bertanya, berdiskusi, maupun menyelesaikan tugas secara mandiri. Situasi ini mendorong peneliti mencari media pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

635-646.pdf

Document

Pilihan kemudian jatuh pada Blooket, sebuah platform kuis digital yang menggabungkan unsur permainan dengan pembelajaran. Melalui sistem poin, papan peringkat (leaderboard), hadiah virtual, karakter unik (blooks), serta umpan balik secara langsung, Blooket menghadirkan suasana belajar yang kompetitif sekaligus menyenangkan.

Metode penelitian sederhana tetapi terukur

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment yang melibatkan 38 siswa kelas IV. Sebanyak 19 siswa ditempatkan pada kelas eksperimen yang belajar menggunakan Blooket, sedangkan 19 siswa lainnya menjadi kelas kontrol dengan pembelajaran menggunakan lembar kerja kelompok (LKK) dan evaluasi konvensional.

Menariknya, kedua kelas tetap menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD). Dengan demikian, satu-satunya perbedaan utama dalam penelitian ini adalah media pembelajaran yang digunakan, sehingga hasil yang diperoleh lebih mencerminkan pengaruh Blooket itu sendiri.

Instrumen utama penelitian berupa angket motivasi belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dengan tingkat signifikansi 5 persen.

Hasil utama: Blooket unggul dibanding pembelajaran biasa

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar pada kedua kelas, tetapi kelas yang menggunakan Blooket mengalami peningkatan yang jauh lebih tinggi.

Rata-rata motivasi belajar meningkat lebih besar pada kelas Blooket

Kelas eksperimen (Blooket)

87,58

Naik 46,74 poin dari pretest

Kelas kontrol (LKK)

79,11

Naik 37,95 poin dari pretest

Uji statistik

p = 0,023

(lebih kecil dari 0,05)

Artinya, penggunaan Blooket memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui Blooket lebih antusias mengikuti pembelajaran dibandingkan siswa yang menggunakan metode konvensional.

Mengapa Blooket lebih efektif?

Menurut para peneliti, keberhasilan Blooket berasal dari penerapan konsep gamifikasi, yaitu mengubah aktivitas belajar menjadi pengalaman yang menyerupai permainan. Setiap jawaban benar menghasilkan poin, siswa dapat melihat posisi mereka pada papan peringkat, memperoleh penghargaan, serta menerima umpan balik secara real time.

Kombinasi fitur tersebut mendorong munculnya keinginan untuk berhasil, meningkatkan rasa percaya diri, serta menjaga fokus siswa selama pembelajaran berlangsung. Dibandingkan evaluasi tertulis biasa, pendekatan ini membuat siswa merasa belajar sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan sekadar mengerjakan soal.

Hildayanti dan tim dari Universitas Negeri Makassar menegaskan bahwa penggunaan model STAD pada kedua kelas memperkuat validitas hasil penelitian. Dengan strategi mengajar yang sama, peningkatan motivasi dapat dikaitkan terutama dengan media digital Blooket, bukan karena perbedaan metode pembelajaran.

Dampak bagi pendidikan dasar

Penelitian ini memberikan pesan penting bagi guru sekolah dasar, khususnya pengajar PAI dan Pendidikan Karakter. Integrasi media digital berbasis permainan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterlibatan siswa tanpa menghilangkan tujuan pembentukan nilai-nilai moral dan spiritual.

Selain itu, sekolah juga didorong menyediakan fasilitas teknologi dan pelatihan bagi guru agar mampu memanfaatkan platform digital secara efektif. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang tumbuh di era digital dan terbiasa dengan interaksi visual serta permainan edukatif.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi ini masih terbatas pada satu sekolah dengan jumlah responden relatif kecil. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan lebih banyak sekolah serta menguji pengaruh Blooket terhadap hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan keterampilan pemecahan masalah.

Profil Singkat Penulis

  • Lukman — Peneliti bidang Pendidikan Agama Islam, Universitas Negeri Makassar.
  • Ainun Najib Alfatih — Akademisi Universitas Negeri Makassar dengan fokus pada inovasi pembelajaran dan pendidikan dasar.
  • Hildayanti (Corresponding Author) — Dosen/Peneliti Universitas Negeri Makassar yang meneliti media pembelajaran digital, motivasi belajar, dan Pendidikan Agama Islam.

Sumber Penelitian

Lukman, Ainun Najib Alfatih, & Hildayanti. (2026). The Effect of the Blooket Platform on Fourth-Grade Students' Learning Motivation in Islamic Religious Education and Character Education at UPTD SDN 4 Maroangin. International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR), Vol. 4, No. 7, hlm. 635–646. DOI: 10.59890/ijaamr.v4i7.270.

 



Posting Komentar

0 Komentar