Solusi Alami di Tengah Kepungan Bahan Kimia Sintetis
Bau tidak sedap di area rumah tangga seperti tempat sampah, kamar mandi, dan lemari penyimpanan sering kali mengganggu kenyamanan dan menurunkan kualitas hidup
Metodologi Sederhana: Dari Limbah Menjadi Blok Penghilang Bau
Para peneliti menggunakan desain eksperimen laboratorium untuk memproses limbah padat ini menjadi produk rumah tangga yang praktis
- Pembersihan dan Pemotongan: Kulit pisang dicuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran, lalu dipotong menjadi ukuran kecil
. - Pengeringan Termal: Potongan kulit pisang dikeringkan menggunakan oven pada suhu 60°C hingga 80°C selama 4 sampai 6 hours untuk meminimalkan kadar air
. - Penghancuran dan Penyaringan: Kulit pisang yang telah kering dihaluskan menggunakan blender dan diayak hingga menghasilkan ukuran partikel bubuk yang seragam
. - Aktivasi Sederhana: Bubuk tersebut dipanaskan kembali untuk membuka pori-pori internal dan memperluas area permukaan adsorpsi (penyerapan)
. - Formulasi Produk: Bubuk aktif dicampur dengan air, minyak esensial beraroma sebesar 5%, serta tepung tapioka yang berfungsi sebagai perekat alami
. Adonan kemudian dicetak dan dikeringkan hingga membentuk blok padat .
- Formulasi 1 (F1): 70% bubuk kulit pisang, 25% tepung tapioka, 5% minyak esensial
. - Formulasi 2 (F2): 80% bubuk kulit pisang, 15% tepung tapioka, 5% minyak esensial
. - Formulasi 3 (F3): 90% bubuk kulit pisang, 5% tepung tapioka, 5% minyak esensial
.
Proses aktivasi termal terbukti berhasil mengubah karakteristik fisik bahan baku
Data Efektivitas Penyerapan Bau Produk
| Formulasi | Skor Bau Awal | Skor Bau Akhir | Persentase Pengurangan Bau (%) |
| F1 (70% Kulit Pisang) | 5.0 | 1.8 | 64.0% |
| F2 (80% Kulit Pisang) | 5.0 | 0.9 | 82.0% |
| F3 (90% Kulit Pisang) | 5.0 | 1.4 | 72.0% |
Dampak Riil bagi Masyarakat, Lingkungan, dan Sektor UMKM
Inovasi rekayasa produk ini membawa dampak positif yang luas bagi ekosistem dan sosiomedis
Profil Penulis
Alif Gita Arumsari adalah seorang akademisi dan peneliti di Program Studi Teknik Kimia, Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal
Abdul Halim merupakan peneliti dari Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal yang aktif berfokus pada pengembangan teknologi lingkungan hidup dan rekayasa material hijau
Teguh Ardiyansyah adalah staf peneliti dan pengajar di Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal dengan kepakaran di bidang pemanfaatan limbah pertanian dan material adsorben alami
Sumber Peneliti
Alif Gita Arumsari, Abdul Halim, Teguh Ardiyansyah. Environmentally Friendly Odor Absorbing Product Engineering Based on Banana Peel Waste. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 6, Hal. 440-456
DOI :
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

0 Komentar