Perencanaan Pajak, Keragaman Gender, Daya Penghasilan, dan Kepemilikan Institusional terhadap Manajemen Laba

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Taktik Mengatur Laba Pertambangan: Studi Ungkap Peran Penting Perencanaan Pajak hingga Kepemilikan Institusional. Penelitian yang dilakukan oleh Cici Nurdianti bersama Hesti Setiorini dan Nensi Yuniarti. Zs dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana manajer sektor ekstraktif merespons lonjakan dan penurunan drastis harga komoditas global pascapandemi.

Cici Nurdianti bersama Hesti Setiorini dan Nensi Yuniarti. Zs dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu  menyoroti bahwa 
pemahaman mendalam mengenai faktor penentu manipulasi laba sangat krusial guna menjaga transparansi pasar modal dan melindungi hak para pemegang saham.

Gejolak Komoditas dan Risiko Manipulasi Laba
Periode 2020 hingga 2025 menjadi fase krusial bagi industri pertambangan nasional akibat volatilitas tinggi harga komoditas batubara dan nikel. Sebagai gambaran kontekstual, penurunan harga batubara acuan dari puncak $330 AS per ton pada akhir 2022 menjadi $117 AS per ton di akhir 2023 berimbas langsung pada kinerja emiten besar seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang mengalami penurunan laba bersih hingga 51 persenKetidakstabilan margin keuntungan ini memicu kecenderungan pihak manajemen (agent) untuk menggunakan keleluasaan akuntansi demi mempercatik angka laba (income smoothing). Dalam kerangka agency theory, ketimpangan informasi antara manajemen internal dan pemilik saham menciptakan celah moral bagi eksekutif untuk merekayasa angka keuangan demi memenuhi target kinerja atau mengamankan nilai insentif pribadi.

Metodologi Penelitian Populer
Untuk menguji fenomena tersebut, para peneliti menerapkan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda berbasis SPSS 26. Dari total populasi 63 perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria ketat sehingga diperoleh 36 perusahaan sampel. Dengan kurun waktu pengamatan selama lima tahun (2020–2024), total data observasi sekunder yang dianalisis mencapai 180 unit data yang dikumpulkan langsung dari laporan tahunan resmi di situs BEI.

Temuan Utama: Tiga Faktor Berpengaruh, Gender Tak Berdampak
Hasil pengujian hipotesis dan analisis statistik uji t serta uji F menunjukkan temuan penting sebagai berikut:
  • Perencanaan Pajak (Tax Planning) Berpengaruh Positif: Upaya legal perusahaan untuk meminimalkan beban pajak secara signifikan mendorong peningkatan praktik manajemen laba. Keleluasaan akuntansi yang digunakan dalam skema penghematan pajak dimanfaatkan pula untuk mengatur angka keuntungan.
  • Kemampuan Menghasilkan Laba (Earning Power) Berpengaruh Positif: Perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi cenderung melakukan manajemen laba guna membentuk cadangan atau bantalan keuangan (financial buffer) saat harga komoditas jatuh di masa depan.
  • Kepemilikan Institusional (Institutional Ownership) Berpengaruh Positif: Porsi kepemilikan saham yang dominan oleh institusi berpengaruh terhadap pengaturan laba. Investor institusi mengandalkan analisis mendalam untuk mengarahkan manajemen agar mengelola laba secara efisien guna meredam volatilitas pasar pertambangan.
  • Keberagaman Gender (Gender Diversity) Tidak Berpengaruh: Kehadiran direktur perempuan di dalam jajaran direksi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penurunan maupun peningkatan manajemen laba.
Implikasi Kebijakan dan Dunia Usaha

Temuan ini membawa implikasi strategis bagi regulator pasar modal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta para investor. Kehadiran perempuan di kursi direksi pertambangan dinilai masih sebatas pemenuhan formalitas regulasi (tokenism) sehingga belum mencapai jumlah kritis (critical mass) yang mampu mengubah iklim pengawasan laporan keuanganBagi dunia usaha dan investor, riset ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kualitas audit internal serta transparansi pengungkapan perencanaan pajak. Pengawasan terhadap emiten pertambangan berprofitabilitas tinggi harus diperketat karena rentan terhadap tindakan perataan laba.

Profil Penulis
Cici Nurdianti, S.E., M.Ak. – Peneliti utama dan akademisi dari Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, berfokus pada keahlian akuntansi keuangan, akuntansi perpajakan, dan tata kelola perusahaan.
Hesti Setiorini, S.E., M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan spesialisasi keahlian di bidang manajemen keuangan, perpajakan, dan perilaku organisasi.
Nensi Yuniarti. Zs, S.E., M.Si. – Staf pengajar dan peneliti Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang memfokuskan risetnya pada bidang akuntansi keperilakuan, pasar modal, dan sistem informasi akuntansi.

Sumber Penelitian
Cici Nurdianti, Hesti Setiorini, Nensi Yuniarti. Zs. Tax Planning, Gender Diversity, Earning Power, and Institutional Ownership on Earning Management. Journal of Finance and Business Digital (JFBD), Vol. 5, No. 2, Tahun 2026, hal. 251-268
DOI : https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i2.26
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

Posting Komentar

0 Komentar