Lonjakan minat masyarakat terhadap perdagangan valuta asing (forex) ritel di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah dikupas dalam riset terbaru yang dipublikasikan pada Juli 2026 oleh tim akademisi Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor yang dipimpin oleh Moh. Asep Zakariya Ansori bersama Anisa Husnul Khotimah, Muhamad Abdul Ikhsan, Muhamad Afifudin, M. Naufal Abdurrahman, and Haikal Ramdhani Fauzi
Depresiasi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat mendorong masyarakat memanfaatkan fluktuasi nilai tukar sebagai instrumen keuntungan jangka pendek melalui platform digital
Dalam mengkaji fenomena tersebut, tim peneliti menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan
Hasil analisis mendalam menunjukkan bahwa praktik perdagangan forex ritel berbasis digital memiliki sejumlah catatan penting terkait hukum Islam:
- Mekanisme Contracts for Difference (CFD) gagal memenuhi syarat taqabudh hukmi karena tidak pernah terjadi perpindahan kepemilikan mata uang secara nyata, melainkan hanya penyelesaian selisih harga (cash settlement)
. - Penggunaan fasilitas leverage (daya ungkit) yang tinggi serta orientasi keuntungan cepat memperkuat unsur spekulasi berlebihan yang mengarah pada maysir (perjudian)
. - Meskipun sah secara hukum positif di bawah pengawasan Bappebti berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011, instrumen forex berbasis CFD dinilai tidak memenuhi prinsip syariah (non-compliant)
.
Menurut para peneliti dari Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor, temuan ini mengungkap adanya celah antara legalitas formal negara dan hukum ekonomi syariah
Profil Penulis
- Moh. Asep Zakariya Ansori — Peneliti Utama / Dosen di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
. - Anisa Husnul Khotimah — Peneliti / Akademisi di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
. - Muhamad Abdul Ikhsan — Peneliti / Akademisi di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
. - Muhamad Afifudin — Peneliti / Akademisi di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
. - M. Naufal Abdurrahman — Peneliti / Akademisi di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
. - Haikal Ramdhani Fauzi — Peneliti / Akademisi di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: Retail Forex Trading in the Period of Rupiah Depreciation: Analysis of Taqabudh Hukmi and Maysir
- Nama Jurnal: International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 7, Juli 2026, hlm. 1053-1064
- DOI/URL:
https://doi.org/10.59890/ijels.v4i7.46
0 Komentar