Tim peneliti dari Universitas Riau mengungkapkan bahwa tradisi lisan Basisombau dari masyarakat Kampar, Riau, memiliki peran strategis sebagai sistem pendidikan karakter bagi generasi muda
Di tengah pesatnya modernisasi, proses pendidikan formal sering kali lebih mengutamakan capaian akademik dibandingkan internalisasi nilai sosial dan karakter
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk membedah nilai-nilai dalam Basisombau
Berikut adalah temuan utama dari penelitian ini:
- Basisombau berfungsi sebagai sistem pendidikan sosial berbasis komunitas yang efektif mentransmisikan rasa hormat, semangat musyawarah, dan etika komunikasi antar generasi
. - Tradisi ini memenuhi tiga dimensi pendidikan karakter menurut teori Thomas Lickona, yakni pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral
. - Nilai-nilai Basisombau sangat relevan dengan kompetensi pendidikan abad ke-21, seperti kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis
.
Temuan ini menegaskan bahwa Basisombau dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan formal maupun non-formal untuk memperkuat identitas budaya generasi muda
Profil Penulis
- Abdullah: Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
- Hasnah Faizah: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
- Hermandra: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
- Mahdum: Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
- Elmustian: Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: Learning from Basisombau: Character Education and Social Values in the Traditions of The Kampar Community
- Jurnal: Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), Vol. 4, No. 5, 2026
- DOI:
https://doi.org/10.55927/cjas.v4i6.191
0 Komentar