Strategi Green Marketing Digital Tingkatkan Keputusan Pembelian UKM Kopi di Jakarta

Ilustrasi by AI

Adisty Fitriyana Lutfi dan Bono Prambudi dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta menganalisis dampak strategi green marketing terhadap perilaku konsumen UKM kopi ramah lingkungan di DKI Jakarta. Penelitian tahun 2026 yang melibatkan 311 responden ini mengidentifikasi taktik keberlanjutan yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan daya saing bisnis di pasar yang semakin sadar lingkungan.

Konteks Masalah Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pelestarian alam, konsumen kini semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam setiap keputusan pembelian. Untuk tetap kompetitif, UKM kopi di Jakarta mulai mengadopsi strategi green marketing sebagai nilai tambah. Namun, para pelaku usaha sering kesulitan menentukan strategi mana yang paling efektif: inovasi internal seperti proses daur ulang, atau elemen komunikasi eksternal seperti kemasan ramah lingkungan dan promosi melalui platform digital.

Metodologi Penelitian Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mensurvei 311 konsumen produk kopi ramah lingkungan di DKI Jakarta. Dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural, penelitian ini mengevaluasi pengaruh langsung dan tidak langsung dari tiga dimensi utama green marketing: inovasi daur ulang, kemasan ramah lingkungan, dan penggunaan platform digital terhadap keputusan pembelian konsumen, dengan minat beli sebagai variabel penghubung.

Temuan Utama

Penelitian ini mengungkap pola perilaku konsumen dalam merespons strategi pemasaran hijau:

  • Kemasan ramah lingkungan dan penggunaan platform digital terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat beli dan keputusan pembelian konsumen.
  • Inovasi daur ulang, meskipun merupakan praktik keberlanjutan yang baik, belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.
  • Minat beli memainkan peran mediator yang krusial; strategi pemasaran yang berhasil memicu keinginan beli secara langsung memperbesar peluang terjadinya transaksi pembelian.

Implikasi dan Dampak Hasil riset ini menyarankan bahwa bagi UKM kopi, memprioritaskan elemen yang terlihat langsung oleh konsumen memberikan hasil yang lebih nyata. Meskipun inovasi daur ulang penting untuk keberlanjutan, konsumen lebih cepat merespons fitur yang bisa segera dilihat dan dirasakan, seperti kemasan biodegradabel, serta kemudahan akses informasi melalui platform digital.

Adisty Fitriyana Lutfi dan tim merekomendasikan UKM untuk mengoptimalkan alat pemasaran hijau yang terlihat dan interaktif tersebut. Dengan berfokus pada kemasan ramah lingkungan dan keterlibatan digital, bisnis dapat meningkatkan daya saing mereka sekaligus selaras dengan kesadaran lingkungan konsumen urban saat ini.

Profil Penulis

Adisty Fitriyana Lutfi dan Bono Prambudi adalah peneliti dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta, dengan spesialisasi dalam manajemen bisnis, strategi pemasaran digital, dan keberlanjutan usaha kecil dan menengah (UKM).

Sumber Penelitian:

Posting Komentar

0 Komentar