Religiusitas Terbukti Berkaitan Erat dengan Kesejahteraan Keluarga TNI

Illustration by Ai


FORMOSA NEWS- Manado

Religiusitas memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat kesejahteraan keluarga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Temuan tersebut dipublikasikan oleh Steven S. N. Rogahang dari Universitas Negeri Manado (UNIMA) dalam artikel ilmiah yang terbit di Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) edisi Juni 2026. Hasil penelitian ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya berperan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga dapat menjadi sumber kekuatan psikologis dan sosial bagi keluarga prajurit yang menghadapi berbagai tantangan penugasan militer.

Keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan tangguh. Bagi keluarga anggota TNI, peran tersebut menjadi semakin kompleks karena harus menghadapi berbagai konsekuensi dari profesi militer, seperti mutasi yang berulang, risiko penugasan di daerah konflik, hingga tekanan psikologis akibat ketidakpastian keselamatan anggota keluarga yang sedang bertugas.

Kondisi tersebut menuntut adanya daya tahan atau resiliensi yang kuat agar keluarga tetap mampu menjalani kehidupan secara harmonis. Salah satu faktor yang dinilai mampu memperkuat ketahanan tersebut adalah religiusitas, yaitu keyakinan, praktik keagamaan, serta pengalaman spiritual yang dimiliki setiap individu maupun keluarga.

Dalam penelitiannya, Steven S. N. Rogahang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data penelitian diperoleh melalui analisis berbagai sumber sekunder yang meliputi jurnal ilmiah, laporan penelitian, basis data pemerintah, laporan kesejahteraan keluarga TNI, hingga berbagai data nasional mengenai kehidupan beragama dan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti mengidentifikasi hubungan antara tingkat religiusitas dengan kesejahteraan keluarga TNI sekaligus mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keduanya. Analisis dilakukan menggunakan metode statistik korelasi, regresi berganda, serta telaah tematik terhadap berbagai sumber data yang relevan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas keluarga TNI berada pada kategori yang relatif baik. Dimensi keyakinan agama memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,27 dan masuk kategori tinggi. Sementara itu, dimensi perilaku keagamaan memperoleh nilai 3,89, sedangkan pengalaman religius memperoleh nilai 3,75, yang keduanya berada pada kategori sedang.

Pada aspek kesejahteraan keluarga, kondisi terbaik terlihat pada dimensi kesejahteraan sosial dengan skor rata-rata 4,11, disusul kesejahteraan fisik sebesar 3,92. Sementara itu, kesejahteraan emosional memperoleh skor 3,68, dan kesejahteraan ekonomi sebesar 3,45, yang menunjukkan masih terdapat ruang untuk peningkatan pada dua aspek tersebut.

Temuan paling menonjol dari penelitian ini adalah adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan kesejahteraan keluarga TNI. Analisis korelasi menghasilkan nilai r = 0,637, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas keluarga, semakin baik pula tingkat kesejahteraan yang mereka rasakan.

Ketiga dimensi religiusitas juga sama-sama memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan keluarga, yaitu:

  • Keyakinan agama (r = 0,512)
  • Perilaku keagamaan (r = 0,589)
  • Pengalaman religius (r = 0,601)

Seluruh hubungan tersebut dinyatakan signifikan secara statistik sehingga memperkuat dugaan bahwa religiusitas berperan sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hidup keluarga prajurit TNI.

Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak semua karakteristik keluarga memberikan pengaruh yang sama. Beberapa faktor terbukti berkontribusi terhadap tingkat religiusitas maupun kesejahteraan keluarga.

Untuk religiusitas, faktor yang paling berpengaruh meliputi:

  • usia,
  • tingkat pendidikan, dan
  • status pernikahan.

Sementara itu, tingkat kesejahteraan keluarga lebih dipengaruhi oleh:

  • tingkat pendidikan,
  • status pernikahan, serta
  • pangkat anggota TNI.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa keluarga dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, telah menikah, serta memiliki anggota keluarga berpangkat lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Menurut Steven S. N. Rogahang dari Universitas Negeri Manado, religiusitas dapat dipandang sebagai sumber daya psikologis yang membantu keluarga TNI menghadapi tekanan kehidupan militer. Keyakinan agama mampu memberikan makna hidup, praktik keagamaan memperkuat hubungan sosial dan dukungan komunitas, sedangkan pengalaman spiritual membantu membangun ketenangan batin ketika menghadapi situasi penuh tekanan.

Peneliti juga menegaskan bahwa setiap dimensi religiusitas bekerja melalui mekanisme yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, religiusitas bukan hanya persoalan ibadah pribadi, melainkan juga dapat menjadi modal sosial yang memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Temuan ini memiliki implikasi yang cukup luas bagi berbagai pihak. Bagi institusi TNI, hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan keluarga yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan kesehatan, tetapi juga memperhatikan pembinaan spiritual.

Bagi pemerintah maupun lembaga pelayanan keluarga, penelitian ini membuka peluang untuk mengembangkan layanan konseling keluarga yang mengintegrasikan pendekatan psikologis dan nilai-nilai keagamaan. Pendekatan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kemampuan keluarga dalam menghadapi stres akibat penugasan, perpindahan tempat tinggal, maupun risiko pekerjaan yang melekat pada profesi militer.

Di bidang akademik, hasil penelitian ini juga memperkaya kajian mengenai hubungan religiusitas dengan kesejahteraan keluarga, khususnya pada kelompok keluarga militer yang selama ini masih relatif jarang diteliti di Indonesia. Peneliti merekomendasikan agar penelitian selanjutnya mengembangkan model intervensi yang lebih spesifik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga TNI melalui pendekatan spiritual dan sosial.

Profil Penulis

Steven S. N. Rogahang merupakan akademisi dari Universitas Negeri Manado (UNIMA). Bidang kajiannya berfokus pada hubungan religiusitas, kesejahteraan keluarga, serta faktor-faktor sosial yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat, termasuk keluarga anggota Tentara Nasional Indonesia.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Correlation Between Religiosity and Welfare in TNI Families

Penulis: Steven S. N. Rogahang

Afiliasi: Universitas Negeri Manado

Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)

Volume/Edisi: Vol. 6 No. 6, Juni 2026

Halaman: 905–912

DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i6.84

Posting Komentar

0 Komentar