Terumbu Karang Tanah Liat Cetak 3D Berhasil Percepat Kolonisasi Ikan di Teluk Pujada Filipina

Ilustrasi by AI

MATI — Penurunan kualitas ekosistem terumbu karang akibat aktivitas manusia mendorong para ilmuwan mencari inovasi rehabilitasi laut yang lebih presisi dan bio-insperatif. Guna menjawab tantangan ini, Rheacin A. Polestico, Lea A. Jimenez, Amy G. Ponce, Lorjie B. Bation, dan Ariel C. Eballe dari Davao Oriental State University melakukan penelitian pada tahun 2026 mengenai perkembangan awal komunitas ikan pada struktur buatan modern. Studi yang dipublikasikan dalam East Asian Journal of Multidisciplinary Research ini menjadi basis penting untuk membuktikan efektivitas teknologi cetak tiga dimensi (3D) berbahan tanah liat dalam memulihkan habitat pesisir yang rusak.

Kerusakan terumbu karang alami di perairan Filipina telah lama memicu penurunan produksi perikanan pantai dan eksploitasi berlebih di wilayah tangkapan tradisional. Upaya konvensional menggunakan ban bekas, logam, maupun blok beton sering kali kurang optimal dan hanya berfungsi sebagai alat pengumpul ikan, bukan sebagai alat rehabilitasi habitat yang sejati. Kehadiran Terumbu Tanah Liat Buatan (ACR) berbasis cetak 3D menawarkan solusi baru karena mampu meniru kompleksitas fisik terumbu karang alami melalui kontrol bentuk, rongga, dan tekstur mikro habitat yang presisi.

Untuk memantau efektivitas struktur tersebut, tim peneliti dari Davao Oriental State University melakukan pengamatan langsung di Teluk Pujada, Kota Mati, Provinsi Davao Oriental, tepat enam bulan setelah struktur dipasang. Evaluasi ini menggunakan metode Sensus Visual Ikan non-destruktif yang dimodifikasi, menggabungkan teknik hitung titik untuk spesies bergerak, transek sabuk untuk spesies demersal, dan transek garis untuk ikan kecil tersembunyi. Pengamatan difokuskan pada kelimpahan ikan, komposisi spesies, kategori perikanan, kelompok trofik, serta indeks keanekaragaman di dalam area penempatan.

Hasil sensus visual menunjukkan keberhasilan awal yang sangat positif dengan tercatatnya 250 individu ikan dari 27 spesies yang tergolong ke dalam 11 famili berbeda. Komunitas ikan pada fase awal ini didominasi oleh kelompok ikan non-target perikanan sebesar 70,4 persen, terutama dari famili Pomacentridae (ikan betok) seperti Pomacentrus alexanderae dan Amblyglyphidodon curacao. Kelompok ikan bertubuh kecil ini memanfaatkan celah dan rongga terumbu cetak 3D sebagai perlindungan dari predator dan tempat tinggal harian mereka.

Meskipun didominasi ikan kecil, kehadiran ikan target perikanan sebesar 29,6 persen seperti ikan baronang, ikan bedah, ikan kakatua, dan kerapu memberikan indikasi kuat bahwa fungsi ekologis penting telah mulai berjalan. Keberadaan berbagai kelompok trofik mulai dari pemakan plankton, omnivora, hingga herbivora-detritivora ini sangat krusial untuk mengendalikan pertumbuhan alga dan menjaga kebersihan substrat terumbu karang. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener yang tercatat sebesar 2,494 menunjukkan tingkat diversitas yang moderat tanpa adanya dominasi tunggal oleh satu spesies tertentu.

Implikasi dari riset ini memberikan rekomendasi strategis bagi kebijakan tata kelola kawasan konservasi perairan dan perlindungan lanskap laut di Filipina. Teknologi terumbu cetak 3D berbasis tanah liat terbukti efektif menjadi pemantik awal bagi pemulihan keanekaragaman hayati laut. Namun, pembuat kebijakan dan pengelola kawasan disarankan untuk mengintegrasikan teknologi ini dengan perlindungan wilayah dari jangkar kapal dan aktivitas penangkapan ikan ilegal agar suksesi ekologis dapat berjalan matang secara jangka panjang.

Profil Penulis

  • Rheacin A. Polestico — Davao Oriental State University

  • Lea A. Jimenez — Davao Oriental State University

  • Amy G. Ponce — Davao Oriental State University

  • Lorjie B. Bation — Davao Oriental State University

  • Ariel C. Eballe — Davao Oriental State University

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: Early Fish Community Development in a 3D-Printed Artificial Clay Reef System in Pujada Bay, Philippines

  • Nama Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR)

  • Tahun Publikasi: 2026

  • DOI: [https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i7.191](https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i7.191)

  • URL Resmi: [https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr](https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr)

Posting Komentar

0 Komentar