Ilustrasi by AI

Literasi keuangan memiliki peran krusial dalam membentuk perilaku pengelolaan utang rumah tangga dan meningkatkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Sebuah studi bibliometrik terbaru yang menganalisis 427 artikel terindeks Scopus sepanjang tahun 2020–2025 mengungkap bahwa literasi keuangan yang baik secara signifikan membantu individu menghindari jebakan utang serta membuat keputusan keuangan yang lebih rasional.

Penelitian ini dilakukan oleh Maria Suryaningsih, Susi Susilawati, Ramdany, Ridwan Saleh, dan Samukri dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta. Hasil temuan mereka menyoroti posisi Indonesia yang kini menjadi salah satu kontributor riset literasi keuangan paling aktif di tingkat global, dengan lebih dari 25 artikel ilmiah diterbitkan dalam periode tersebut.

Mengapa Literasi Keuangan Sangat Mendesak?

Transformasi digital dan kemudahan akses terhadap layanan keuangan modern, seperti pinjaman online dan layanan buy now pay later, telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Meskipun akses semakin mudah, banyak rumah tangga yang belum dibarengi dengan pemahaman risiko yang memadai, sehingga rentan mengalami kondisi over-indebtedness (utang berlebih). Studi ini menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan sekadar teori dasar, melainkan instrumen strategis untuk membangun ketahanan finansial rumah tangga di era ekonomi digital.

Metode Penelitian

Para peneliti menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak Bibliometrix (RStudio) dan VOSviewer. Sebanyak 427 artikel yang relevan di bidang ekonomi dan keuangan disaring secara ketat dari basis data Scopus dan Web of Science untuk dipetakan tren publikasi, jaringan kolaborasi antarpenulis, serta keterkaitan tema utama.

Temuan Utama

Berdasarkan analisis data, terdapat beberapa temuan kunci:

  • Korelasi Kuat: Literasi keuangan terbukti berhubungan erat dengan pendidikan keuangan, perilaku utang, inklusi keuangan, dan ketahanan finansial.
  • Peran Digital: Di negara berkembang, literasi keuangan berfungsi sebagai jembatan bagi rumah tangga untuk mengoptimalkan manfaat teknologi digital sekaligus mengelola risiko investasi.
  • Posisi Indonesia: Indonesia mencatat kontribusi ilmiah yang signifikan dalam topik ini, mencerminkan keseriusan akademisi tanah air dalam merespons tantangan literasi di kalangan urban dan milenial.
  • Jaringan Global: Peneliti seperti Olivia S. Mitchell dan Annamaria Lusardi tetap menjadi tokoh sentral dalam jaringan kolaborasi riset literasi keuangan dunia.

Implikasi bagi Masyarakat dan Kebijakan

Temuan ini menegaskan bahwa program edukasi keuangan tidak boleh bersifat umum, melainkan harus dirancang secara kontekstual sesuai dengan kebutuhan sosio-ekonomi masyarakat. Bagi para pembuat kebijakan, hasil riset ini menjadi dasar untuk memperkuat integrasi literasi keuangan dalam kurikulum pendidikan, serta mendorong kolaborasi lintas negara guna mempersempit celah akses keuangan antar-demografi.

Profil Penulis:

Studi ini disusun oleh tim peneliti dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta, yang terdiri dari Maria Suryaningsih (penulis korespondensi), Susi Susilawati, Ramdany, Ridwan Saleh, dan Samukri. Tim ini memiliki keahlian dalam bidang analisis bisnis, ekonomi, dan studi literasi keuangan yang berfokus pada dinamika rumah tangga dan kebijakan ekonomi.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Bibliometric Visualization of Global Trends in Financial Literacy and Digital Household Debt 2020-2025
  • Nama Jurnal: Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI/URL: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i3.16642