Sebuah studi ilmiah terbaru mengungkapkan bahwa strategi pemasaran menggunakan brand ambassador dan iklan konvensional tidak lagi efektif dalam membangun kesadaran merek (brand awareness) di era digital
Pergeseran Tren di Tengah Ketatnya Persaingan E-Commerce
Pasar belanja daring (e-commerce) di Indonesia terus mengalami persaingan yang sengit. Data internal menunjukkan adanya tekanan besar pada platform raksasa seperti Shopee, yang mengalami penurunan kunjungan secara global dari 2,35 miliar interaksi pada tahun 2023 menjadi 147 juta kunjungan pada tahun 2025
Kondisi tersebut diperparah oleh munculnya ketidakpuasan konsumen di berbagai platform digital terkait kenaikan biaya administrasi, kualitas barang yang tidak sesuai deskripsi, hingga keraguan terhadap keaslian produk
Metodologi Penelitian Sederhana
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif objektif untuk menguji hubungan sebab-akibat antavariabel
Seluruh partisipan adalah pengguna aktif Shopee yang berusia minimal 17 tahun dan mengetahui grup idola JKT48 sebagai brand ambassador resmi platform tersebut
Temuan Utama: Digital Marketing dan Word of Mouth Jadi Kunci
Melalui pengujian parsial (t-test) dan simultan (F-test), riset ini menghasilkan data yang mengejutkan industri periklanan modern
Brand Ambassador Sama Sekali Tidak Berpengaruh: Penggunaan figur publik seperti JKT48 terbukti tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan brand awareness masyarakat Kudus
. Konsumen saat ini jauh lebih rasional dan fokus pada manfaat platform serta layanan nyata daripada sekadar terbujuk idola . Iklan Konvensional Kehilangan Taji: Anggaran iklan yang besar tidak otomatis membuat merek diingat
. Banyaknya paparan iklan digital di berbagai lini masa justru memicu kejenuhan konsumen (advertising fatigue) . Digital Marketing Berdampak Positif Besar: Strategi pemasaran digital interaktif seperti fitur Shopee Live, kampanye media sosial, dan program promo terbukti sukses meningkatkan pengenalan merek secara signifikan
. Rekomendasi Word of Mouth (Promosi dari Mulut ke Mulut) Menjadi Faktor Terkuat: Testimoni jujur, ulasan produk, dan diskusi antarpengguna (baik langsung maupun lewat electronic word of mouth di media sosial) memiliki pengaruh paling dominan dalam membangun kepercayaan konsumen
.
Secara gabungan, kombinasi dari brand ambassador, iklan, digital marketing, dan word of mouth mampu menjelaskan 46,3% perubahan tingkat kesadaran merek pada pengguna Shopee di Kudus
Implikasi Bisnis dan Manfaat bagi Industri
Hasil penelitian dari tim akademisi Universitas Muria Kudus ini membawa implikasi penting bagi para pelaku usaha, manajer pemasaran, dan penentu kebijakan di industri e-commerce
Perusahaan disarankan untuk mengalihkan fokus dan anggarannya guna memperkuat konsistensi konten digital interaktif dan memperbaiki sistem layanan konsumen agar tercipta ulasan positif dari mulut ke mulut
Profil Penulis
- Isti Faizah: Peneliti dan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus, berspesialisasi dalam manajemen pemasaran digital dan perilaku konsumen e-commerce
. - Dina Lusianti: Dosen dan peneliti senior Universitas Muria Kudus yang aktif memublikasikan kajian strategi bisnis Asia. Korespondensi ilmiah dapat ditujukan melalui email: dina.lusianti@umk.ac.id
. - Dian Wismar'ein: Akademisi Universitas Muria Kudus dengan keahlian di bidang riset kuantitatif pemasaran dan komunikasi merek terintegrasi
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel Jurnal: The Influence of Brand Ambassador, Advertising, Digital Marketing, and Word of Mouth Promotion on Brand AwarenessNama Jurnal: International Journal of Asian Business and Management (IJABM)
Volume & Halaman: Vol. 5, No. 3, 2026: 225-244
DOI :
0 Komentar