Tradisi Lisan Basisombau Kampar Jadi Solusi Pendidikan Karakter di Era Digital

Ilustrasi by AI

Tim peneliti dari Universitas Riau mengungkapkan bahwa tradisi lisan Basisombau dari masyarakat Kampar, Riau, memiliki peran strategis sebagai sistem pendidikan karakter bagi generasi muda. Diterbitkan pada tahun 2026, kajian ini menyoroti bagaimana praktik dialog tradisional yang sarat nilai sosial dapat menjadi kurikulum kontekstual yang relevan dengan kebutuhan kompetensi abad ke-21.

Di tengah pesatnya modernisasi, proses pendidikan formal sering kali lebih mengutamakan capaian akademik dibandingkan internalisasi nilai sosial dan karakter. Basisombau, yang biasanya dipraktikkan dalam upacara adat seperti pernikahan dan pertemuan keluarga, bukan sekadar ritual budaya. Tradisi ini merupakan sistem pembelajaran sosial yang menanamkan etika, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada generasi penerus.

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk membedah nilai-nilai dalam Basisombau. Melalui perspektif etnopedagogi—pendekatan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal—tradisi ini dianalisis sebagai sumber pengetahuan yang berfungsi sebagai kurikulum kontekstual bagi masyarakat. Data dianalisis dengan teknik analisis isi terhadap dokumen budaya dan literatur ilmiah untuk mengidentifikasi pola nilai pendidikan yang muncul.

Berikut adalah temuan utama dari penelitian ini:

  • Basisombau berfungsi sebagai sistem pendidikan sosial berbasis komunitas yang efektif mentransmisikan rasa hormat, semangat musyawarah, dan etika komunikasi antar generasi.
  • Tradisi ini memenuhi tiga dimensi pendidikan karakter menurut teori Thomas Lickona, yakni pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral.
  • Nilai-nilai Basisombau sangat relevan dengan kompetensi pendidikan abad ke-21, seperti kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis.

Temuan ini menegaskan bahwa Basisombau dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan formal maupun non-formal untuk memperkuat identitas budaya generasi muda. Peneliti merekomendasikan pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas adat untuk berkolaborasi dalam mendokumentasikan serta mengintegrasikan nilai-nilai tradisi ini ke dalam kurikulum sekolah agar tetap lestari di era transformasi digital.

Profil Penulis

  • Abdullah: Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
  • Hasnah Faizah: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
  • Hermandra: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
  • Mahdum: Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
  • Elmustian: Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Learning from Basisombau: Character Education and Social Values in the Traditions of The Kampar Community
  • Jurnal: Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), Vol. 4, No. 5, 2026
  • DOI: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i6.191

Posting Komentar

0 Komentar